• Pilihan

    Tubuh Santriwati Berjatuhan

    santri jambi
    KERINCINEWS.COMJAMBI - Selasar bangunan asrama putri Pondok Pesantren Al Mubarok, Seberang Kota Jambi, Minggu (28/9) pagi ambruk. Puluhan santriwati yang tengah berada di atasnya langsung berjatuhan dari ketinggian 4 meter. Tercatat 71 santriwati menjadi korbannya.


    Haznira (16) tampak terbaring lemas di ruang rawat Puskesmas Olak Kemang, Jambi, Minggu sekitar pukul 10.00 WIB. Santriwati kelas 1 Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Al Mubarok, Tahtul Yaman Kota Seberang terpaksa dirawat setelah terjatuh dari ketinggian empat meter dalam musibah ambruknya selasar Asrama Putri pesantren tempatnya menimba ilmu.



    Diceritakan Haznira, kejadian berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB. Bersama puluhan santriwati lainnya, dia baru saja usai gotong royong membersihkan Ma'had (pondok/asrama) putri. Sesaat sebelum kejadian, dia dan temannya sedang bersender di tepi dinding selasar yang selalu ramai karena kerap menjadi tempat berkumpul.


    "Baru mau pindah tempat duduk, kedengaran suara krek seperti suara kayu patah. Semua mekik, belum sempat lari tau-taunya sudah roboh,"kata Haznira yang menjadi satu korban diantara puluhan korbannya saat ditemui diruang perawatan.


    Haznira kemudian terjatuh ketanah, badannya tertimpa santriwati lainnya. Sementara, kakinya tertimpa tong sampah.
    "Kaki kanan kalau digerakkan masih sakit. Didada rasanya sesak. Tangan juga rasanya kram. Ini baru bisa digerakkan sedikit-sedikit. Soalnya pas jatuh punggung ditimpa sama anak santriwati lainnya," paparnya.


    Pantauan Tribun pada pukul 10.00 WIB, Minggu (28/9), seluruh ruangan Puskesmas Olak Kemang penuh terisi. Suasana haru tangisan juga terlihat saat sejumlah orangtua yang mendapat kabar bahwa anaknya tertimpa musibah, tiba di puskesmas.
    Kepala Puskesmas olak Kemang, dr Rudi Pardede saat ditemui mengatakan, sekitar 48 korban dirawat di puskesmas. Umumnya, yang dirawat di puskesmas hanya korban yang mengalami luka ringan.


    "Sementara kita observasi terus setiap 3 jam. Ada lima orang yang kita kirim ke RS Raden Mattaher karna kondisinya cukup parah. Karena ada juga yang luka patah," katanya.
    Untuk menampung para korban, pihak puskesmas memfungsikan semua ruangan yang ada. "Karena inikan sifatnya darurat, jadi semua ruangan yang kita punya kita fungsikan. Untuk obat-obatan, kita siap, sejauh ini masih bisa kita atasi," kata dr Rudi.


    Berdasarkan informasi yang berhasil di himpun. Jumlah korban secara keseluruhan mencapai 71 orang. 48 korban kategori luka ringan dirawat di Puskesmas olak Kemang. 23 korban lainnya dirawat di Rumah Sakit Umum Raden Mattaher Jambi.
    Korban yang dilarikan kerumah sakit umum Raden Mattaher Jambi adalah korban luka patah tulang dan luka sobek serius dibagian tubuhnya, sedangkan korban yang dirawat di Pukesmas setempat adalah korban luka ringan.


    Satu korban luka patah dibagian tulang dada yang dirawat di RSU Raden Mattaher Jambi, Utari (13) satriwati kelas I Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ponpes Ma'had Mubarok di ruangan Unit Gawat Darurat, mengatakan, kejadian itu begitu cepat karena mereka pada pukul 08.00 WIB sedang menggelar gotongroyong bersama.
    "Saat itu saya dan semua santriwati baru kelas 1, sedang melakukan gotong royong membersihkan asrama yang sebagian berbentuk panggung kayu dan tiba-tiba saja ambruk kebawah dan saya tidak ingat lagi apa yang terjadi dan kini sudah dirumah sakit saja," kata Utari.


    Seorang korban luka serius lainnya yakni Noni, asal Sungai Manou Bangko, kelas 1 Tsanawiyah Ma'had Mubarok mengalami luka cukup serius patah leher, saat Tribun di rumahsakit sekitar pukul 11.00 WIB masih menunggu hasil pemeriksaan tim medis akibat lukanya.


    Keterangan senada juga disampaikan Afira Lalidya yang tengah menahan perih di punggungnya. "Tadi pagi tu kami bersih-bersih, dak tau lah ambruk kami ke bawah, punggung kami ketimpo," kata Afira yang menjawab pertanyaan Tribun sembari gemetaran karena trauma.


    Ia masih terbaring lemah di Unit Gawat Darurat (IGD) RSUD Raden Mattaher.
    Rasa tak karuan juga dialami Balha Gustina, santriwati asal Riau. Jauh-jauh menuntut ilmu di Seberang, ia harus alami nasib naas, luka dalam di sekujur tubuhnya tak sebanding dengan rasanya ingin dekat dengan orang tuanya.


    "Ayah dan ibu sudah gak ada," kata Gustina terbata-bata dan mengaku ingin kembali ke Riau. Tapi hal tersebut tak berarti Gustina tak ingin sekolah, belia ini masih ingin tetap belajar di ponpes Al Mubarok.

    Wakil Ketua Ponpes Al Mubarok, Zul Asmi, mengatakan dari 23 santriwati yang dilarikan ke RSUD Raden Mattaher, 9 santriwati yang harus di rawat inap. "Sisanya di rawat jalan, mereka rencana ada yang mau diurut saja," jelas Zul Asmi.


    M Arif dan Syukron, santri Aliyah, turut menemani junior mereka yang masih terbaring di IGD. Upaya menghibur dan menghilangkan trauma santriwati ini dilakukan. "Biar adek-adek ini gak terlalu kepikiran kejadian yang tadi," katanya yang mengaku menemani para juniornya sembari menunggu kedatangan para keluarga santriwati yang menjadi korban.



    Kerincinews.com Email : kerincinews@gmail.com Twitter : @kerincinews1 Terima kasih telah membaca :Tubuh Santriwati Berjatuhan
    • Komentar G+
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Tubuh Santriwati Berjatuhan Rating: 5 Reviewed By: Adminn Kerincinews
    Scroll to Top
    //add jQuery library