• Pilihan

    Kasus Jeje Belum Tuntas, Polres Kerinci Tunggu Hasil Dikti

    cpns
    KERINCINEWS.COM, SUNGAIPENUH - Kasus dugaan kecurangan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kota Sungaipenuh, yang terjadi pada 2013 lalu, hingga saat ini belum ada kepastian hukumnya.

    Sedangkan kedua terlapor, yakni Jeje Biantara, yang juga putera Sekda Kota Sungaipenuh, Pusri Amsy, serta Novi Amelia, sudah bertugas sebagai PNS. Bahkan, mereka selesai mengikuti prajabatan dan mendapatkan NIP.

    Untuk diketahui, kedua PNS tersebut dilaporkan masyarakat pascalulus dalam tes CPNS beberapa waktu lalu. Jeje Biantara diduga menggunakan ijazah palsu, yang didapatkannya dari perguruan tinggi Pelita Bangsa, Medan.

    Sementara, Novi Amelia diduga tidak mengikuti seleksi CPNS. Namun, namanya tercantum pada pengumuman kelulusan. Novi sempat kecelakaan dan dibawa ke rumah sakit, saat berangkat ke lokasi tes CPNS.

    "Benar, kasus CPNS 2013 lalu hingga sekarang belum jelas ketetapan hukumnya. Sementara, Pemkot Sungaipenuh, pada 2014 ini sudah kembali merekrut CPNS," kata Rudi Hartono, pemerhati sosial di Sungaipenuh, Minggu (7/9).

    Pada 2012 lalu katanya, penerimaan CPNS di Sungaipenuh juga pernah dilaporkan masyarakat ke polisi. Namun, kasus tersebut redup seiring dengan seleksi CPNS yang dilaksanakan pada 2013 lalu. Saat itu, polisi mengatakan laporan masyarakat tidak terbukti.

    Aktivis di Sungaipenuh, Ikhsan M. Daraqthuni juga mempertanyakan kasus tes CPNS Sungaipenuh yang ditangani Polres Kerinci.

    "Masyarakat sekarang masih trauma pada pelaksanaan tes 2013 lalu. Sehingga, banyak yang tidak mau ikut tes CPNS pada 2014 ini. Untuk itu, saya berharap kasus CPNS 2013 segera dituntaskan," ujarnya.

    Sementara itu, Kapolres Kerinci, AKBP A Mun'im mengaku sudah mengintruksikan kepada anggotanya untuk menuntaskan kasus CPNS ini. "Saya sudah intruksikan supaya penanganan kasus ini segera dituntaskan," ujarnya.

    Untuk kasus Jeje Biantara, ditangani penyidik Dodi. Sedangkan kasus Novi Amalia, ditangani penyidik Mat Sahir. "Biar lebih jelas tanya perkembangannya kepada kasat reskrim," ia menjelaskan.

    Namun, informasi yang ia dapat, untuk kasus Novi sesuai hasil koordinasi BKN, supaya permohonan untuk melihat LJK ditujukan kepada Kemenpan dan RB RI Cq Kepala BKN di Jakarta. "Jadi tidak ditujukan kepada Kemenpan, namun melalui Kepala BKN," kata Mun'im.

    Sedangkan Kasat Reskrim AKP Naibaho, saat ditanya bagaimana perkembangan kasus CPNS tersebut, masih menunggu hasil di dikti. "Masih menunggu yang di dikti itu mas," tulis via SMS kepada Tribun, Minggu (7/9)

    Kerincinews.com Email : kerincinews@gmail.com Twitter : @kerincinews1 Terima kasih telah membaca :Kasus Jeje Belum Tuntas, Polres Kerinci Tunggu Hasil Dikti


    sumber : jambi tribuns
    • Komentar G+
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Kasus Jeje Belum Tuntas, Polres Kerinci Tunggu Hasil Dikti Rating: 5 Reviewed By: Adminn Kerincinews
    Scroll to Top
    //add jQuery library