• Pilihan

    Yanti Kelahiran Sungai Penuh Menjadi PNS Teladan Sarolangun

    KERINCINEWS.COM, SAROLANGUN - Bekerja dan bekerja itulah sepertinya yang ada dalam diri Febriati SE, alumni STIE IKABAMA Jambi yang kini menjabat Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Sarolangun. Sekaligus peraih penghargaan PNS Teladan 1 Sarolangun.

    Hari-hari dipenuhi aktivitas tanpa henti, selalu dirasakan perempuan kelahiran Sungai Penuh 25 Februari 1965 silam.

    "Ya tidak saja full bekerja. Malah pernah lembur sampai subuh, itu sudah hal biasa dirasakan. Asal makan teratur dan terjaga," kata ibu tiga anak ini.

    Sesibuk dan sesusah apapun pekerjaan yang dijalani, kata kuncinya bilang Febriati, adalah pengaturan dan keteguhan hati melakukan. Kata dia, semua pekerjaan susah kalau dianggap susah, dan semua pekerjaan dianggap gampang bila dikerjakan.

    "Maksudnya kalau susah tapi kita gak ngerjain ya selamanya akan tetap susah. Malahan jadi beban lho," ujarnya.

    Di samping pekerjaan diatur, hendaknya dilakukan secara ikhlas. Insya Allah katanya tidak akan menuai masalah, karena memang risikonya demikian. Apalagi bekerja melayani publik tidak cukup asal kerja saja.

    Namun, harus bisa membantu dalam hal apapun memberikan sumbangsih bagi yang dilayani. "Ya, bila dirasa berat, memang berat nian. Pernah dulu saking sibuk kerja, dua hari tidak makan nasi cuma makan snack kecil. Akhirnya drop dan jatuh sakit," ujarnya.

    Ternyata dari kejadian itu ditarik intisari, pola seperti tidak tepat dilakukan. Lantaran fisik punya batasan maksimal bekerja. Itulah kata dia, butuh memanage diri dan pekerjaan.

    Ia pun menyambut baik, adanya rencana pengurangan jam kerja PNS perempuan, apalagi yang punya anak umur 0 hingga tujuh tahun. "Memang itu diharapkan nian, walau bagaimana perempuan kadang tidak kerja tetap sibuk. Apalagi kerja pasti sibuk," katanya.

    Tapi hendaknya harus ada pilIhan. Jujur kata Feb, biasa ia dipanggil, mana tugas pokok dan tidak pokok ada pemisahan. "Ya, pengurangan jam sangat baik. Tapi, bagaimana pula ya? Kadang kala jam yang ada saja, pas kita sibuk malah kekurangan. Karena kalau saya pikir sepihak, malah makin sibuk, jam yang ada dikurangi," ujarnya.

    Sehingga, katanya, jika memang peraturan itu nanti diterapkan, ada rincian detail menerangkannya. Kelak bila tidak, PNS takut disalah artikan dan gunakan.

    Begitu pula wacana diterapkan efisiensi anggaran, itu dinilainya, sangat baik. Lantaran tidak lagi ditemukan pemborosan.

    "Sebenarnya soal itu lagi kita lihat anggaran, kalau prioritas utama gak bisa dikurang. Takutnya malah gak terlaksana," ujarnya. Memang sudah selayaknya tidak ada pemborosan. Termasuk di pertemuan atau rapat rapat, menu menu singkong sebisa mungkin ditradisikan," katanya


    Kerincinews.com Email : kerincinews@gmail.com Twitter : @kerincinews1 Terima kasih telah membaca :Yanti Kelahiran Sungai Penuh Menjadi PNS Teladan Sarolangun


    sumber ;tribunsjambi
    • Komentar G+
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Yanti Kelahiran Sungai Penuh Menjadi PNS Teladan Sarolangun Rating: 5 Reviewed By: Adminn Kerincinews
    Scroll to Top
    //add jQuery library