• Pilihan

    Gugatan Lanjutan Terhadap KPU Kerinci

    sidang
    KERINCINEWS.COM, KERINCI - Sidang lanjutan terhadap pengaduan kode etik yang dilaporkan Dedi Wahanardi ke Majelis Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) berlangsung alot. Baik pihak pengadu dan teradu beradu argumentasi dan bukti. Hal ini terkait laporan tidak dilakukannya Pergantian Antar Waktu (PAW) KPU Kerinci pasca pemecatan 5 Komisioner KPU Kerinci tiga hari sebelum Pemilihan Kepala Umum Kepala Daerah (Pemilukada) oleh DKPP.

    Suasana sidang sendiri berlangsung alot. Sidang yang dipimpin oleh Nelson Simanjuntak digelar di dua tempat melalui telecoference yakni di Mabes Polri dan di Polda Jambi. Tiga komisoner KPU yakni HM Subhan, Sanusi dan Nuraida Fitri Habi hadir di Mabes Polri. Sementara Desy Arianto, Pahmi dan pihak teradu Dedi Wanahardi hadir di Polda Jambi.

    Di awal sidang, Nelson meminta agar pihak pengadu Dedi menghadirkan saksi sesuai janjinya. Sayangnya, Dedi tidak bisa menghadirkannya karena saksinya yang menjabat lurah ini sedang studi banding. Namun Dedi fokus pada dugaan surat palsu soal surat keterangan domisili yang dikeluarkan Lurah Pematang Kandis yang nomor surat dan tanggal yang tidak sesuai dengan masa jabatannya lurah terkait.

    Karena itu, dalam permintaannya, Dedi menilai ada rekayasa alat bukti sehingga ini merupakan pelanggaran kode etik, berperilaku jujur dengan tindakan berbohong terlihat seolah-olah sudah melakukan verifikasi. “Kami meminta agar teradu 1,2,3,4 dan 5 untuk diberhentikan secara tetap,” ujarnya.

    Sementara itu, Komisoner KPU Provinsi Jambi, Nuraida Fitri Habi, membantah seluruh tuduhan dari Dedi. Menurutnya tidak benar ada pemalsuan surat. Karena dalam hal ini, KPU bukan pembuat surat tapi merupakan lembaga yang ditujukan. Ia juga membantah seluruh dalil yang diajukan pihak pengadu.

    Ditambahkan Ketua KPU Provinsi Jambi, H. M. Subhan, mengatakan, jika verifikasi sudah dilakukan. Bahkan, nama Dedi masuk dalam DP4 dan DPT di Merangin. Sementara di kerinci tidak masuk. “Bahkan, dari informasi yang kami dapat, Dedi sekolah di Merangin, berkeluarga di sini,” ucapnya.

    Terpisah, Hakim juga menilai jika soal surat yang palsu itu bukan KPU yang tertuduh karena yang membuat surat adalah lurah. Makanya, ia meminta Dedi jika memiliki bukti lain yang menguatkan soal tuduhan surat palsu tadi. Sementara itu, hakim lain menanyakan soal motivasi Dedi yang ngotot untuk di-PAW. Padahal, masa kerja tinggal sekitar 3 bulan. Apalagi posisi Dedy yang berstatus PNS di eselon IV. Sementara gaji KPU tidak begitu besar tawarannya.

    Dalam sidang tersebut pengadu Dedi Wanahadi menyampaikan 10 point keberatan terkait masa Pergantian Antar Waktu (PAW) di antaranya: Pertama, Pasca KPU Kerinci masa periode diberhentikan KPU Provinsi Jambi tidak melaksanakan Penggantian Antar Waktu (PAW) Anggota KPU Kabupaten Kerinci periode 2008-2013, Teradu selaku Ketua dan Anggota KPU Provinsi Jambi diduga telah melanggar Kode Etik.

    Menurut Dedi dalam aduannya menyatakan seharusnya KPU Provinsi melaksanakan Penggantian Antar Waktu (PAW) bagi 5 (lima) Anggota KPU Kabupaten Kerinci berdasarkan hasil seleksi tahun 2008, dengan menyebutkan masa jabatannya diperpanjang sampai dengan terbentuk dan terpilihnya Anggota KPU Kabupaten Kerinci yang baru, minimal dua bulan setelah pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kerinci Terpilih tanggal 4 Maret 2014, yakni pada tanggal 4 Mei 2014, namun hal itu tidak dilakukan. "Tapi anggota KPU provinsi tidak melaksanakan hal itu, maka melanggar Kode Etik," katanya.

    Maka menurut Dedi menyatakan sangat jelas telah melanggar Hak Asasi Pengadu sesuai Pasal 1 angka (6) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Sementara itu Ketua KPU Provinsi Jambi, Subhan, mengatakan, yang bersangkutan tidak dapat diloloskan menjadi anggota KPU Kerinci disebabkan aturan Tentang Seleksi Anggota KPU karena alasan domisili.

    Menurut Subhan, Dedi Wahanardi, bukanlah berdomisili di Kerinci melainkan di Merangin. Sesuai dengan KTP dan Kartu Keluarga dan Identitas yang disampaikan KPU Provinsi. "Oleh karenanya sdr. Dedi Wahanardi, A.KS., tidak lagi memenuhi persyaratan untuk menjadi Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota KPU Kabupaten Kerinci periode 2008-2013," katanya

    Maka dalam kesempatan ini KPU juga mengklarifikasi bahwa pihaknya tidak pernah menghilangkan hak pengadu dan/atau pelapor untuk menjadi PAW Anggota KPU Kabupaten Kerinci Periode 2008-2013 sebagaimana yang dituduhkan.(nid)Sidang DKPP di Polda Jambi, kemarin


    Kerincinews.com Email : kerincinews@gmail.com Twitter : @kerincinews1 Terima kasih telah membaca :Gugatan Lanjutan Terhadap KPU Kerinci
    • Komentar G+
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Gugatan Lanjutan Terhadap KPU Kerinci Rating: 5 Reviewed By: Adminn Kerincinews
    Scroll to Top
    //add jQuery library