• Pilihan

    Zola - HBA Adu Popularitas Jelang Pilgub Jambi

    KERINCINEWS.COM, JAMBI - Pemilihan Gubernur (pilgub) Jambi menjadi ajang adu popularitas antarsang petahana HBA yang memiliki latar belakang birokrat melawan Zumi Zola, Bupati Tanjab Timur dengan latar belakang publik figur. Tentu ini menjadi pertarungan sengit mengingat dari amunisi keduanya sama-sama kuat.
    Dari sisi jaringan, keduanya juga memiliki kekuatan tim yang sudah teruji. HBA misalnya sudah terbukti menang di pilgub lalu. Sementara Zola yang didukung ZN juga memiliki jaringan tim yang pernah memenangkan ZN pada pemilukada 2010 lalu dengan angka di atas 70 persen.

    Dengan kondisi ini, tentu publik tinggal menunggu sejauhmana aktivasi jaringan yang dimiliki keduanya. Apalagi di tengah dinamisnya aturan pilgub khususnya terkait jadwal pilgub. Pengamat politik dari Idea Institute, Jafar Ahmad, mengatakan, kedua kandidat ini sama-sama memiliki kekuatan yang hampir sama untuk jaringan.

    Zola misalnya yang merupakan putra ZN memiliki jaringan luas dan ini terbukti dengan kemenangan di atas 70 persen. ”Lawan ZN pada pilgub 2010 tidak berkutik. Meski mereka ada Usman Ermulan yang juga bupati, Hasip mantan Wakil Gubernur. Angka kemenangan ZN waktu itu di atas 70 persen,” ujarnya saat dihubungi, kemarin

    Dengan demikian, Zumi Zola tanpa dukungan ZN akan sulit melawan HBA. Zola tentu akan memanfaatkan jaringan ZN, mulai dari jaringan partainya, jaringan koleganya khususnya kepala daerah yang pernah diusung ZN, mantan kepala daerah yang memiliki kedekatan dengan ZN.

    Di sisi lain HBA juga sudah teruji memenangkan pilgub. Saat ini, posisinya adalah petahana. Ia juga merupakan ketua partai pemenangan pemilu di Jambi. Di mana sejumlah bupati berafiliasi dengan partai ini. Bahkan, juga ada yang memiliki kedekatan emosional seperti Bupati Merangin Al Haris.

    Karena itu, kemenangan kedua kandidat ini akan sangat ditentukan seberapa efektif menguasai jaringan dan jaringan ini bisa bekerja. Ibarat nomor Hp, itu harus diaktifkan baru bisa digunakan. Walaupun nomornya cantik, pulsanya banyak, tapi tidak diaktifkan maka tidak ada manfaatnya,” kata Jafar.

    Ia mengatakan, ciri-ciri jaringan itu aktif di antaranya adalah tingkat pertama, ada aktivitas dari jaringan ini minimal ada deklarasi, punya simbol jaringan seperti sekretariat, relawan hingga simbol laonnya.

    Tingkat kedua, mereka bisa menarasikan dan membincangkan calonnya ini kepada orang lain. Tingkat berikutnya, jaringan ini memiliki kemampuan merekrut. “Sejauh ini saya melihat jaringan ini masih banyak belum aktif. Kalaupun sudah ada baru sebatas di tingkat pertama, sementara yang paling bagus minimal bisa menarasikan atau paling tinggi merekrut,” ucapnya.

    Terkait pengaruh jaringan ini sendiri, ini ditentukan oleh budaya memilih masyarakat di daerah tersebut. Misalnya faktor sosialogis, seperti apa keterwakilan daerah dalam memutuskan pemilih memilih kandidatnya. Ini juga tergantung seberapa hebat kemampuan tim untuk menarasikan pentinganya keterwakilan calon daerah.

    Secara khusus saat ini belum bisa dipastikan jaringan mana memiliih siapa. Karena misalnya untuk kelompok komunitas, LSM, atau kelompok masyarakat tertentu ini akan sangat tergantung dari seberapa besar budi kandidat terhadap kelompok pemilih ini. “Ini sangat pragmatis. Misalnya kalau itu komunitas daerah, apa yang dirasakan masyarakat,“ ujarnya.

    Ia sendiri meyakini Zola akan menggunakan jaringan ZN selama ini. Meski tentu tidak 100 persen bisa didapatkan. HBA juga bisa jadi akan memanfaatkan dukungan dan jaringan partainya, orang-orang yang memiliki kedekatan secara emosional misalnya kelompok santri, orang yang memiliki kedekatan daerah dan lainnya.

    Sebagai petahan, masyarakat akan menilai keberhasilan HBA. Karena itu masalah isu sangat berpengaruh. Ketika ada masyarakat yang merasa tidak menikmati pembangunan HBA, maka ini akan menjadi antites bagi Zola. Karena berita yang sifatnya negatif berdasarkan penelitian12 kali lebih cepat menyebar ke masyarakat. “Artinya 1.200 persen pengaruhnya. Karena itu adu isu bisa jadi akan bermain dalam pilgub ini,” ujarnya.

    Begitu juga Zola. Keberhasilan sebagai bupati dan tawaran perubahannya juga akan mempengaruhi apakah masyarakat akan menjatuhkan pilihan nantinya kepadanya. Atau masyarakat sebenarnya sudah merasa nyaman dengan kepemimpinan HBA.



    Kerincinews.com Email : kerincinews@gmail.com Twitter : @kerincinews1 Terima kasih telah membaca : Zola - HBA Adu Popularitas Jelang Pilgub Jambi



    Source: jambi independent
    • Komentar G+
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Zola - HBA Adu Popularitas Jelang Pilgub Jambi Rating: 5 Reviewed By: Adminn Kerincinews
    Scroll to Top
    //add jQuery library