• Pilihan

    Diduga, Ada Donatur Bentrok di Bahar

    bentrok

    KERINCINEWS.COM, KERINCI - Konflik lahan antara warga Bayung Lincir dan Kelompok Tani (KT) yang menewaskan satu orang pada Minggu (12/10), di unit 21 Bahar, diduga didanai dan dikendalikan oleh orang yang berkepentingan terhadap lahan tersebut.


    Kapolda Jambi, Brigjen Pol Bambang Sudarisman, mengatakan Polisi Resor (Polres) Muarojambi saat ini tengah melakukan introgasi terhadap 7 orang pelaku dalam bentrok yang menewasakan Marius (40).


    “Masih didalami untuk mengetahui aktor intelektual, siapa yang mendanai dan siapa di belakang kejadian tersebut,” Ujar Kapolda, saat diwawancarai sejumlah wartawan pada acara deklarasi penutupan lokalisasi Payo Sigadung, Senin (13/10) kemarin.

    Ia menegaskan, pihaknya tidak akan menarik personil yang sudah ditempatkan di lokasi, sampai konflik tersebut tuntas. Ini digunakan untuk mengantisipasi jika terjadi bentrok lanjutan antar kedua belah pihak. “Kita buat sekat disana. Jangan sampai masalah ini terus berkembang,” katanya.

    Lebih lanjut, Kapolda mengatakan, untuk penyelesaian konflik tersebut, pihak terlebih dahulu akan melihat aturan dan undang-undang yang berlaku. Karena dari kedua belah pihak yang bertikai sama-sama mengklaim tanah tersebut adalah milik mereka.

    “Polres Muarojambi yang menangai kasus ini sedang mengumpulkan stakeholder untuk melakukan penyelesaian secara persuasive terlebih dahulu,” pungkasnya.



    Sementara itu, Kapolres Muarojambi AKBP Ayi Supardan mengatakan bahwa pihaknya telah mencoba melakukan mediasi masalah kepemilikan lahan kebuns awit tersebut. "Kami sudah meminta agar muspida dan muspika bisa memberikan masukan ke warga untuk tetap tenang. Selain itu, 2 pleton anggota yang terdiri dari 1 pleton anggota berseragam dan 1 pleton anggota berpakaian sipil tetap kita siagakan," sebut Kapolres saat dikonfirmasi

    Kapolres juga mengungkapkan, bahwa hari Kamis nanti, akan dilakukan pembahasan mengenai tapal batas. Disanalah nantinya akan diketahui apakah lahan tersebut milik KUD mandiri atau milik warga desa bukit subur. Jika nantinya lahan tersebut terbukti milik warga desa bukit subur, maka warga yang melakukan pemanenan yang akan dinyatakan salah.

    Bahkan menurut Kapolres, dari keterangan warga saat dimintai keterangan, diketahui bahwa korban meninggal Marius, merupakan salah satu provokatornya. "Dia (korban-red) bersama seorang rekannyalah yang mengajak warga untuk melakukan survei lahan yang diklaim milik mereka dan melakukan pemanenan," sebut Kapolres

    Untuk penahanan sendiri, sejauh ini belum dapat dilakukan. Karena, kedua warga yang bertikai, mereka tidak saling kenal. Apalagi pertikaian terjadi, akibat ulah oknum-oknum yang saat ini masih dalam penyelidikan. 

    Namun, proses hukum atas tindakan Pidana masih tetap dilanjutkan walaupun ada usaha mediasi tersebut. "Proses pidana tetap berjalan, siapa yang salah tentu harus mempertanggungjawabkan perbuatanny,"tegas Kapolres.

    Seperti diberitakan, kejadian ini terjadi pada hari Minggu (12/10) pada pukul 11.00 WIB di Desa Bukit Jaya Kecamatan Bahar Selatan Muarojambi, Puluhan masyarakat Bayung lincir yang dipimpin Saiful, melakukan klaim atas lahan kebun sawit di Unit 21 dengan paksa memasang pamflet hak kepemilikan di TKP.

    Aksi tersebut sontak mendapat perlawanan dari Kelompok Tani Desa Bukit Jaya dan masyarakat, shingga terjadi perang mulut. Tidak sampai disitu, aksi perang mulut berubah menjadi perang fisik, dibawah Komando Siful, para pengKlaim yang mengunakan sejata tajam dan senjata api langsung menyerang warga Desa.

    Akibat kejadian ini, 1 orang meninggal atas nama Marius (40), dan 11 orang lainnya dari pihak PengKlaim yang merupakan warga Bayung Lincir berhasil diamankan . Adalah Dinata (40), Rasid (45), Kilik (46) yang merupakan karyawan indofood Bayung Lincir, Fikar (23), Taufiq (40), Patman (42), Mulyadi (42), Sani (65), Sunarman (34), Supriyadi (31), Ari Syahputra (25). Namun sang koordinator pihak yang mengklaim, yakni Saiful berhasil lolos dan melarikan diri.

    Kerincinews.com Email : kerincinews@gmail.com Twitter : @kerincinews1 Terima kasih telah membaca :Diduga, Ada Donatur Bentrok di Bahar
    • Komentar G+
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Diduga, Ada Donatur Bentrok di Bahar Rating: 5 Reviewed By: Adminn Kerincinews
    Scroll to Top
    //add jQuery library