• Pilihan

    Cagub Harus Gandeng T‎okoh Nasional

    kursi
    KERINCINEWS.COM, JAMBI - Perhelatan Pemilihan Gubernur Jambi (Pilgub) 2015 mendatang dipastikan bakal sengit, pasalnya sejumlah nama calon gubernur maupun calon wakil gubernur alternatif diprediksi bakal meramaikan bursa cagub untuk berpasangan ataupun berkompetisi bersama dua kandidat yang telah memastikan diri bakal maju pada perebutan BH 1, yakni Hasan Basri Agus (HBA) dan Zumi Zola Zulkifli.

    Beberapa nama yang mencuat bakal maju sebagai cagub maupun cawagub pada Pilgub tahun depan, seperti nama Herman Mukhtar dari kalangan pengusaha, Hazrin Nurdin ketua PAN, Ihsan Yunus caleg DPR RI terpilih dari PDIP, Elviana dan Zulfikar Ahmad juga merupakan caleg DPR RI terpilih dari PPP dan Demokrat, Ami Taher tokoh politik dari PPP, Fahrudin Razi dari akademisi yang saat ini menjabat Rektor Unbari, juga muncul nama ketua BPK RI Rizal Djalil, dan masih banyak lagi tokoh-tokoh lainnya yang dianggap bisa membangun Jambi untuk 5 tahun kedepan.

    Namun, sejumlah tokoh tersebut memang tidak sepopuler dengan dua nama HBA dan Zumi Zola. Memang dua nama ini sudah cukup populer di kalangan masyarakat Jambi, seperti HBA yang merupakan gubernur Jambi saat ini yang maju sebagai incumbent, begitu juga halnya dengan bupati Tanjabtim Zumi Zola yang merupakan anak mantan gubernur Jambi dua periode. Tentunya untuk berkompetisi dalam perebutan BH 1 ini cukuplah sulit bagi siapa saja calon yang akan maju nantinya. Mengingat, ada sebanyak 11 kabupaten kota di Provinsi Jambi yang harus dikunjungi dalam bersosialisasi dengan waktu yang relatif singkat, karena pergelaran akbar tersebut tinggal hitungan bulan.

    Menurut pengamat politik, Jafar Ahmad, untuk bisa populer dan dikenal oleh masyarakat Jambi, bagi siapapun cagub yang ingin maju pada perebutan menjadi orang nomor satu di Jambi nantinya harus menggandeng tokoh nasional dalam berkampanye. Jika hal itu bisa dilakukan, maka kandidat cagub tersebut bakal menjadi lawan kuat dua pasangan yang sudah punya nama di kalangan masyarakat Sepucuk Jambi Sembilan Lurah ini.

    Dikatakan Jafar, tiga tokoh nasional itu yakni SBY, Jokowi, dan Prabowo. “Jika antara tiga pendukung utama ini bisa turun (berkampanye, red) ke Jambi maka popularitas (cagub, red) bakal naik. Akan tetapi jika tokoh ini tidak turun untuk mendukung salah satu calon, kemungkinan itu hanya ada dua calon yang kuat,” katanya.

    “Jika bisa menarik salah satu tokoh tersebut untuk menjadi pendukungnya, maka siapapun orang tersebut berpotensi maju sebagai cagub, namun sebaliknya jika tidak maka orang tersebut hanya berpotensi sebagi cawagub,” sambungnya.

    Menurut Direktur IDEA Institue ini, orang yang tidak populerpun di Jambi kalau sudah digandengkan dengan tiga tokoh nasional itu maka akan segera populer. “Karena tiga tokoh ini mempunyai segmentasi pemilih masing-masing dan pemilihnya cukup banyak,” sebutnya.

    Sementara untuk cawagub sendiri, kata Jafar, itu tergantung pada pilihan cagub itu sendiri. Jadi, untuk menjadi pasangan dua kandidat ini setidaknya memiliki tiga faktor keterpilihan cawagub itu sendiri. Yakni faktor Sosiologis seperti suku, agama, dan kedaerahan. Kemudian ada faktor psikologis, ada hubungannya dengan rasa tenang pemilih terhadap sosok yang dipilihnya. Selanjutnya faktor rasionalitas, yang berhubungan dengan apa keuntungan pemilih pada orang yang dipilihnya.

    “Kemungkinan besar yang paling berpengaruh itu adalah faktor sosiologis, nah jika cawagub ingin dilirik setidaknya harus mempunyai unsur sosiologis sebagai salah satunya,” ucapnya.
    Sehingga, lanjut Jafar, cagub/cawagub yang berpotensi atau tidak bisa dinilai sejauh mana memiliki pengaruh sosiologis itu. Ia mencontohkan secara sosiologis yang terlihat saat ini etnis yang berpengaruh di Jambi adalah Jawa dan Kerinci, yang komonitasnya kompak dan memiliki wilayah yang besar.

    Di samping itu juga ada faktor jaringan untuk menentukan keterpilihan, seperti jaringan partai politik, tapi jaringan yang paling berpengaruh itu jaringan tokoh. Dimana jaringan partai tidak berpengaruh pada kandidat cagub HBA, karena Demokrat bisa mengusung sendiri tanpa harus berkoalisi. Sementara Zumi Zola, sangat berpengaruh pada jaringan partai, karena tidak memiliki partai. Bisa saja pada detik akhir memakai perahu Gerindra dengan syarat cawagub dari Gerindra.

    “Jadi, semakin banyak unsur yang dipenuhi itu maka semakin bagus dan menjadi yang potensial,” pungkasnya


    Kerincinews.com Email : kerincinews@gmail.com Twitter : @kerincinews1 Terima kasih telah membaca :CAGUB HARUS GANDENG T‎OKOH NASIONAL
    • Komentar G+
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Cagub Harus Gandeng T‎okoh Nasional Rating: 5 Reviewed By: Adminn Kerincinews
    Scroll to Top
    //add jQuery library