• Pilihan

    Pasangan Cekcok, Adegan Porno Disebarkan

    KERINCINEWS.COM, KERINCI - Kasus seks menyimpang dengan merekam adegan seksualitas dan menyebarkannya melalui dunia maya yang akhir-akhir ini marak terjadi di Provinsi Jambi menjadi fenomena yang sangat mengkhawatirkan. Bagaimana dan siapa saja pelakunya?

    Fenomena Kasus Pornografi di Jejaring Sosial Marak di Jambi

    Kasus foto bugil Bunga, remaja 17 tahun, yang beredar di jejaring sosial Facebook (FB) baru-baru ini menghebohkan Kabupaten Tebo. Sebelumnya, kasus hampir serupa sudah sering kali terjadi. Biasanya, si pelaku atau penyebar foto adalah teman dekat atau mantan pacar si korban.

    Seperti kasus di Tebo, menyeret mantan pacar korban "W" yang diduga pelaku penyebaran foto di FB. Namun, keterangan W tidak mengetahui kenapa foto-foto yang saat itu berada di dalam Hp-nya bisa menyebar ke FB dengan akun Putra Jambi.

    " Iya, W yang saat ini ditahan di Polres Tebo mengaku tidak tahu kenapa foto tersebut bisa tersebar," ungkap Kasat Reskrim Polres Tebo, AKP Ridwan Hutagaol.
    Kasat mengungkapkan, pihaknya saat ini masih terus melakukan penyidikan, atas dugaan adanya pelaku lain yang telah menyebarkan foto syur Bunga di FB tersebut. " Berkas akan segera kita kirim ke Cyber Crime, nanti setelah itu. Semoga ketahuan siapa dan identitasnya," pungkas Kasat. "Iya, untuk tahun ini kasus foto dan video porno hanya satu kasus," jelas Kasat Reskrim Polres Tebo, AKP. Ridwan Hutagaol, kemarin.

    Kasat menambahkan, dengan adanya kasus pornografi ini, diharapkan tidak ada lagi kasus-kasus seperti ini. Karena, perilaku ini sangatlah tidak terpuji. Pelaku maupun korban kata kasat, walaupun suka sama suka keduanya bisa menjadi tersangka.
    Sebelumnya, warga Sarolangun juga dikejutkan dengan beredarnya video porno dua warga Mandiangin yang sedang melakukan hubungan layaknya sepasang suami istri. Dua warga Mandiangin tersebut, adalah inisial DW (16) warga Desa Rengkiling, Kecamatan Mandiangin, sedangkan tersangka pelaku pria MTR (20), warga Desa Taman Dewa, Kecamatan Mandiangin.

    Ceritanya, pelaku perempuan (DW) dalam video porno tersebut dirayu oleh MTR, untuk melakukan hubungan layaknya suami istri. Berkat rayuannya, MTR sukses menyetubuhi DW sebanyak empat kali. Tersangka sengaja memvideokan hubungan layaknya suami istri tersebut, saat melakukan persetubuhan yang ketiga. Pada persetubuhan yang ketiga, tersangka mendokumentasikan atau memvideokan persetubuhan dengan korban menggunakan handphone.
    Video tersebut kemudian terlihat oleh rekan tersangka yang kemudian menyebarkan video tersebut. Akhirnya video tersebut terlihat oleh orang tua korban, dan melaporkan tersangka ke pihak berwajib. Pada saat video ada di Hp tersangka, teman tersangka ada melihat video itu yang sebelumnya diberitahu tersangka dan kemudian menyebarluaskan video tersebut.

    Jauh sebelumnya di Kerinci, pada April 2013 beredar video mesum yang diduga diperankan oleh pelajar SMA berdurasi sekitar 6 menit 2 detik. Di dalamnya memperlihatkan adegan seorang remaja perempuan, tanpa dibalut sehelai benang pun, melakukan aktivitas seksual sendiri.
    Lalu, juga ada video mesum siswa MAN yang berdurasi selama beberapa detik, memperlihatkan adegan suami istri yang dilakukan di semak-semak. Tahun 2012 lalu, video berdurasi selama 1 menit 47 detik, juga beredar luas di Kerinci dan Sungai Penuh. Kedua pelaku yang sama-sama masih berusia muda, terlihat sedang melakukan hubungan suami istri di dalam sebuah kamar.

    Menanggapai maraknya peredaran adegan pornografi di Provinsi Jambi ini, Ainal Mardhiah, M.Psi., mengatakan terjadinya praktik merekam adegan porno, disebabkan akses yang mudah. “Yaitu murahnya handphone atau perangkat lainnya untuk merekam adegan mesra mereka. Awalnya mungkin bisa saja hanya untuk iseng, untuk konsumsi pribadi, untuk koleksi pribadi dan beragam alasan pribadi lainnya,” papar Dhiah.
    Terlepas dilakukan dengan pasangan resmi (suami istri) atau bukan, selama tujuan merekam bukan untuk disebarluaskan, menurut Dhiah merekam adegan mesra tersebut terbilang normal. “Memang kesannya tidak etis ya, merekam adegan seperti itu. Tetapi selama privasi antara pasangan dan bukan untuk disebarluaskan, itu normal. Yang tidak normal jika tujuannya untuk diperlihatkan pada orang lain dan sengaja disebarkan. Itu sudah ekshibisionis,” sambung Dhiah.
    Ekshibisionis adalah kelainan mental di mana seseorang mendapatkan kepuasaan apabila memamerkan kelamin atau bagian tubuhnya yang dianggap tabu kepada orang lain. Misalnya seorang pria yang mempertontonkan kemaluan kepada wanita lain yang tak dikenal atau wanita yang seenaknya memamerkan buah dadanya kepada orang tak dikenal. “Meskipun bukan kelainan dan dianggap wajar, merekam video percintaan sendiri sebaiknya dilakukan dengan sangat hati-hati. Pastikan pasangan adalah orang yang benar-benar dapat dipercaya. Selain itu, pertimbangkan juga kemungkinan terjadinya konflik dengan pasangan nantinya yang memungkinkan terjadinya penyebaran video tersebut. Saya pribadi, tentu tidak menyarankan merekam adegan ini,” tambah Dhiah.
    Dipungkiri atau tidak, nyatanya ada beberapa kasus di mana sang pacar ataupun mantan pacar menggunakan video seks ataupun foto mesra koleksi pribadi untuk mengancam pasangannya. Oleh karena itu, jika memang berniat merekam adegan percintaan, sebaiknya pasangan sama-sama setuju dan tanpa ada unsur paksaan. “Privasi harus betul-betul dijaga. Kalau hanya dilakukan dan ditonton untuk berdua tidak apa-apa. Tapi ada juga orang yang memasang CCTV secara sembunyi-sembunyi di kamar dan menggunakan video untuk tujuan yang tidak baik,” jelas Dhiah.
    Yang tak kalah pentingnya adalah menjaga kerahasiaan video pribadi dengan pasangan. Video ini seharusnya hanya layak untuk konsumsi pribadi kedua pasangan, bukan untuk diperlihatkan kepada orang lain, apalagi membuka kesempatan orang lain untuk memperbanyaknya. Tanggung jawab pasangan sangat penting agar hal-hal pribadi tidak sampai menjadi konsumsi publik. Jika terlanjur demikian, akibatnya bisa fatal. Tentunya tidak ada orang yang mau harus menanggung malu seumur hidup, bahkan sampai meringkuk di penjara hanya gara-gara kenikmatan sesaat.


    Kerincinews.com Email : kerincinews@gmail.com Twitter : @kerincinews1 Terima kasih telah membaca :
    • Komentar G+
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Pasangan Cekcok, Adegan Porno Disebarkan Rating: 5 Reviewed By: Adminn Kerincinews
    Scroll to Top
    //add jQuery library