• Pilihan

    Tagihan Listrik Tak Jelas dan Merugikan

    pln
    KERINCINEWS.COM, JAMBI – Tak ada hujan deras apalagi kesamber geledek, tiba-tiba tagihan PLN yang biasanya berkisar antara Rp 750 ribu setiap bulannya, dan itu sudah berlangsung hampir 8 bulan. Namun, tiba-tiba, pada tagihan Agustus 2014 ini, tagihan melonjak drastis hingga mencapai Rp 45 juta. Lonjakan tagihan ini sungguh luar biasa dan membuat kaget pelanggan.

    Ada yang salah, tapi di mana? penasaran dengan kasus yang menohok ini, Harian Jambi mencoba untuk mencari informasi hal tersebut. Ternyata kesalahan itu ada pada pihak PLN. Pasalnya, selama tagihan yang berjalan normal itu, petugas yang biasa mencatat atau memfoto ampere listrik, tidak langsung mengecek ke ampere pelanggan. Petugas hanya ‘main tebak’ atau istilah tembak di atas kuda, sehingga hal ini jelas merugikan pelanggan maupun perusahaan tersebut.

    Namun, entah kenapa, pada tagihan Agustus 2014 ini, seorang pelanggan terkejut melihat tagihan mencapai Rp 45 juta. Saat dikonfirmasi salah seorang petugas PT PLN Rayon Kotabaru, di mana selama 8 bulan tersebut petugas yang mencatat ampere tidak langsung ke lapangan, sehingga perusahaan dinilai rugi dan mau tidak mau, pelanggan tersebut dikenakan hutang, karena pemakaian setiap bulannya tidak sesuai dengan apa yang dicatat oleh petugas di lapangan.

    Apakah ini bentuk kejahatan atau kezaliman. Ternyata kasus lonjakan tarif yang aneh ini sudah terjadi dan banyak dialami oleh pelanggan, dan itu tak berhenti atau masalahnya tuntas. Benar saudara-saudara ini kezaliman yang nyata bagaimana mungkin tarif listrik tiba-tiba melonjak drastis. “Jangan jadikan bisnis halal Anda menjadi haram karena menzalimi rakyat kecil yang memang kehidupannya sudah terlanjur tergantung energi listrik. Terlalu banyak kasus diberitakan tentang hal ini, jangan bilang ini keteledoran,” cetus salah seorang warga di Kota Jambi yang merasa dirugikan akibat tagihan listrik.

    Terkait hal itu, Taufik Yasak, Kepala Perwakilan Ombusdman Provinsi Jambi mengatakan bahwa pihaknya sudah sering menerima pengaduan seperti ini. Bahkan sudah memanggil pihak PLN, untuk menindaklanjutinya, apabila adanya oknum yang nakal maka harus ada sanksinya. Karena ini adalah kesalahan dari PLN sendiri, kenapa tahu-tahu pada saat mau membayar menjadi membengkak, kenapa tidak dari awalnya. “Ini menandakan bahwa pelayanan dan pengawasan dari pimpinan masih lemah,” tegasnya, kemarin (27/8).

    Dalam pertemuan Ombudsman dengan pihak PLN berjanji akan memperbaiki ini, namun sekarang adanya kasus ini, maka sekali lagi harus dipertanyakan. “Kemungkinan kita akan memanggil dan mengirimkan surat rekomendasi ke pimpinan PLN untuk mengawasi dan menindaklanjuti problem yang disampaikan masyarakat. Bagi yang mengalami permasalahan seperti ini langsung saja ke melaporkan ke PLN dan Ombudsman,” ungkapnya.

    Terkait hal itu, Manager PT PLN wilayah Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu area Jambi Rayon Kotabaru, Abdul Khairi saat dikonfirmasi melalui ponselnya, mengatakan bahwa apapun pemakaian yang sudah terpakai harus dibayar dan bisa dicicil. Pasalnya, sesuai dengan aturan pemakaian yang tercatat di meteran PLN harus dibayar.

    Namun apabila ini terjadi kesalahan pada petugas maka petugas akan mendapatkan sanksi. “Tetapi masalah pemakaian yang membengkak tetap harus dibayar. Untuk lebih jelasnya silahkan ke kantor, agar lebih jelas lagi dan kita siap mediasi dengan pelanggan PLN,” ucapnya singkat



    Kerincinews.com Email : kerincinews@gmail.com Twitter : @kerincinews1 Terima kasih telah membaca :Tagihan Listrik Tak Jelas dan Merugikan
    • Komentar G+
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Tagihan Listrik Tak Jelas dan Merugikan Rating: 5 Reviewed By: Adminn Kerincinews
    Scroll to Top
    //add jQuery library