• Pilihan

    Curhat SBY Jadi Bahan Olokan

    sby
    KERINCINEWS.COM, JAKARTA - Curhat lagi melalui facebook dan twitter. Itulah yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mengekspresikan kekecewaannya atas pengesahan RUU Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tidak langsung pada voting terbuka rapat paripurna DPR RI.

    Namun berbagai kalangan yang tak percaya pada curhat SBY. Di dunia maya, SBY malah jadi bahan olokan. Bahkan WNI di Amerika Serikat pun mendemo SBY.

    Curhat SBY melalui twitter dan facebook ditulis pada Jumat (26/9) malam. Dalam tulisannya, SBY menyebut Pilkada melalui DPRD adalah kemunduran.

    "Undang-Undang harus mencerminkan kehendak rakyat, bukan maunya DPR atau Presiden. Kita harus mendengarkan, kehendak & aspirasi rakyat yang berdaulat itu," tulis SBY dalam akun twitternya @SBYudhoyono.

    Ketua Umum Demokrat ini melanjutkan," Siapa yang memberi mandat kepada DPRD sekarang untuk memilih kepala daerah? Berarti kedaulatan diambil DPRD. Apa DPRD mau bagi-bagi? Rakyat dikemanakan?"

    Bagi SBY, ini adalah kemunduran. "Di era saya, Presiden-Wapres dipilih langsung, juga Gubernur, Bupati & Walikota. Kami tidak ingin demokrasi mundur," lanjut SBY.

    Dijelaskan SBY, usulan Partai Demokrat untuk Pilkada Langsung dengan 10 perbaikan tidak diwadahi sungguh-sungguh oleh fraksi lain. "Kehendak satukan pandangan jernih ini tidak ada'" jelasnya.

    10 perbaikan ini antara lain uji publik integritas calon, larangan menggunakan aparat birokrasi, politik uang dan kampanye hitam serta mencegah kekerasan. Bagi SBY, tanpa 10 perbaikan besar, Pilkada Langsung juga akan mengandung banyak masalah, seperti korupsi selama 10 tahun ini.

    "Saya konsisten, yang terbaik tetap Pilkada Langsung dengan 10 perbaikan. Partai Demokrat sedang menyiapkan gugatan hukum yang tepat, apakah nanti ke MK atau MA," tambah SBY.

    Sebagai Presiden, SBY mengaku berat untuk menandatangani Undang-Undang Pilkada karena merebut hak rakyat dan berpotensi konflik dengan produk hukum lain, seperti Undang-Undang Pemda.

    Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan Yasonna H Laoly langsung menyindir ungkapan kekecewaan SBY. "Itu adalah pencitraan politik saja," jelas Yasonna.

    Menurut Yasonna, SBY seharusnya dapat memerintahkan anak buahnya di Fraksi Demokrat untuk mempertahankan sikap mereka untuk mendukung Pilkada langsung. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Fraksi Demokrat memutuskan walkout dengan alasan usulan 10 syarat yang mereka ajukan tidak diakomodasi di dalam opsi pengesahan RUU Pilkada.

    Kritik senada disampaikan politisi PDIP di DPR RI, Aria Bima. Menurutnya, ada skenario cerita dari Partai Demokrat yang belum tuntas. Hingga kini inisiator dari aksi walk out sejumlah anggota Fraksi Demokrat saat paripurna pembahasan RUU Pilkada belum terungkap.

    Meski banyak dugaan inisiator dibalik walk out-nya sebagian besar anggota Fraksi Demokrat yang mengarah kepada Ketua Umum yakni SBY, pimpinan fraksi ataupun sekjen Partai Demokrat, Aria tetap ingin mendapatkan informasi yang valid mengenai sutradara dari skenario ini.

    Gelombang protes juga bermunculan melalui dunia maya sejak Jumat hingga Sabtu kemarin. Para netizien mengungkapkan kekecewaannya kepada SBY melalui tulisan sindiran di twitter dengan menggunakan tagar #ShameOnYouSBY. Selain itu netizen mengekspresikan kekecewaan mereka dengan gambar-gambar, baik berisi kecaman maupun lelucon (meme). Gambar-gambar tersebut selain beredar di jejaring sosial Twitter juga beredar di jejaring sosial lainnya, seperti Facebook dan Path. Ada yang membuat meme SBY sebagai Bapak Pilkada Tidak Langsung Indonesia. Ada juga yang membuat meme SBY mendapat penghargaan sebagai best actor atau aktor terbaik film UU Pilkada.


    Kerincinews.com Email : kerincinews@gmail.com Twitter : @kerincinews1 Terima kasih telah membaca :Curhat SBY Jadi Bahan Olokan
    • Komentar G+
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Curhat SBY Jadi Bahan Olokan Rating: 5 Reviewed By: Adminn Kerincinews
    Scroll to Top
    //add jQuery library