• Pilihan

    Klim Asuransi AirAsia Capai Rp 3,5 Miliar Per Penumpang

    KERINCINEWS.COM, KERINCI - Misteri keberadaan pesawat AirAsia QZ 8501 akhirnya terjawab. Tim gabungan telah berhasil menemukan kepingan pesawat dan beberapa jasad yang diduga penumpang atau kru QZ8501. Duka mendalam pastinya dirasakan oleh korban atau kerabat dari penumpang pesawat itu. Namun, di balik duka, aturan nasional maupun internasional telah mengatur hak-hak keluarga korban kecelakaan pesawat.

    Salah satunya, hak atas asuransi. Merujuk pada Konvensi Montreal tentang Unifikasi Aturan-Aturan Terkait Penerbangan Internasional, pihak maskapai wajib bertanggung jawab secara hukum untuk memberikan pertanggungan kepada penumpang. Besaran klaim, menurut Konvensi itu, berubah dari waktu ke waktu, mengikuti laju inflasi global.

    Adapun kurs acuannya menggunakan mata uang khusus milik International Monetary Fund (IMF), yaitu Special Drawing Rights (SDR). Saat ini, 1 SDR dihargai AS$1,5 atau jika dikonversi dalam rupiah sekitar Rp17.729.

    Konvensi menyatakan bahwa santunan bagi penumpang diberikan dalam dua tahap. Tahap pertama, maskapai wajib membayar ganti rugi hingga 100.000 SDR atau sekitar Rp1,77 miliar atas penumpang yang meninggal atau yang terluka dalam kecelakaan pesawat. Pada tahap pertama ini, maskapai tidak bisa mengajukan keberatan atau banding karena sifatnya yang wajib.

    Tahap kedua, maskapai membayar biaya hidup keluarga yang ditinggalkan, sebagai bentuk iktikad baik perusahaan terhadap keluarga penumpang yang meninggal. Untuk santunan tahap kedua ini, maskapai bisa saja tidak memberikan santunannya jika mereka bisa membuktikan tidak lalai atas insiden kecelakaan.

    Selain asuransi dari pihak maskapai, pemerintah Indonesia juga bertanggung jawab memberikan santunan melalui PT Jasa Raharja.

    Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia, Julian Noor menjelaska nilai pertanggungan dari Jasa Raharja bisa berbeda-beda tergantung dari kondisi korban. Julian merinci, penumpang yang mengalami luka bisa mendapatkan santunan sebesar Rp25 juta per orang. Sementara untuk yang meninggal atau cacat tetap nilainya akan lebih tinggi, yaitu Rp50 juta.

    “Dalam kecelakaan ini, jika semua penumpang ditemukan meninggal dunia maka mendapatkan nilai pertanggungannya yang sama besar,” kata Julian, Rabu (31/12).

    Penumpang rupanya tak hanya mendapatkan santunan wajib Jasa Raharja. UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan mengatur bahwa ahli waris atau korban sebagai akibat kejadian angkutan udara juga berhak mendapatkan ganti kerugian tambahan selain ganti kerugian yang telah ditetapkan. Hanya saja, hak itu baru bisa didapatkan melalui putusan pengadilan.

    Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara secara lebih detail mengatur soal penggantian dana tambahan itu. Menurut Permenhub ini, jumlah ganti kerugian terhadap penumpang yang mengalami kecelakaan pesawat sehingga mengakibatkan penumpang meninggal dunia, adalah sebesar Rp1.250.000.000 per orang.

    Jadi, jika dikalkulasikan maka keluarga korban berhak mendapatkan klaim dari pihak maskapai dan santunan wajib Jasa Raharja. Jika pengadilan memutus keluarga korban berhak mendapat tambahan dana ganti kerugian, klaim asuransi yang didapat bisa mencapai Rp3,5 miliar.

    Belum lagi jika sebelum terbang penumpang membeli asuransi perjalanan tambahan, maka ahli waris mendapat tambahan klaim. Biasanya, asuransi tambahan itu dijual terpisah secara retail atau disalurkan melalui agen maupun outlet di bandara-bandara.

    “Jadi, penumpang juga bisa mendapatkan perlindungan asuransi perjalanan tambahan jika mereka membeli polis yang biasanya,” tambah Julian.

    Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta perusahaan asuransi yang menjamin penumpang pesawat AirAsia QZ 8501, Allianz Global Corporate & Specialty UK, dan juga PT Jasa Raharja (Persero) segera melayani pihak keluarga dari penumpang yang menjadi korban.

    "OJK memerintahkan perusahaan asuransi dan Jasa Raharja segera melayani hak-hak klaim dan santunan para korban AirAsia kepada pihak pihak keluarga terutama Jasa Raharja," kata Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) II OJK, Dumoly F Pardede di Jakarta, Selasa (30/12).

    Perusahaan asal Jerman Allianz Global Corporate & Specialty UK sebelumnya sudah mengkonfirmasi akan menjadi lead reinsurer untuk AirAsia, untuk pesawat dan asuransi pertanggungan 162 orang yang berada di dalamnya.

    Asuransi pesawat

    Kecelakaan pesawat AirAsia tak hanya menelan korban manusia, melainkan juga badan pesawat. Rupanya, pihak maskapai pun berhak mendapatkan klaim asuransi atas kerugian yang dideritanya akibat kehancuran armadanya itu. Pada tahun 1911, Inggris mulai mengenal asuransi jenis ini yang diterbitkan oleh perusahaan Lloyd’s of London. Sayangnya, setahun kemudian perusahaan menghapusnya karena cuaca buruk yang mengakibatkan kecelakaan pesawat benar-benar terjadi.

    Tahun 1929, barulah terbit aturan mengenai syarat, kondisi, dan pembatasan mengenai pertanggungjawaban asuransi pesawat terbang melalui Konvensi Warsawa. Teranyar, Konvensi Montreal merupakan rujukan hukum internasional yang digunakan dalam pengurusan asuransi pesawat terbang.

    Menurut Konvensi Montreal, besar nilai penggantian pesawat sama seperti peraturan asuransi kendaraan biasa. Besar klaim ini dihitung dari harga pesawat dan kemampuan perusahaan reasuransi penjamin polis.

    AirAsia akan mendapat klaim armadanya dari pihak Jasindo sebagai penanggung aviation hull insurance atau asuransi untuk rangka pesawat. Bentuk tanggungan tersebut dapat berupa penggantian uang tunai atau rangka pesawat baru. Namun, Jasindo tak sendiri dalam menanggung klaim asuransi AirAsia. Menurut Julian, skema asuransi pada maskapai memang cukup rumit karena melibatkan banyak pihak.

    “Tidak hanya satu perusahaan asuransi saja dari dalam tetapi juga luar negeri,” kata Julian.

    Kerincinews.com Email : kerincinews@gmail.com Twitter : @kerincinews1 Terima kasih telah membaca : Klim Asuransi AirAsia Capai Rp 3,5 Miliar Per Penumpang



    Get Adobe Flash player
    • Komentar G+
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Klim Asuransi AirAsia Capai Rp 3,5 Miliar Per Penumpang Rating: 5 Reviewed By: Adminn Kerincinews
    Scroll to Top
    //add jQuery library