• Pilihan

    Kuasa Hukum Minta Tanda Tangan Diuji Lab, Terkait Kasus Bansos Kerinci


    palu
    KERINCINEWS.COMJAMBI- Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi dana pinjaman daerah dan dana bantuan sosial (Bansos) Kabupaten Kerinci tahun 2008 senilai Rp 2,5 miliar kembali digelar Pengadilan Tipikor Jambi Rabu (24/9) kemarin.

    Sidang dengan terdakwa 5 orang anggota DPRD Kerinci periode 2004-2009, Yakni H. Said Abdullah, Nopantri, Mursimin, Irmanto, dan Ade Utama ini dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. Saksi yang dihadirkan jaksa itu sendiri sebanyak 2 orang, yakni Munir, mantan anggota DPRD Kerinci periode 2004-2009, Satrio dan Piko, anak kandung Adi Muklis selaku terdakwa dan pelapor kasus ini.

    Dalam kesaksiannya, Munir mengatakan, pada 2008 lalu, dirinya menerima titipan dari Pemerintah Kabupaten Kerinci untuk menyerahkan uang kepada puluhan anggota DPRD Kerinci saat itu. Perintah tersebut, kata dia, agar dibagikan kepada pimpinan dan para anggota dari fraksi kuat yang memiliki banyak kursi di DPRD Kerinci.

    Sementara dari 5 terdakwa, kata Munir, dirinya hanya menyerahkan uang kepada H. Said Abdullah, sedangkan Irmanto, Ade Utama, Mursimin, dan Nopantri tidak menerima uang tersebut, karena bukan dari fraksi kuat atau memiliki sedikit kursi di DPRD Kerinci.

    Ia menambahkan, sisa uang setelah dibagikan kepada sejumlah anggota dewan itu, kemudian diserahkan kepada Nopiarti atas perintah salah satu pimpinan DPRD Kerinci.

    Selanjut, Piko, putra Adi Mukhlis, dalam kesaksiannya di depan Majlis Hakim yang diketuai oleh Supraja, menyebutkan dirinya pernah diminta oleh sang ayah untuk menemui beberapa orang terdakwa. Hal ini guna untuk mengantar jatah pembagian dana bansos.

    Mendengar hal itu, Majlis Hakim lantas bertanya, siapa saja yang pernah ditemui oleh saksi. "Mursimin pernah, Nopantri pernah, Irmanto tidak, Ade Utama, tidak, H. Said Abdullah pernah," sebut saksi Piko.

    Majlis hakim kembali bertanya, siapa saja diminta sang ayah untuk ditemui oleh saksi untuk mengembalikan uang tersebut. Kali ini saksi hanya menyebutkan empat orang nama saja, sementara untuk Ade Utama dia mengaku tidak pernah menemuinya.

    "Yang menyerahkan cuma Nopantri sebanyak 1 juta tapi tidak saya terima," sebutnya lagi.

    Selanjutnya, Majlis Hakim lantas mengkomprontir kesaksian Piko terhadap terdakwa. Namun oleh keempat terdakwa lantas membantah keterangan tersebut dan menyatakan itu tidak benar dengan alasan kedatangan saksi Piko hanya meminta bantuan perobatan sang ayah.

    "Saya memang pernah ditemui, tapi kita tidak membicarakan hal itu (pengambalian)," sebut Irmanto salah seorang terdakwa.

    Di akhir persidangan, Ramli Taha selaku Penasehat Hukum (PH) 4 terdakwa, yakni Irmanto, Ade Utama, Mursimin, dan Nopantri, meminta kepada majlis hakim untuk dilakukan uji porensik terhadap alat bukti berupa tanda tangan bukti penerimaan uang.

    Dia menilai ini penting dilakukan guna menemukan kebenaran dalam kasus ini. Hal ini direspon, majlis hakim lantas meminta JPU menandatangani berita acara rencana uji lab tersebut.

    "Kemarin kami telah mengajukan untuk uji lab, tapi belum ditindak lanjuti oleh penyidik, siang ini kami ingin berangkat ke untuk uji lab di Palembang," pungkasnya.

    Sidang akhirnya ditunda, dan akan dilanjutkan pada pekan depan, dengan agenda mendengarkan ketarangan saksi yang dihadirkan oleh JPU.
    Irmanto, usai persidangan mengaku puas dengan keterangan yang disampaikan saksi. Ia mengaku, dari keterangan saksi tersebut sudah memperjelas aliran dana bansos yang merugikan negara hingga miliaran rupiah.

    “Saksi sendiri yang bilang bahwa saya tidak menerima uang, karena periode 2004-2009 anggota DPRD dari Demokrat cuma saya sendiri, 1 kursi, jadi tidak masuk dalam hitungan,” ujarnya.

    Ia juga mengaku, keterangan saksi JPU ini juga menjelaskan kebohongan yang disampaikan oleh Adi Muklis dan Syukur Kela Berajo selaku Kuasa Penggunaan Anggaran (KPA).

    “Ini Cuma upaya untuk menjatuhkan saya, apalagi kita ketahui Syukur Kela Berajo itu keluarga Hasani Hamid, yang merupakan caleg DPRD Provinsi Jambi dari Demokrat yang memperoleh suara terbanyak kedua dibawah saya. Jadi kalau saya jatuh, tentu Hasani Hamid yang naik,” tegasnya.

    Ade Utama, saat dikonfirmasi mengaku dirinya sedikit menemukan titik terang, pasalnya dari keterangan saksi yang dihadirkan kali ini dirinya secara jelas tidak menerima uang bansos seperti yang disebut oleh JPU dalam dakwaannya.

    "Ini terbukti sudah jelas setelah adanya kesaksian Piko tadi, saya benar-benar tidak mengetahui apa-apa, Saya dilantik tanggal 4 bulan November 2008 melalui proses PAW dengan SK Gubernur Jambi No 366/Kep.Gub/B.PEMOTDA/2008, menganti saudara Desrianto Khudri. Jadi pada saat itu saya belum anggota dewan, bagaimana saya tahu kasus dana Bansos itu apalagi dibilang menerima, jadi anggota dewan saja belum,” ujarnya.

    Diungkapnya, terkait tudingan oleh Adi Muklis dirinya telah menerima bagian dana Bansos tersebut dengan tiga tahap itu tidak benar. Bahwa Adi Muklis tidak pernah memberi uang tersebut dan apalagi bertahap.

    “Semua tuduhan saudara Adi Muklis tidak benar dan tidak ada bukti saya menerima uangnya, seperti disebut Adi Muklis penyerahan uang tiga tahap, tahap pertama saya menerima uang di ruang BK tidak benar, saya juga tidak pernah beramai-ramai anggota dewan lain ke rumah Adi Muklis. Saya datang di rumah Adi Muklis atas permintaan Adi Muklis soal pembelian bambu baliho, tiang bendera, itu saja," jelasnya.

    Disebutkannya, namun untuk lebih jelas dan terangnya kasus ini, dirinya meminta agar uji lab terkait adanya tanda tangan yang dinilainya sengaja dimanipulasi untuk segera menemui hasil.

    "Untuk mengatahui kebenarannya, sebaiknya kita tunggu tes labnya saja," sebutnya lagi.

    Kerincinews.com Email : kerincinews@gmail.com Twitter : @kerincinews1 Terima kasih telah membaca :Kuasa Hukum Minta Tanda Tangan Diuji Lab, Terkait Kasus Bansos Kerinci
    • Komentar G+
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Kuasa Hukum Minta Tanda Tangan Diuji Lab, Terkait Kasus Bansos Kerinci Rating: 5 Reviewed By: Adminn Kerincinews
    Scroll to Top
    //add jQuery library