• Pilihan

    Pilgub Jambi Membutuhkan Figur Alternatif

    Bukhari Muallim
    Bukhari Muallim
    Dosen Ilmu Politik dan Pemerintahan STIA_NUSA

    KERINCINEWS.COM, JAMBI - Sesuai dengan simulasi yang dilakukan KPU RI, berkemungkinan Pilgub Jambi akan dilaksanakan pada 11 November 2015, namun demikian ini tentunuya belum final karena tahapan yang sudah disimulasikan tersebut bisa saja berubah.


    Menjelang Pilgub Jambi 2015 nanti, sudah mulai ramai dibicarakan tentang figur-figur yang diprediksi akan maju dipilgub Jambi nantinya. Dari beberapa nama yang ramai diperbincangkan oleh para pengamat maupun media cetak dan online, HBA dan Zumi Zola merupakan dua nama yang paling santer dibicarakan, dan dua kandidat ini diprediksi akan bersaing ketat di Pilgub nantinya. Namun dalam mencermati dinamika politik Pilgub Jambi saat ini, pengamat politik Jambi Bukhari Muallim melihat, bahwa secara keseluruhan kandidat yang bakal maju di Pilgub Jambi memiliki peluang yang sama untuk bisa menduduki kursi nomor satu di Provinsi Jambi, walau ia tidak menampik bahwa di segi populeritas HBA dan Zumi Zola sangat sulit untuk di tandingi.

    "Untuk populeritas sepertinya HBA dan Zola sudah didepan, tapi dinamika politik itukan tidak menentu, jadi peluang yang lain masih sangat terbuka," katanya.

    Menurutnya, dinamika politik saat ini sangat jauh berbeda dengan dinamika politik lima tahun yang lalu. Dimana dulu populeritas merupakan aspek yang sangat menentukan kemenangan seorang kandidat, jadi kalau seseorang memiliki populeritas yang tinggi bisa diprediksi bahwa ialah yang akan menang, hal ini berbalik dengan tren politik sekarang, dimana orang yang tidak diunggulkan banyak yang memperoleh dukungan suara yang signifikan.

    "Ketika Jokowi maju di Pilgub DKI, hampir tidak ada analis politik yang menjagokannya, kemudian kalau soal populeritas ,siapa yang tidak kenal dengan Prabowo, sejak 2008 masyarakat sudah tau bahwa Prabowo adalah calon presiden," jelasnya.

    Dirinya melihat bahwa, persoalan hari ini masyarakat menginginkan sesuatu yang baru untuk bisa ditawarkan kepada masyarakat dari kandidat itu sendiri. Diharapkan sebagai solusi yang bisa menyelesaikan persoalan sosial dan pembangunan di Provinsi Jambi untuk lebih baik lagi. Disamping itu, dalam melahirkam pemimpin, masyarakat harus dipuaskan dengan kebebasan dalam menentukan pilihannya, sehingga pilihan-pilihan masyarakat betul-betul didasari oleh kesadaran dan akal sehat. Hal ini menurut Bukhari, sangat berkaitan dengan jumlah calon yang nanti ditetapkan, "Semakin sedikit calon maka aspek populeritas akan mendominasi persentase kemenangan kandidat, sebaliknya semakin banyak calon maka masyarakat akan lebih selektif dalam menentukan pilihan, karena kecenderungan masyarakat saat ini akan memilih calon yang dianggap mampu menawarkan program yang berpihak pada masyarakat," ungkapnya.

    Hal ini bisa dikatakan semacam peluang bagi kandidat yang lain, untuk mendapatkan tempat di tengah-tengah masyarakat. Hanya saja, sejauh mana kesungguhan dan kemampuan kandidat yang lain mampu menawarkan sebuah solusi untuk kemajuan masyarakat Jambi, itu kembali kepada kandidat itu sendiri.

    "Saya berkeyakinan, peluang untuk kandidat yang tidak diunggulkan masih tetap terbuka, pertanyaannya mereka punya apa yang bisa ditawarkan kepada masyarakat, sebagai referensi bagi masyarakat untuk memilih," katanya.

    Selama ini fenomenanya, masyarakat selalu disugguhkan dengan kondisi politik yang jenuh, dimana masyarakat tidak dihadapkan pada banyaknya pilihan, sehingga terbangunlah opini publik seolah-olah Jambi miskin kader pemimpin. Padahal menurut Bukhari Muallim, banyak orang-orang yang berpotensi yang layak dan patut di dorong untuk ikut memimpin Jambi. "Saya pikir, masyarakat kita cukup terbuka dengan visi perubahan yang lebih baik, yang paling penting tunjukkan bahwa siapapun orangnya memang bermental pemimpin dan berpihak pada masyarakat," jelas dosen kepemimpinan ini.

    Kuda hitam akan berlaku bagi calon yang tidak diunggulkan, tapi memiliki potensi untuk meraup suara terbanyak. Ia menyebutkan bahwa, dibeberapa daerah ada kandidat yang tidak dilirik karena secara politik dianggap tidak memiliki basis massa atau dukungan, justru setelah penghitungan suara dialah sebagai pemenang.

    "Di Kabupaten Lebong Bengkulu, Rosjonsah tidak pernah diperhitungkan sama sekali akan menjadi pesaing bagi kandidat lain, tapi sangat mengejutkan ketika penghitungan suara nama beliau lebih banyak disebut," ungkapnya.

    Dalam kasus yang sama juga terjadi di Provinsi Jawa Tengah. Calon incumbent lebih dijagokan ketimbang Ganjar Pranowo, tapi justru juga keluar sebagai pemenang.

    "Menurut saya, dinamika politik sekarang menawarkan perubahan pandangan pada masyarakat, persoalannya sekarang banyak kandidat yang masih malu-malu, padahal sekarang sudah waktunya untuk bertindak, secara politik sampai sekarang hanya HBA dan Zumi Zola yang mampu melakukan itu," katanya.

    Dari penuturannya, beberapa figur yang muncul saat ini dan digadangkan-gadangkan akan ikut meramaikan Pilgub Jambi 2015, seharusnya menunjukkan kepada masyarakat bahwa mereka memang akan menjadi bagian dari konstelasi politik  Pilgub 2015.

    "Yang jelas, bagaimana kita tau kalau beliau-beliau itu punya visi untuk masyarakat jambi, kalau tidak disampaikan kepada masyarakat," ungkapnya.

    Dari beberapa nama yang muncul menurut Bukhari, semuanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun pengelolaan potensi politik yang baik akan mampu menjadi kelebihan yang dapat merobah persepsi publik bahwa, politik modern dalam negara demokrasi, sudah masuk pada taraf wilayah pemikiran dan kesadaran secara rasional, bahwa perubahan itu merupakan siklus kepemimpinan yang dimulai dari masyarakat itu sendiri.

    "Jadi menurut saya, beberapa nama yang mencuat akhir-akhir ini, kita harapkan betul-betul termotivasi untuk ambil bagian dan bersama-sama membangun jambi," ungkapnya.

    Yang juga penting menurutnya, pertimbangan-pertimbangan sosiologis tentu juga harus menjadi rujukan bagi setiap kandidat dalam menggalang dukungan. Dan siapapun yang terpilih nantinya, tentu merupakan pilihan terbaik masyarakat Jambi, tutupnya. (noha)


    Kerincinews.com Email : kerincinews@gmail.com Twitter : @kerincinews1 Terima kasih telah membaca :Pilgub Jambi Membutuhkan Figur Alternatif.

    Sumber : Kerincizone.com
    • Komentar G+
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Pilgub Jambi Membutuhkan Figur Alternatif Rating: 5 Reviewed By: Adminn Kerincinews
    Scroll to Top
    //add jQuery library