• Pilihan

    Pakar Politik UI: Negara Dalam Keadaan Genting

    KERINCINEWS.COM, JAKARTA - Hasil sidang praperadilan yang memenangkan tuntutan Budi Gunawan (BG) atas status tersangkanya, membuat posisi suhu politik di Indonesia semakin memanas. Presiden Joko Widodo, saat ini berada dalam kondisi terjepit terkait dilantik atau tidaknya BG menjadi kepala kepolisian RI (Kapolri).

    Pakar politi Universitas Indonesia Prof Dr Maswadi Rauf mengatakan, di satu sisi, Jokowi--panggilan Joko Widodo-- harus menepati janjinya memberikan keputusan setelah keluarnya hasil praperadilan. Status tersangka BG yang telah dianulir, membuat peluang BG dilantik semakin besar. Beberapa pihak, baik dari DPR maupun partai politik pendukung Jokowi yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) gencar meminta Jokowi segera melantik BG.

    Menurut Maswadi, di pihak lain, banyak masyarakat yang ingin Jokowi membatalkan pelantikan karena dugaan BG memiliki rekening gendut. Terlebih, masyarakat semakin kehilangan kepercayaan kepada Polri secara institusi terkait penetapan para petinggi dan para penyidik Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) sebagai tersangka. Masyarakat menilai penetapan itu bentuk kriminalisasi dan sebagai ajang balas dendam setelah ditetapkannya BG sebagai tersangka oleh KPK.

    Dua pilihan sulit bagi Jokowi. Tetapi ia adalah kepala negara, dan keputusan bijaknya saat ini sedang ditunggu masyarakat Indonesia. Setiap keputusan terkait BG ini, sudah pasti memiliki resiko.

    Jika tak melantik, dipastikan ia bakal menjadi bulan-bulanan DPR dan parpol pendukungnya. Bisa jadi ia akan kehilangan dukungan politik. Tetapi, jika tetap melantik, ia akan kehilangan kepercayaan dari masyarakat dan para mantan pemiliknya. Pamor Jokowi, akan turun drastis.

    Jokowi harus menanggung segala resiko karena menurut saya apa yang terjadi sekarang akibat keputusannya mengajukan calon Kapolri tunggal.

    Memang, bukan rahasia umum langkah itu dilakukan atas desakan orang atau golongan tertentu untuk menjadikan BG sebagai kapolri meskipun KPK sudah memberikan warning pada saat Jokowi mengajukan nama BG jelang pemilihan menteri kabinet Jokowi.

    Negara memasuki keadaan genting, kata Maswadi. Jika Jokowi melantik BG sebagai kapolri, berpotensi menimbulkan kemarahan masyarakat luas. Apalagi, BG, sebagai orang yang diduga penyebab konflik Polri-KPK secara institusi, akan menjadi pimpinan tertinggi kepolisian Indonesia.

    Dia mengatakan, demonstrasi dan aksi turun Lembaga Swadaya Masyarakat, pemuda, mahasiswa dan masyarakat ke jalan sangat mungkin terjadi. Yang ditakutkan, negara akan mengalami goncangan dahsyat seperti yang terjadi pada 1998.

    Menurut Maswadi, demi menjaga stabilitas negara dan situasi menjadi dingin, BG sebaiknya mengundurkan diri dari pencalonan yang dilakukan terhadapnya. Jokowi juga sebaiknya mendengar aspirasi dari kalangan yang lebih luas, ketimbang selalu mendengarkan bisikan orang-orang dekat yang memiliki kepentingan tertentu.



    Kerincinews.com Email : kerincinews@gmail.com Twitter : @kerincinews1 Terima kasih telah membaca :Pakar Politik UI: Negara Dalam Keadaan Genting
    • Komentar G+
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Pakar Politik UI: Negara Dalam Keadaan Genting Rating: 5 Reviewed By: Adminn Kerincinews
    Scroll to Top
    //add jQuery library