• Pilihan

    Menembus Pariwisata Kerinci Go Internasional

    Oleh: Medi Salpia

    Kerinci, tak diragukan lagi keindahan alamnya, seni budaya adat Kerinci menambah keunikan Kerinci dibandingkan di daerah lainnya, tapi kenapa pariwisata di Kerinci terkesan berjalan di tempat, tidak ada maju – majunya..?? adakah pemerintah serius dalam mengelola pariwisata di Kerinci..?? atau adakah pemerintah mengerti bagaimana cara mengembangkan pariwisata diKerinci..??

    Selama ini, yang saya tangkap dari pernyataan pejabat – pejabat Kerinci, pariwisata Kerinci tidak bisa maju karena belum adanya hotel berbintang, akses yang jauh dari provinsi Jambi, tidak adanya investor yang membangun pariwisata Kerinci dan kurangnya infrasturktur penunjang pariwisata, sampai – sampai ada pernyataan dari bupati Kerinci sendiri bahwa Kerinci masih kental dengan adat budaya dan tradisi, sementara pari turist asing ingin minum arak, sehingga diperlukan perda yang mengatur masalah arak ini.

    Menurut pendapat saya, apakah benar para turis selalu membutuhkan hotel berbintang..? pada kenyataannya tidak juga, mereka lebih suka menginap di penginapan murah dan dekat dengan penduduk, karena yang mereka cari adalah pengalaman mendalami adat dan kebudayaan setempat, mereka lebih suka berinteraksi sama penduduk lokal, apalagi penduduk lokalnya menerima mereka dengan ramah. kenapa mereka tidak membutuhkan hotel berbintang..?? karena kebanyakan dari mereka melakukan perjalanan, selama berbulan bulan, dan untuk mencari pengalaman bertualang bahkan ada yang betahun tahun untuk mengelilingi dunia. Yang membutuhkan hotel berbintang itu adalah, bagi para wisatawan yang sudah tua atau bagi mereka yang orientasinya untuk keperluan bisnis.

    Masalah akses yang jauh dari provinsi induk, apakah ini bisa jadi masalah..?? pada dasarnya tidak juga, karena sering kali saya temui para turis – turis melakukan perjalanan lebih memilih jalan darat, naik kereta api, bahkan ada yang bersepeda motor untuk mengelilingi dunia. Kita lihat saja, di kepulauan Mentawai yang aksesnya jauh dan sulit, tapi masih banyak turis mancanegara yang mengunjungi tempat itu, kepulauan raja ampat, yang aksesnya belum memadai, tapi masih banyak turis asing yang kesana. Apa bedanya Kerinci dengan tempat – tempat terpencil itu..??  Bahkan, banyak juga turis – turis sengaja mengunjungi tempat – tempat yang masih terpencil untuk dijadikan tempat wisata, karena mereka ingin merasakan pengalaman berpetualang yang berbeda dan kesan yang berbeda. Masalah akses, kabupaten Kerinci bisa menggaet wisatawan yang datang kesumatra barat sebagai pintu kedatangan turis mancanegara dengan bandara internasionalnya.

    Tidak adanya investor yang membangun pariwisata Kerinci, apa yang diharapkan dari investor..?? membangun hotel berbintang..?? membangun objek wisata seperti water boom..?? para wisatawan, tidak selalu membutuhkan hal itu, kalau bisa di kelola oleh pemerintah Kerinci kenapa harus menunggu pihak swasta atau investor..?? apa karena hal itu menunjukkan ketidak berdayaan pemerintah dalam membangun pariwisata..?? Kerinci bisa membangun, kawasan Kerinci dengan bebas sampah, tertata rapi, aman, ramah, bersahabat untuk bersepeda, bersahabat bagi pejalan kaki, yang anggarannya bukan untuk anggaran pariwisata, tapi anggaran dari kesatuan dinas lainnya.

    Apakah benar mereka membutuhkan minuman arak..?? benar sekali, gaya hidup turis mancanegara selalu minum arak sebagai minuman utama, tapi ketika mereka memutuskan untuk berkunjung ke belahan dunia lain, mereka tidak memikirkan masalah itu, mereka hanya membutuhkan pengalaman yang baru dan tidak biasa, kenapa tidak menawarkan mereka minuman traditional Kerinci, seperti jamu, sirup kulit manis, dan serbuk daun kawo. Hal itu lebih berkesan bagi mereka dari pada sekedar minum arak. yang menjadi masalah sekarang ini adalah, apa yang Kerinci tawarkan sebagai daerah yang indah bagi para wisatawan..?? Kerinci sudah memiliki segalanya, kecuali pantai. Menurut saya, yang ditawarkan Kerinci sebaiknya fokus kepada wisata bertualang kealam, karena keindahan – keindahan alam itu kebanyakan berada di alam dan dikawasan TNKS. Dengan management pariwisata yang baik dan pengemasan wisata yang baik, tentunya para turis akan lebih suka berkunjung ke Kerinci. Di samping objek wisata utamanya. Misalkan, bagi yang ingin berkunjung ke gunung Kerinci ataupun kedanau gunung tujuh.??  Apakah dikawasan sekitar sudah tertata dengan baik untuk membuat nyaman para wisatawan..?? buktinya tidak.. kawasan kayoe aro dan siulak bahkan tak tertata dengan baik dan sampah bertebaran dimana – mana. Disekitar kaki danau gunung tujuh, kenapa tidak bisa dijadikan sebagai kawasan desa adat..?? desa yang asri dan ramah terhadap para tamu yang datang.  Begitu juga dengan kawasan lempur, dijadikan kawasan desa adat yang asri, bersih dari sampah dan tertata rapi, serta aman pastinya.

    Kenapa di Kerinci, tidak dijadikan kawasan yang ramah terhadap pejalan kaki dan pesepeda, karena dengan aktivitas itu, orang yang berkunjung ke Kerinci bisa lebih berkesan dalam menikamti alam Kerinci, karena pada dasarnya para turis lebih suka bersepeda dan berjalan kaki.

    Di tempat objek wisata, apa yang bisa ditawarkan, adakah kawasan danau Kerinci dan kawasan Air Panas Semurup tertata..?? buktinya masih banyak sampah dan pedagang yg tidak tertata dengan baik oleh pemerintah Kerinci. Lihat saja saat acara Festimal Masayarakat Peduli Danau Kerinci (FMPDK)  dan lebaran, di objek wisata seperti kawasan pasar yang kacau balau dan dipenuhi sampah.

    Kenapa di sekitar kawasan Air Panas Semurup dijadikan berbentuk taman, yang dalamnya ada air panasnya dengan pedestrian (tempat jalan kaki yang aman dan nyaman) sehingga membuat betah para wisatawan berlama – lama disana. Di jepang, sangat terkenal sekali dengan wisata berendam di air panas, dan Kerinci memiliki potensi ini. Didanau Kerinci, apakah para turis hanya sekedar melihat – lihat saja dr tempat yang kumuh tak tertata dan banyak sampahnya..?? dan pinggiran danau Kerinci banyak dijadikan tempat pembuangan sampah.

    Kota Sungai Penuh, sebagai kota utama di wilayah Sakti Alam Kerinci, kenapa tidak dijadikan kawasan yang tertata dengan baik, kawasan yang aman, nyaman dan bersih, kempanyekan ke sekolah menggunakan sepeda, kempanyekan kesekolah berjalan kaki, dan buatkan pedestrian/tempat jalan kaki yang aman, nyaman, dan lebar. Tatalah kota Sungai Penuh dengan baik, buatkan pasar yang nyaman dan bersih, terminal yang terintegrasi, kawasan parkir yang aman. Dan kawasan kuliner yang tertata dan bersih. Sekarang, semuanya tak tertata dengan baik, parker liar dimana – mana, sampah bertebaran dimana – mana, udara yang sejuk terkontaminasi dengan debu, drainase air yang buruk dan pasara yang semeraut. jangan sampai kota sungai penuh yang akan berkembang menjadi kota besar tumbuh semeraut dan tak tertata dengan baik, cukup Jakarta dan Bandung menjadi contoh atas salahnya dalam pengembangan dan penataan kawasan kota.

    Penulis aktif melakukan perjalanan Wisata di Dalam Negeri dan Luar Negeri


    • Komentar G+
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Menembus Pariwisata Kerinci Go Internasional Rating: 5 Reviewed By: Adminn Kerincinews
    Scroll to Top
    //add jQuery library