• Pilihan

    Mata Cicin Rasulullah Terbuat Dari Batu Akik?

    KERINCINEWS.COM, KERINCI - Cincin sebagai aksesoris tidak hanya dipakai kaum perempuan saja, tapi juga dipakai oleh laki-laki. Hanya saja laki-laki diharamkan untuk memakai cincin atau perhiasan yang terbuat dari emas. Nabi Muhammad SAW juga memakai cincin dan berfungsi sebagai stempel surat dakwah yang dikirim ke berbagai penjuru dunia.

    Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW hendak menulis surat ke Kisra (Persi), Kaisar (Romawi), dan Najasyi (Ethiopia). Kemudian ada yang mengatakan’Mereka tidak mau menerima surat, kecuali jika ada stempelnya.’ Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat cincin dari perak, dan diukir tulisan Muhammad Rasulullah. Saya melihat putihnya cincin itu di tangan beliau. (HR. Ahmad 12738, Bukhari 5872, Muslim 2092, dan yang lainnya).

    Setelah Nabi wafat cincin tersebut digunakan oleh para khulafa’ Ar-Rasyidin sebagai stempel surat. Dari beberapa riwayat dijelaskan bahwa ciri-ciri cincin Rasulullah yaitu terbuat dari perak, ada mata cincinnya yang juga terbuat dari perka, logam perak mata cincin Nabi berasal dari Ethiopia. Bagian mata cincin berukir tulisan Muhammad Rasulullah yang digunakan sebagai stempel.

    Salah satu hadist yang menceritakan tentang cincin Rasulullah adalah, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhuma yang menceritakan ‘Cincin Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam terbuat dari perak, dan mata cincinnya berasal dari Habasyah (Ethiopia)’ (HR. Muslim 2094, Turmudzi 1739, dan yang lainnya).

    Kedua, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma,

    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menggunakan cincin dari perak, dan beliau gunakan untuk menstempel suratnya. (HR. Ahmad 5366, Nasai 5292, dan sanadnya dinilai shahih oleh Syuaib al-Arnauth).

    Nabi melarang untuk membuat cincin dengan ukiran serupa. al-Hafidz Ibn Hajar menjelaskan, ’Karena dalam cincin itu ada tulisan nama beliau, dan status beliau. Beliau membuat demikian sebagai ciri khas beliau, yang membedakan dengan lainnya. Jika yang lain dibolehkan untuk membuat ukiran cincin seperti itu, maka tujuan ini tidak terwujud.’ (Fathul Bari, 10/324).

    Para ulama berbeda pendapat mengenai makna mata cincin berasal dari Habasyah. Imam an-Nawasi menyebutkan beberapa perbedaan pendapat tersebut adalah mata cincinnya berupa batu dari Habasyah, berupa batu akik. Karena tambang batu akik ada di Habasyah dan Yaman. Warnanya seperti seperti orang habasyah, yaitu berwarna hitam. Kata Ibn Abdil Bar, inilah pendapat yang lebih kuat. Berdasarkan riwayat dari Anas yang menegaskan bahwa mata cincin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari perak. Artinya, bukan batu akik.

    Kedua makna di atas benar. Dalam arti, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terkadang memakai cincin yang matanya dari perak dan terkadang memakai cincin yang matanya batu akik. (Syarh Shahih Muslim, 14/71).

    Al-Hafidz Ibn Hajjar juga menyebutkan beberapa kemungkinan yang lain, mata cincin beliau berupa batu dari habasyah. Mata cincinnya dari perak. Disebut dari Habasyah, karena cirinya. Bisa jadi ciri modelnya atau ciri ukirannya.

    Menurut Hilmi Aydin (2005) dalam bukunya "The Sacred Trusts", cincin Rasulullah SAW itu kini berada di Istana Topkapi (Topkapi Palace), atau dalam bahasa Turkinya Topkapi Sarayi Istanbul.

    Cincin tersebut semula berada di Madinah. Ketika Sultan Salim menjadi penguasa Turki Usmani, maka cincin tersebut dipindahkan ke Istanbul. "Ini sebagai simbol kejayaan Islam,"ujarnya.




    Kerincinews.com Email : kerincinews@gmail.com Twitter : @kerincinews1 Terima kasih telah membaca : Mata Cicin Rasulullah Terbuat Dari Batu Akik?
    • Komentar G+
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Mata Cicin Rasulullah Terbuat Dari Batu Akik? Rating: 5 Reviewed By: Adminn Kerincinews
    Scroll to Top
    //add jQuery library