• Pilihan

    HBA Instruksikan Sekolah Libur

    hba
    KERINCINEWS.COM, JAMBI - Pemprov Jambi akhirnya memutuskan peliburan sekolah jenjang PAUD dan Taman Kanak-kanak (TK) menyusul pekatnya kabut asap. Instruksi itu menyusul pernyataan Deputi Peralatan dan Logistik BNPB yang menyebut Provinsi Jambi berstatus darurat kabut asap.

    "Kalau menurut pribadi saya Jambi ini siaga darurat, tapi itu nanti dari BPBD yang menentukan. Karena sekarang ini masyarakat yang kena imbas asap dari Sumatera Selatan," kata Bambang Sulistiyanto, Deputi Peralatan dan Logistik BNPB usai membuka Lomba Pemasangan Tenda Penanggulangan Bencana antar BPBD Kabupaten kota se Provinsi Jambi, Kamis (2/10). 

    Menurutnya dengan ditetapkannya status siaga darurat oleh BPBD maka BNPB bakal segera menanggulanginya. Dikatakan Bambang untuk asap yang terjadi di Jambi merupakan kiriman dari Sumatera Selatan, dan untuk pemadaman titik api di Sumatera Selatan yang jumlahnya ratusan, BNPB telah menurunkan tim. 

    "Statusnya daerah yang menentukan, kalau sudah masuk siaga darurat kita akan turunkan dana juga, tapi kan informasi sekarang di Jambi hot spot 7 titik bahkan kemarin 2 titik kalau di Sumsel 100 lebih dan kita sudah turunkan pesawat di sana," sebutnya. Kondisi asap yang pekat seperti sekarang ini menurut Bambang langkah yang mesti dilakukan BPBD agar segera membagikan masker kepada masyarakat, pasalnya asap akibat kebakaran ini tidak sehat. 

    "Mungkin masker mulai harus dibagikan ke masyarakat, karena asap ini kan sebenarnya tidak terasa masyarakat yang terkena, tapi lama-lama katanya bisa menyebabkan kanker jadi jangan sampai hanya dengan biaya kecil pengusaha atau masyarakat yang biasa bakar hutan atau bakar lahan untuk pengolahan lahannya, dapat untung seberapa sih mereka, tapi masyarakat yang kena," katanya. Selain itu akibat asap yang terjadi juga menganggu penerbangan dan tidak sedikit kerugian yang mesti ditanggung. 

    Untuk pemadaman api yang terjadi di beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan,Bambang menyebutkan BNPB telah mengucurkan anggaran hingga Rp 300 miliar. Upaya pemadaman itu diantaranya dengan menurunkan hujan buatan, pemadaman dari udara dengan helikopter yakni pengeboman air, selain itu juga dilakukan pemadaman di darat. 
    "Mulai bulan Juli sampai September hampir Rp 300 miliar lebih anggaran untuk pemadaman terutama di Riau, Sumatera Selatan dan wilayah Kalimantan. Sementara Jambi memang belum karena memang tidak ada titik api, Jambi sudah bagus karena pemerintah daerah sudah bisa mencegah," katanya. 

    Terkait status darurat kabut asap, Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) menginstruksikan untuk meliburkan aktivitas sekolah terutama di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan juga Taman Kanak-Kanak (TK). "Kita sudah instruksikan anak-anak boleh libur sekolah terutama PAUD dan TK kita instruksikan untuk ditutup," kata HBA. 

    Ini dilakukan untuk mengurangi dampak asap terhadap kesehatan khususnya anak-anak. Dengan diliburkannya siswa PAUD dan TK diharapkan anak-anak tidak banyak melakukan aktivitas di luar ruangan yang bisa berakibat tidak baik untuk kesehatan mengingat asap pekat yang menyelimuti Jambi. Sampai berapa lama instruksi untuk meliburkan siswa ini berlangsung HBA mengatakan bakal dilihat dari kondisi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU).

    "Kita lihat hari perhari tadi kan BMKG sebut bisa dilihat hari per hari, sekarang ini kondisi ISPU 100 lebih dan hot spot juga 7 di Jambi, sementara Sumatera Selatan ada 100 lebih dan arah angin dari selatan jadi asapnya mengarah ke Jambi," katanya. Selain meliburkan sekolah, Gubernur juga instruksikan pihak swasta untuk membantu pemerintah menyebarkan masker kepada masyarakat. "Diharapkan dari pihak swasta juga sebarkan masker dan kita sudah lakukan. Sama-sama kita lakukan untuk mengamankan dan menjaga kesehatan masyarakat kita," ujarnya. 

    Zubaidi AR Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi mengatakan BPBD dan juga instansi terkait sudah melakukan rapat terkait penanggulangan asap di Jambi, dari hasil rapat tersebut menurut Zubaidi BPBD bakal menyurati Bupati dan juga Dinas Pendidikan, dan juga Dinas Kesehatan di tiap kabupaten/kota untuk meliburkan sekolah khususnya PAUD dan juga TK. 
    "Kita sudah melaksanakan pertemuan dengan instansi terkait baik vertikal maupun di lingkungan SKPD, ada dari Polda, Dinas Kehutanan, Dinas Perkebunan, BMKG, BLH malahan Dinas Kesehatan Hewan sudah kita bawa dengan hasil kita harus menyurati Bupati dan Dinas Pendidikan untuk meliburkan sekolah PAUD dan TK," kata Zubaidi.

    BPBD juga mengimbau agar seluruh instansi dan juga swasta membagikan masker kepada masyarakat. "Kita harapkan semua instansi bisa memberikan masker kepada masayarakat dan juga dunia usaha," sebutnya. Selain berdampak terhadap kesehatan manusia, pada rapat terpadu tersebut juga dipaparkan pengaruh kabut asap juga mempengaruhi produktivitas hewan khususnya hewan ternak. BPBD Provinsi Jambi sebut Zubaidi juga telah menyurati BNPB terkait penanggulangan asap di Jambi. 

    "Kita sudah surati BNPB untuk BNPB melaksanakan pengeboman di titimk api wilayah batas Jambi, dan melaksanakan penyiraman hujan, yang sangat penting yakni pemadaman di bawah atau penyodokan karena yang terbakar lahan gambut," katanya. Menurut Zubaidi asap yang menyelimuti Jambi ini akibat kebakaran di wilayah HTI di Sumsel, sedangkan di Jambi lahan gambut yang sebelumnya sempat terbakar yakni berada di dua titik di Muaro Jambi dan Tanjabtim, sedangkan kawasan hutan yang terpantau titik panas diantaranya di Sarolangun, Merangin, Tebo. (dot)

    Polda Bentuk Tim Terpadu 
    POLDA Jambi berinisiatif membentuk tum terpadu khusus menyusun rencana aksi penanggulangan kebakaran hutan dan kabut asap. Tim nantinya dibentuk mulai tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Pernyataan itu disampaikan Kapolda Jambi Brigjen (Pol) Bambang Sudarisman melalui Kasubdit Penmas Bidang Humas Polda Jambi, AKP Wirmanto.
    Menurut Wirmanto, tim dari Polda hingga Polres. Menurutnya, hari ini juga diadakan rapat koordinasi (rakor) yang diikuti oleh seluruh Kabag Ops dan Kasat Reskrim dari seluruh polres di jajaran Polda Jambi. "Selain polisi, tim terpadu ini nantinya juga akan melibatkan TNI, serta instansi terkait lainnya," bilang Wirmanto.

    Pembentukan tim terpadu ini sebut Wirmanot, merupakan inisiatif dari Kapolda Jambi, yang melihat penanganan kebakaran lahan dan hutan, serta kabut asap kurang efektif. Karena selama ini masing-masing instansi bergerak sendiri-sendiri, sehingga dirasakan kurang efektif. "Maka dari itu, Pak Kapolda berinisiatif untuk membentuk tim terpadu," ungkapnya. 

    Adapun yang menjadi tugas tim terpadu tersebut, adalah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan perusahaan, mengenai efek buruk dari pembakaran hutan dan lahan. Kemudian, melakukan koordinasi lintas sektoral. "Terakhir adalah penegakan hukum. Dikarenakan sosialisasi sudah berjalan, maka jika masih ada yang melanggar akan diproses secara hukum," tuturnya. 

    Terkait kasus kebakaran lahan maupun hutan di Provinsi Jambi saat ini masih banyak. Saat ini saja, ada 5 kasus kebakaran lahan maupun hutan yang ditangani Polda Jambi dan jajaran. Dari 5 kasus tersebut, 2 diantaranya ditangani Polres Batanghari. Sedangkan 3 kasus lainnya, masing-masing ditangani oleh Polres Tanjabtim, Polres Tanjabbar, dan Polres Tebo. Hal ini diampaikanKapolda Jambi Brigjen Pol Bambang Sudarisman melalui Kasubdit Penmas Bidang Humas Polda Jambi, AKP Wirmanto.

    "Dari 5 kasus tersebut telah ditetapkan 13 orang tersangka," ungkap Wirmanto, kemarin. Di Polres Batanghari, dari 2 kasus yang ditangani, ada 3 tersangka yang ditetapkan. Dikatakan Wirmanto, 1 kasus sudah dilimpahkan tahap II ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), dan 1 kasus lainnya masih dalam proses pemeriksaan.

    "Di Polres Tanjabbar, ada 8 tersangka yang ditetapkan. Saat ini kasusnya. Juga sudah tahap II ke JPU," ungkap Wirmanto. Sementara itu di Polres Tanjabtim dan Polres Tebo, masing-masing ada 1 tersangka yang ditetapkan. Dikatakan Wirmanto, untuk kasus kebakaran lahan yang ditangani Polres Tanjabtim dan Polres Tebo, saat ini juga masih dalam proses pemeriksaan. "Saat ini ada 4 daerah yang menjadi perhatian khusus karena rawan terjadi kebakaran lahan dan hutan, yakni Sarolangun, Tebo, Tanjabbar, dan Batanghari," bilang Wirmanto

    Kerincinews.com Email : kerincinews@gmail.com Twitter : @kerincinews1 Terima kasih telah membaca :HBA Instruksikan Sekolah Libur
    • Komentar G+
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: HBA Instruksikan Sekolah Libur Rating: 5 Reviewed By: Adminn Kerincinews
    Scroll to Top
    //add jQuery library