• Pilihan

    Salah Satu Mushaf Al-Qur'an Tertua Ditulis di Kerinci

    Al-Quran

    KERINCINEWS.COM, KERINCI - Berita penemuan Alquran tertua di dunia dari Universitas Birmingham Inggris, pekan ini, meninggalkan beberapa pertanyaan. Kalau di Inggris ada Alquran ber umur lebih dari 1.300 tahun, bagaimana dengan di Indonesia? Di mana jejak Alquran tertua dari nusantara bisa terlacak?

    Di Bayt Alquran dan Museum Istiqlal (BQMI) jejak itu bisa terbaca. Ada sebuah lemari pajangan dari kayu di Bayt Alquran. Di dalamnya dipajang berlembar-lembar kertas yang tak muda usia. Di antaranya selembar naskah alias mushaf Alquran yang diberi nama La Lino.

    Naskah ini terbuat dari bahan kertas dari Eropa dengan ukuran 35 x 22 cm. Sementara ukuran teksnya 15 x 12,5 cm setebal 598 halaman. Iluminasi Alquran ini bergaya khas nusantara dengan warna emas, merah, hijau, biru, dan kuning.

    Alquran yang dibuat pada tahun 1815 tersebut merupakan wakaf dari Hajah Siti Maryam Rahmat Salahudin. Yang bersangkutan adalah putri ketujuh sultan Bima terakhir, Sultan Mahmud Salahudin. Mushaf inilah salah satu naskah Alquran paling tua yang berasal dari Indonesia.

    Ada juga Mushaf Cirebon yang diperkirakan dibuat pada abad ke-19. Corak hiasan desain alquran ini seperti kain batik Cirebon. Alquran ini berukuran 42 x 27 cm, dengan setiap halaman terdiri atas 15 baris teks.

    Kemudian ada pula Mushaf Kerinci II. Penulisnya adalah Khatib Saleh Imam Marozi. Mushaf ini ditulis di Kerinci pada akhir abad ke-18, dengan ukuran 31 kali 19 sentimeter. Keunikan mushaf tersebut adalah bagian pinggirnya dihiasi motif geometris.

    Pemilik yang mewakafkan mushaf tersebut kepada BQMI adalah Dipati Hamid, yaitu keturunan kedari dari Khatib Imam Marozi. Dulunya, mushaf itu digunakan untuk belajar di Pesantren Al Hak yang terletak di Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

    Berdirinya Republik Indonesia secara umum memang menutup buku banyak kerajaan nusantara. Sebagian besar kerajaan sudah menjadikan Islam sebagai agama resmi jauh sebelum kemerdekaan. Saat ini berbagai mushaf kuno peninggalan kerajaan-kerajaan tersebut menjadi saksi bisu.

    Anggota Dewan Pakar Pusat Studi Alquran (PSQ) Jakarta, Muchlis M Hanafi, menyebutkan, sejauh ini Museum Bayt Alquran telah mendata dan mengumpulkan sebanyak 396 naskah Alquran kuno. Sebagian besar merupakan naskah yang telah didigitalisasi. "Mushaf kuno itu dari seluruh Indonesia yang umumnya ditemukan di wilayah ke sultanan Islam seperti Cirebon, Yogya, dan Tidore," kata Muchlis kepada Republika, Kamis (23/7).

    Naskah Alquran kuno tersebut sebagian sudah dikaji mulai dari usianya hingga penulisannya. Alquran cetakan paling tua, menurut dia, dibuat pada tahun 1848 Masehi. Sementara, Alquran dengan tulisan tangan tertua yang tersimpan di Bayt Alquran diperkirakan dibuat pada abad ke-18.

    Selama ini, jelasnya, mushaf-mushaf tersebut sebagian besar hanya didigitalisasi. Sementara, naskah berupa lembaran asli masih dimiliki ahli warisnya masing-masing atau milik per orang. Naskah asli yang berwujud fisik hanya berjumlah 20 buah

    Ia berharap kesadaran masya rakat untuk menitipkanya di tempat-tempat konservasi yang memiliki standardisasi penyimpanan benda kuno. Penyimpanan di rumah dinilainya kurang tepat karena berpotensi merusak benda bersejarah.

    Peneliti Bayt Alquran dan Museum Istiqlal (BQMI) Hakim Syukrie mengatakan, ada perbedaan antara mushaf kuno yang dimiliki atau yang disumbangkan masyarakat dengan mushaf yang dimiliki oleh keluarga atau keturunan kerajaan. Perbedaannya, kata Hakim, adalah dari segi kerapian dari motif hias setiap naskah-naskah mushaf kuno itu.

    "Kalau yang buat untuk keluarga kesultanan atau keraton, itu motif hiasannya sudah rapi karena sudah dibuat dan ditulis oleh orang profesional," kata Hakim, di gedung BQMI, di kompleks TMII, Jakarta Timur, Jumat (24/7). Sementara, naskah mushaf kuno yang dimiliki oleh masyarakat, kata Hakim, rata- rata dibuat oleh pesantren.

    Mushaf hasil karya pesantren ini banyak dibuat untuk tujuan pendidikan dan pembelajaran di pesantren. Untuk itu, menurut hakim, wajar bila ada banyak ditemukan kesalahan pada ejaan atau desain dan tulisan yang kurang rapi.

    Sementara, Rektor Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) Nasaruddin Umar mengatakan, di perpustakaan PTIQ juga terdapat beberapa mushaf kuno Alquran dari nusantara. "Perpustakaan PTIQ juga memiliki mushaf dengan tulisan tangan yang paling tua sekitar 300 tahun juga ada," kata Nasa ruddin.

    Hingga kini di perpustakaan PTIQ ada 30 mushaf Alquran yang berhasil ditemukan untuk tetap dijaga. Kebanyakan mushaf tersebut ditemukan di wilayah- wilayah kerajaan Islam seperti Nusa Tenggara Barat (NTB), wilayah Bugis di Sulawesi Selatan, dan Pulau Jawa. Ia mengatakan, tentunya masih banyak mushaf yang belum ditemukan. Apalagi, banyak juga yang masih sebatas dimiliki ahli waris.

    Namun, ada satu kekhawatiran pegiat pengumpul Alquran kuno ini, yaitu banyaknya manuskrip kuno yang lari ke tangan kolektor asing. Muchlis Hanafi dari Pusat Studi Alquran menyayangkan hal tersebut. Ia mengatakan, kebanyakan ahli waris tergiur dengan tawaran imbalan uang dari kolektor asing. "Mereka berani membayar dengan harga tinggi," kata dia.

    Muchlis mengusulkan ada satu gerakan nasional dari pemerintah untuk menyelamatkan lembaran naskah kuno Alquran dari nusantara. Tujuannya agar bukti sejarah Islam di Indonesia itu tetap terjaga keberadaannya.

    [republika.co.id]

    • Komentar G+
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Salah Satu Mushaf Al-Qur'an Tertua Ditulis di Kerinci Rating: 5 Reviewed By: Adminn Kerincinews
    Scroll to Top
    //add jQuery library