• Pilihan

    Penyidik KPK Sita 6 Rumah & Uang Rp 200 M

    Penyidik KPK Sita 6 Rumah & Uang Rp 200 M
    Penyidik KPK Sita 6 Rumah & Uang Rp 200 M
    KERINCINEWS.COM, JAMBI - Komisi Pemberantasan Korupsi terus menyita aset-aset milik Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bangkalan, Jawa Timur, Fuad Amin Imron. Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha mengatakan penyitaan tersebut berkaitan dengan kasus tindak pidana pencucian uang yang diduga dilakukan Fuad.

    "Hari ini penyidik kembali menyita satu mobil di Surabaya. Jadi, dari tiga minggu kegiatan, penyidik telah menyita sepuluh mobil, duit Rp 200 miliar, dan enam rumah," ujar Priharsa di kantornya, Jumat, 6 Februari 2015. Selain itu, kata dia, penyidik juga menyita dua rumah-toko dan satu apartemen.

    Menurut dia, aset Fuad yang disita terdapat di sejumlah daerah, yakni Bangkalan, Surabaya, Bali, Yogyakarta, dan Jakarta. Priharsa belum bisa menaksir jumlah total aset bermasalah bekas Bupati Bangkalan dua periode itu. "Belum dihitung secara pasti. Masih dikembangkan lagi," ujarnya.

    Dia mengatakan tidak semua aset tersebut atas nama Fuad. Ada juga aset yang kepemilikannya atas nama kerabat Fuad. Sejumlah kerabat Fuad ini sudah diperiksa KPK.

    Pada 29 Desember 2014, KPK menerapkan pasal tindak pidana pencucian uang terhadap Fuad. Tuduhan baru ini merupakan pengembangan kasus dugaan suap dalam proyek pembangunan pipa gas untuk pembangkit listrik di Gresik dan Gili Timur, Bangkalan.

    KPK menduga Fuad menerima suap dari PT Media Karya Sentosa sebesar Rp 700 juta. Fuad diduga menerima "ucapan terima kasih" itu karena membantu perusahaan itu mendapatkan kontrak penyaluran gas dari PT Pertamina Hulu Energy West Madura Offshore sejak 2007 atau saat ia menjabat Bupati Bangkalan.

    Karena itu, Fuad dijerat dengan pasal penyalahgunaan wewenang dalam kapasitasnya sebagai Bupati Bangkalan. Pasal tindak pidana pencucian uang merupakan jeratan ketiga terhadap politikus Gerindra tersebut.

    KPK menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan suap seputar jual-beli gas alam untuk pembangkit listrik di Gresik dan Gili Timur. Yakni Fuad Amin Imron dan ajudannya, Rauf, serta Direktur PT Media Karya Sentosa Antonio Bambang Djatmiko.

    Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan terhadap Antonio dan Rauf di Jalan Bangka, Jakarta Selatan, pada awal Desember lalu. Petugas KPK menemukan duit Rp 700 juta di mobil Rauf. Sehari kemudian, KPK mencokok Fuad di kediamannya di Bangkalan. Saat mencokok Fuad, penyidik KPK juga menyita duit sekitar Rp 4 miliar.

    tempo.co


    Kerincinews.com Email : kerincinews@gmail.com Twitter : @kerincinews1 Terima kasih telah membaca :Penyidik KPK Sita 6 Rumah & Uang Rp 200 M
    • Komentar G+
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Penyidik KPK Sita 6 Rumah & Uang Rp 200 M Rating: 5 Reviewed By: Adminn Kerincinews
    Scroll to Top
    //add jQuery library