• Pilihan

    Poros Muda Golkar Desak Munas

    golkar
    KERINCINEWS.COM, JAKARTA - Poros Muda Partai Golkar menuntut penyelenggaraan Musyawarah Nasional untuk memilih ketua umum baru. Pasalnya, masa kepemimpinan Aburizal Bakrie sudah berakhir.

    “Sesuai mandat AD/ART Partai Golkar pasal 30 ayat 2 butir a, masa kepengurusan DPP di bawah kepemimpinan Aburizal Bakrie berakhir tanggal 8 Oktober 2014,” kata Jurubicara Poros Muda Golkar Andi Sinulingga dalam jumpa pers di restoran Sari Kuring, kawasan SCBD, Jakarta kemarin (9/10).

    Dia menjelaskan, AD/ART merupakan asas dan dasar legalitas bagi seluruh kebijakan organisasi. Maka, sudah sepatutnya ketentuan tersebut dipatuhi oleh DPP agar dinamika organisasi berjalan secara sehat, jujur dan demokratis.

    Andi mengakui bahwa Munas 2009 lalu terdapat rekomendasi agar pelaksanaan Munas ditunda satu tahun hingga 2015. Namun, rekomendasi itu dikeluarkan dengan asumsi Pilpres 2014 berlangsung dua putaran.

    “Yang terjadi, pilpres berlangsung satu putaran sehingga tdak ada halangan bagi penyelenggaraan Munas,” ungkapnya.

    Dia menambahkan, jika dalam waktu dua minggu DPP Golkar tidak menunjukkan itikad baik untuk menyelenggarakan Munas, maka Poros Muda Partai Golkar akan mengambil langkah politik dan hukum demi menyelamatkan partai.

    Selain itu, Aburizal Bakrie juga dinilai bersikap otoriter dengan melakukan pemecatan sejumlah kader. Padahal, politisi yang akrab disapa Ical itu banyak gagal dalam melaksanakan program-program kerja.

    “Seperti monster politik, yang berseberangan dipecat. Ketika pak Jusuf Kalla kita tahu banyak yang membelot tetapi tidak mau memecat,” kata politisi Golkar Iskandar Mandji.

    Dia memastikan, kepemimpinan Ical di partai beringin telah selesai. Mengingat, sesuai AD/ART, jabatan Ical sebagai ketua umum berakhir pada 8 Oktober 2014. Namun, hingga hari ini, Ical tetap menjabat posisi tersebut. Padahal, selama masa kepemimpinannya, Ical tidak memiliki prestasi.

    “Pileg kalah, pilpres kalah, kursi (DPR) juga kurang dari sebelumnya. Malah dia jadi relawan,” ujar Iskandar.

    Dia mengakui bahwa Musyawarah Nasional Golkar bisa diundur satu tahun ke depan sesuai rekomendasi Munas 2009 apabila Pilpres 2014 berlangsung dua putaran. Serta, jika Ical menjadi calon presiden. Namun, kenyataannya, AD/ART partai tidak berubah di mana masa kepemimpinan ketua umum tetap lima tahun.

    “Ketika pileg dan pilpres dan pelaksanaan program sudah selesai, sekarang (Ical) tidak ada kerjanya,” tegas Iskandar

    Kerincinews.com Email : kerincinews@gmail.com Twitter : @kerincinews1 Terima kasih telah membaca :Poros Muda Golkar Desak Munas
    • Komentar G+
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Poros Muda Golkar Desak Munas Rating: 5 Reviewed By: Adminn Kerincinews
    Scroll to Top
    //add jQuery library