• Pilihan

    Sukandar dan Zumi Siap Ambil Risiko

    KERINCINEWS.COM, JAMBI - Bagi kepala daerah yang ingin maju mencalonkan diri ke daerah lain, harus bersiap-siap untuk mengambil risiko. Pasalnya, dalam Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perppu) No 1 Tahun 2014 tentang pelaksanaan pemilihan kepala daerah termaktub bahwa bagi kepala daerah yang ingin maju ke daerah lain harus berhenti dari jabatannya. Namun Perppu ini sendiri masih belum disahkan.

    Dalam Perppu No 1 Tahun 2014 Pasal 7 tentang persyaratan menjadi kepala daerah, poin O mengatakan berhenti sebagai Gubernur, Bupati dan Walikota apabila mencalonkan diri di daerah lain. Jika Perppu tersebut berlaku pada pemilihan Gubernur Provinsi Jambi mendatang, maka beberapa kepala daerah yang digadang-gadangkan maju sebagai calon pada pelgub 2015 mendatang mau tak mau harus mundur dari jabatannya.

    Diantaranya adalah Bupati Tebo Sukandar dan Bupati Tanjung Jabung Timur, Zumi Zola. Meski aturan ini masih belum seratus persen bakal dipakai, namun keduanya mengaku siap untuk mengambil risiko berhenti sebagai bupati dan maju menjadi calon gubernur.

    "Kalau itu memang menjadi acuan, maka hal itu sudah menjadi risiko bagi diri saya," ujar Sukandar saat berkunjung ke kantor redaksi Tribunjambi, Kamis (13/11) lalu. Sukandar mengatakan dirinya sudah memahami terkait peratuan pilkada melalui Perppu. Untuk itu dirinya akan menjalankan aturan tersebut. Sukandar sendiri telah menyatakan maju menjadi calon gubernur dan saat masih menjabat bupati.

    Namun demikian Sukandar tak mau berspekulasi terkait aturan yang belum disahkan DPR-RI itu. Katanya dirinya masih menunggu keputusan resmi dari DPR-RI.

    "Tapi nanti kita lihat di bulan Januari saat pembahasan Perppu ini," ucapnya.

    Sementara itu calon yang juga disebut-sebut bakal meramaikan bursa calon Gubernur Jambi adalah Bupati Tanjabtim, Zumi Zola. Zumi menyatakan Perppu tersebut adalah aturan yang harus dijalankan.

    "Ya itu risiko, kalau kita maju itu kan ada aturan mainnya, gak masalah, gak ada khawatir," katanya kepada Tribun, Jumat (14/11).

    Meski demikian Zumi berpendapat persoalan itu masih multi tafsir. Karena belum ada penjelasan konkret atas aturan tersebut.

    Bupati Tanjung Jabung Timur itu mengatakan hal itu berlaku pada calon yang lintas provinsi.
    "Mungkin saja aturan itu muncul gara-gara pak Jokowi dari Walikota Solo maju menjadi Gubernur Jakarta," katanya.

    Menyikapi kondisi ini, Zumi mengaku dirinya tidak mau berspekulasi terkait peraturan pengganti undang-undang tersebut.
    "Tapi yang jelas saat ini kita fokus pada pemilihan langsung," katanya.


    Kerincinews.com Email : kerincinews@gmail.com Twitter : @kerincinews1 Terima kasih telah membaca :Sukandar dan Zumi Siap Ambil Risiko
    • Komentar G+
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Sukandar dan Zumi Siap Ambil Risiko Rating: 5 Reviewed By: Adminn Kerincinews
    Scroll to Top
    //add jQuery library