• Pilihan

    Ayah dan Anak Penjual Kulit Harimau Ditangkap di Kerinci

    KERINCINEWS.COM, KERINCI - Jambi - Kasus perburuan liar dan perdagangan satwa langka dilindungi di Jambi masih terus terjadi. Perburuan liar dan perdagangan satwa dilindungi tersebut melibatkan warga desa sekitar hutan.

    Dua warga Desa Pungut Mudik, Kecamatan Air Hangat Timur, desa sekitar hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Sup (40) dan Res (19), hingga Kamis (19/3) ditahan dan diperiksa penyidik Polres Kerinci terkait perburuan liar dan perdagangan ilegal harimau Sumatera (Pantheratigris sumatrae).

    Kedua tersangka yang merupakan ayah dan anak tersebut ditangkap Satuan Gabungan Polres Kerinci dan Polisi Kehutanan (Polhut) Balai TNKS Kerinci ketika hendak melakukan transaksi penjualan kulit dan tulang harimau sumatera di jembatan Sanggaran Agung, Kecamatan Danau Kerinci, Kerinci, Jambi, Rabu (18/3) sore.

    Dari tangan tersangka berhasil diamankan barang bukti kulit dan tulang–belulang seekor harimau Sumatera yang telah diawetkan.

    Wakil Kepala Kepolisian Resort (Wakapolres) Kerinci, Komisaris Polisi (Kompol) Katino, menjelaskan penangkapan dua pemburu dan pedagang satwa langka dilindungi tersebut berawal dari adanya laporan petugas TNKS Kerinci tentang dua orang warga Kerinci hendak menjual kulit dan tulang harimau pada Rabu siang.

    Kedua pelaku menggunakan sepeda motor Vixion nomor polisi BH 2491 DH. Pelaku diperkirakan menjual kulit dan tulang harimau tersebut menuju perbatasan Kerinci–Kabupaten Merangin.

    Mendapatkan laporan tersebut, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kerinci melakukan pengintaian dan menunggu di Jembatan Sanggaran Agung, jalur menuju Kabuaten Merangin.

    Akhirnya petugas pun berhasil mencegat kedua tersangka di jembatan tersebut pada sore hari.

    “Ketika petugas memeriksa tas ransel yang dibawa tersangka Res, di dalamnya terdapat kulit seekor harimau Sumatera yang telah diawetkan. Sedangkan dari tersangka Sup ditemukan plastik berisi tulang–belulang harimau Sumatera. Kedua tersangka yang merupakan ayah dan anak pun langsung digelandang ke Polres Kerinci,” katanya di Kerinci, Kamis (19/3).

    Menurut pengakuan tersangka Sup, lanjut Katino, dia menangkap harimau tersebut dengan cara meracun di ladangnya, Desa Pungut Mudik, kawasan TNKS.

    Setelah harimau tersebut mati kena racun, tersangka mengambil kulit dan tulang-tulangnya untuk dijual kepada penadah berinisial BJ di Kerinci.

    Tersangka juga mengaku bahwa anaknya, Res yang berstatus mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Kerinci, tidak terlibat dalam pembunuhan harima tersebut. Anaknya hanya membantu mengantarkan tersangka menjual kulit dan tulang harimau tersebut.

    “Kasus ini masih kami kembangkan untuk mengetahui jaringan perburuan liar dan perdagangan ilegal satwa dilindungi di Kerinci. Keberadaan penadah kulit dan tulang harimau berinisial BJ juga masih kami selidiki,” katanya.

    Dikatakan, kedua tersangka pelaku perburuan liar dan perdagangan ilegal harimau sumatera tersebut akan dijerat dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Tindak Pidana Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara.

    Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Wilayah I Balai besar (BB) TNKS Kerinci, Agusman mengatakan pihaknya curiga terjadi perburuan liar dan perdagangan ilegal harimau Sumatera di kawasan TNKS, Desa Pungut Mudik, Kerinci karena beberapa pekan terakhir tidak terlihat lagi jejak seekor harimau Sumatera yang biasa berada di kawasan hutan TNKS desa tersebut.

    Kamera pemantau yang kami pasang di kawasan hutan TNKS wilayah Desa Pungut Mudik tidak pernah lagi menangkap harimau di kawasan hutan desa itu.

    “Ketika kami lakukan survei ke lapangan baru-baru ini, jejak harimau tersebut pun tidak tampak lagi. Kami curiga harimau tersebut terkena jerat pemburu liar. Karena itu kami melakukan penyelidikan. Ternyata ada warga desa yang menangkap harimau tersebut dengan cara memberi racun. Hasil penyelidikan itu pun kami laporkan kepada Polres Kerinci, Rabu (18/3) dan pelaku berhasil ditangkap,” katanya


    Kerincinews.com Email : kerincinews@gmail.com Twitter : @kerincinews1 Terima kasih telah membaca :Ayah dan Anak Penjual Kulit Harimau Ditangkap di Kerinci 

    beritasatu.com
    • Komentar G+
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Ayah dan Anak Penjual Kulit Harimau Ditangkap di Kerinci Rating: 5 Reviewed By: Adminn Kerincinews
    Scroll to Top
    //add jQuery library