• Pilihan

    Kucing Bule Mendadak Nongol di Kawasan TNKS


    KERINCINEWS.COM, KERINCI - Peneliti kucing liar di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), kembali menemukan fonomena langka. Seekor kucing "bule" terekam saat melintas di depan kamera pengintai. Kucing liar itu diduga awalnya jenis kucing emas, yang memiliki bulu warna kuning keemasan.

    Namun karena terjadinya variasi genetik, kucing emas tadi warnanya berubah menjadi hitam, sehingga berbeda dengan warna induknya. Petugas Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat, Iding Ahcmad Haidir, mengatakan kucing emas melanistik adalah individu kucing emas yang mengalami variasi genetik sehingga pigmen gelap (pigment melanin) lebih dominan.

    Karenanya, satwa yang mengalami variasi genetik melanisme mempunyai warna kulit atau rambut berwarna gelap, berbeda dengan induknya yang memiliki warna yang mencolok. Melanisme atau melanistik, berasal dari bahasa Yunani yang berarti pigmen hitam. Proses melanisme dapat diartikan sebagai upaya adaptif satwa tertentu dalam menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungannya.

    "Biasanya individu satwa melanistik lebih mampu bertahan hidup. Sebagai contoh kucing emas melanistik diuntungkan dalam berburu mangsa pada malam hari, karena warna gelap pada seluruh permukaan kulit atau rambutnya," kata Iding, mahasiswa Wildcru-Oxford Universit. Disampaikannya, pada temuan kali ini fenomena kucing emas melanistik diduga kuat terjadi karena variasi genetik.

    Lokasi terfotonya individu kucing emas hitam tadi berada jauh di dalam kawasan TNKS.

    "Titik pengamatan berupa stasiun kamera penjebak berada di pegunungan dengan topografi sangat berat. Indikasi adanya kegiatan manusia di lokasi ini pun sangat kecil, sehingga dugaan fenomena melanisme disebabkan oleh polutan menjadi sangat lemah," ungkapnya.

    Temuan kucing emas melanistik yang terfoto kamera pengintai tadi merupakan temuan ketiga sejak tahun 1996. Foto kedua tercatat tahun 2011 berada di kawasan TNKS di sekitar kabupaten Kerinci.


    Penyebab melanisme lainnya adalah kondisi lingkungan yang sangat kotor, polusi udara atau polusi air yang menyebabkan mutasi warna kulit/ rambut satwa.

    Contoh melanisme (melanistik) ini umunya mudah terjadi pada jenis-jenis serangga, seperti kupu-kupu dan ngengat.

    "Jenis-jenis serangga ini dapat menjadi indikator kualitas lingkungan suatu daerah, jika banyak ditemukan jenis kupu-kupu yang tidak biasanya berwarna dominan hitam, makan dapat diduga kawasan tersebut sudah mengalami pencemaran tingkat tinggi," imbuh Iding.

    Studi penelitian jenis kucing besar di Amerika Selatan, AS, Kenya, Malaysia dan Sumatera, menunjukkan fenomena melanistik terjadi juga pada beberapa jenis keluarga felidae. Beberapa contoh, yaitu jaguar di Brasil, macan tutul di Malaysia dan Pulau Jawa, biasa disebut macan kumbang, bob cat di Amerika Serikat dan jaguarun di di Chile dan Argentina.

    Hasil penelitian, dengan menggunakan kamera pengintai di Semenanjung Malaysia, ditemukan 90 persen foto macan tutul hitam (black panther) ditemukan di daerah biasa macan tutul tidak pernah terdeteksi okamera penjebak. Pada situasi tertentu, gen melanistik akan sangat dominan sehingga menyebabkan sebagian besar populasi mempunyai warna kulit atau rambut gelap sampai hitam total. Melanisme juga dapat terjadi pada jenis canidae (keluarga anjing/ serigala), kelinci dan tupai.[tribunjambi.com]

    Kerincinews.com Email : kerincinews@gmail.com Twitter : @kerincinews1 Terima kasih telah membaca :Kucing Bule Mendadak Nongol di Kawasan TNKS
    BBM Kerincinews.com

    • Komentar G+
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Kucing Bule Mendadak Nongol di Kawasan TNKS Rating: 5 Reviewed By: Kabar Kito
    Scroll to Top
    //add jQuery library