• Pilihan

    Soal Tarif Masuk dan Pakrir di Objek Wisata, Ini Kata Warga


    KERINCINEWS.COM, KERINCI - Retribusi sejumlah objek wisata di Kerinci yang mahal membuat pewisata kian kesal. Bahkan kini pewisata lokal dengan lantang menyebutkan berkali-kali ganti pemimpin, untuk menikmati wisata alam di Kerinci tetap saja harus dipaksa membayar mahal oleh oknum pengelola yang bekerjasama dengan dinas pariwisata dan budaya Kabupaten Kerinci.

    Andi, salah satu pewisata lokal misalnya, kepada Metrosakti.com mengaku kecewa dengan tindakan pengelola objek wisata Danau Kerinci yang mematok harga tiket masuk sebesar Rp 10 ribu. Belum lagi meroketnya tarif parkir. Bahkan hari ini, harga parkir untuk kendaraan roda 4 mencapai Rp 20 ribu.

    Dia juga kecewa dengan pemimpin Kerinci saat ini yang seolah menutup mata terhadap pengelola yang meraup keuntungan besar dengan memeras masyarakat.

    "Sama saja, hanya janji. Mana objek wisata murah? Mana pembenahan? Kerinci di bawah kepemimpinan Adirozal tak berpengaruh kepada pengelola wisata, masyarakat kian tercekik, bagaimana mau maju," tukas Andi.

    Hal senada juga disampaikan Zulpitri. Menurut Zulpitri, kebahagiaan warga rantau saat pulang ke Kerinci tidak terbayar karena mahalnya tarif masuk ke berbagai objek wisata.

    "Kita kalau bayar mahal tidak masalah, asalkan sesuai aturan. Nah sekarang bayar mahal, tapi menyalahi aturan, ini yang kita sesali, fasilitas yang didapatkan tidak ada, parkir juga termahal di dunia, Pemda Kerinci di mana bersembunyi, ini penyakit menahun, kok tidak bisa dihilangkan, kalau cuman teguran dari tahun ke tahun untuk apa, kita buktikan ke depan, apakah masih seperti ini atau tidak," ungkapnya kecewa.

    Dirinya menilai pemerintah tidak tegas dalam menyikapi permasalahan ini. Hal itu terlihat dari pernyataan Bupati Kerinci terkait tarif retribusi dan parkir yang melawan Perda. "Kalau sekadar mengimbau dan peringatan di mulut saja, pihak pengelola tidak akan takut dan tidak jera untuk mengangkangi Perda, saya tantang pemerintah untuk mengambil tindakan tegas, jangan diam saja," tegasnya dengan nada kesal.

    Sebelumnya, Bupati Kerinci H Adirozal mengingatkan Dinas Pariwisata dan pihak ketiga yang mengelola objek wisata dan lahan parkir agar menarik retribusi sesuai Perda. Pihaknya tidak ingin retribusi yang ditarik diluar retribusi.

    Adirozal mengatakan, pengelolaan objek wisata dan parkir diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci ke pihak ketiga. Didalam perjanjian kerjasama dengan pihak ketiga retribusi yang ditarik harus berdasarkan Perda.

    "Kalau retribusi yang ditarik diluar Perda, berarti melanggar Perda. Kita tidak menginginkan yang ditarik diluar Perda," ucapnya.

    Dikatakannya, sesuai kontrak dengan pihak ketiga Pemkab Kerinci mendapatkan setoran dan pihak ketiga mendapatkan keuntungan dari penarikan retribusi. Namun, pihaknya tidak ingin penarikan retribusi diluar Perda.

    "Sesuai kontrak, Pemkab dapat setoran dan pihak ketiga dapat keuntungan. Jangan ada lagi penarikan diluar Perda," tegasnya.

    Dia meminta agar pihak ketiga menaati aturan, jangan membuat masyarakat yang baik ekonominya disusahkan lagi dengan mahalnya retribusi objekwisata dan parkir.[metrosakti.com]
    • Komentar G+
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Soal Tarif Masuk dan Pakrir di Objek Wisata, Ini Kata Warga Rating: 5 Reviewed By: Adminn Kerincinews
    Scroll to Top
    //add jQuery library