• Pilihan

    Kasus-kasus yang Mendap di Kejari Sungai Penuh

    KERINCINEWS.COM, KERINCI - Kasus - kasus yang menyita perhatian public di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh masih banyak yang belum tuntas. Kasus tersebut kini masih ditangani Kejaksaan Negeri Sungaipenuh dan Polres Kerinci.

    Di Kejaksaan Negeri Sungaipenuh masih ada kasus korupsi pembangunan 100 unit rumah transmigrasi di Sungai Bermas dengan kerugian Rp 144 juta tahun 2011 yang belum tuntas, kemudian kasus Bantuan Sosial (Bansos) APBD tahun 2008 dengan kerugian Rp 2,5 miliar yang melibatkan 28 anggota dewan yang baru tujuh orang yang divonis bersalah.

    Sedangkan di Polres Kerinci kasus yang belum tuntas seperti kasus dugaan ijazah palsu peserta tes CPNS 2013 atas nama Jeje Bintara dan kasus ijazah palsu anggota DPRD Kota Sungaipenuh M Sanusi.

    Kepala Kejaksaan Negeri Sungaipenuh Agus Widodo mengatakan, terkait kasus Bansos APBD tahun 2008 lima orang terdakwa sudah divonis tiga tahun penjara. Menurutnya, para terdakwa melakukan banding, dan pihaknya pun melakukan banding.

    ‘‘Jaksa kita yakni Kasi Pidsus dan Kasi Datum sudah melakukan penandatanganan akta banding di Jambi,’‘ ujarnya.

    Dikatakannya, dengan melihat hasil persidangan dengan pertimbangan perkara pertama, maka pihaknya akan tetap melanjutkan kasus Bansos 2008 tersebut. ‘‘Tentu kita masih lanjutkan kasus tersebut, tapi secara bertahap. Kita selesaikan kasus yang belum selesai, seperti Sungai Bermas. Secara bertahap lah,’‘ ungkapnya.

    Ditanya mengapa kelima terdakwa tidak ditahan? Kajari menyebut dalam Diktum putusan hakim tidak ada perintah hukum untuk menahan para terdakwa.

    ‘‘Sekarang masih upaya hukum belum berkekuatan hukum tetap, kalau sudah ada putusan kasasi baru berkekuatan hukum tetap dan para terdakwa ditahan,’‘ ucapnya.

    Mengenai pencekalan, Kejari Sungaipenuh sudah mengajukan perpanjangan pencekalan kelima terdakwa kasus Bansos tersebut ke Kejagung.

    ‘‘Sudah kita ajukan perpanjangan pencekalan ke Kejagung melaku Kejati Jambi,’‘ ujarnya.

    Sedangkan untuk kasus Sungai Bermas Kejari Sungaipenuh sudah menetapkan tiga tersangka. Saat ini Kejari sedang melakukan pemberkasan terhadap tiga tersangka tersebut untuk dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

    ‘‘Masih pemberkasan, pemeriksaan saksi sudah selesai semua. Setelah itu kita limpah JPU, baru limpah ke Pengadilan Tipikor,’‘ jelasnya.

    Sementara itu di Polres Kerinci kasus dugaan ijazah palsu peserta CPNS tahun 2013 terus diusut. Kapolres Kerinci, AKBP S Winugroho, mengatakan berdasarkan keterangan pihak Dikti, bahkwa ijazah yang digunakan Jeje Biantara dalam mengikuti tes CPNS di Sungaipenuh tersebut tidak sah.

    ‘‘Dikti sudah memberikan keterangan kepada penyidik Polres Kerinci dan menyatakan bahwa ijazah yang digunakan oleh Jeje tersebut tidak sah,’‘ ujar AKBP S Winugroho.

    Untuk menindaklanjuti hasil tersebut, kata dia, pihaknya akan terus melakukan penyidikan. ‘‘Yang jelas kita tetap berkomitmen menyelesaikan kasus ini sampai tuntas. Jika ada saksi atau bukti baru akan kita panggil,’‘ tegasnya.

    Sedangkan kasus dugaan ijazah palsu anggota DPRD Kota Sungaipenuh, M Sanusi masih terus diusut Polres Kerinci. Kasat Reskrim Polres Kerinci AKP A Naibaho mengatakan, terkait kasus tersebut pihaknya sudah pulang dari UISU Medan Kopertis Wilayah I Sumut-NAD. Bahkan Selasa (6/1) lalu Polres Kerinci melakukan gelar perkara terkait kasus tersebut.

    ‘‘Ya, sudah gelar perkara,’‘ katanya


    Kerincinews.com Email : kerincinews@gmail.com Twitter : @kerincinews1 Terima kasih telah membaca :
    • Komentar G+
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Kasus-kasus yang Mendap di Kejari Sungai Penuh Rating: 5 Reviewed By: Adminn Kerincinews
    Scroll to Top
    //add jQuery library