• Pilihan

    Pencairan Dana Desa di Kerinci Terhambat


    KERINCINEWS.COM, KERINCI - Penyaluran Dana Desa untuk seluruh desa dalam wilayah Kabupaten Kerinci pada 2016, nampaknya bakal terhambat. Hal ini, menyusul adanya perubahan pada Peraturan Pemerintah di Pusat, terkait dengan penyaluran Dana Desa (DD).

    Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Pemerintah Desa dan Keluarga Berencana (BPMPPPD-KB) Kerinci, Adli, mengakui hal itu.

    Dia mengatakan, pihaknya bersama wakil Bupati Kerinci, telah mengikuti rapat terkait dana desa yang dipimpin langsung Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla beberapa waktu lalu.

    Dijelaskannya, dalam rapat tersebut, terjadi perubahan regulasi dalam penyaluran dana desa bagi semua desa di Indonesia, termasuk desa di Kabupaten Kerinci.

    Dana Desa tahun lalu tiga tahap pencairannya, dimana tahap pertama 40 persen, kedua 40 persen dan tahap ketiga 20 persen.

    "Tapi tahun ini berubah menjadi dua tahap, yaitu tahap pertama 60 persen dan tahap ke dua 40 persen," ujarnya

    Lebih lanjut dikatakannya, terjadi perubahan regulasi tersebut, tentunya menjadi kendala. Sebab PP tersebut tidak singkron dengan Peraturan Bupati yang telah ada di Pemkab Kerinci saat ini.

    "Jadi Perbup penyaluran dana desa itu terpaksa dirombak kembali, untuk menyesuaikan dengan PP yang telah ditetapkan Pemerintah pusat," katanya.

    Ditanya untuk penyaluran dana Desa tahun 2016, mantan Sekwan Kerinci ini menuturkan sesuai PP jadwal penyaluran dana desa juga sudah di tetapkan untuk tahap pertama Maret dan tahap kedua Agustus.

    "Kita akan upayakan perubahan Perbup itu secepatnya, agar penyaluran dana desanya bisa tepat waktu," jelasnya.

    Sementara terkait dengan Silpa dari dana desa tahun 2015, Adli mengatakan bahwa untuk silpa tahun lalu tidak akan hilang, namun tetap diberikan pada tahun anggaran 2016.

    Kecuali kata Adli, silpa ADD. "Kalau dana desa merupakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Jadi bisa digunakan, tapi dengan syarat anggarannya harus masuk dalam RAPBDES setiap desa," katanya.

    Disampaikan Adli, di Kabupaten Kerinci terdapat 285 desa yang menerima ADD dan dana desa. Dengan jumlah ADD tahun ini sebesar Rp48 miliar atau naik 25 persen dari tahun lalu Rp 34 miliar. Sedangkan dengan dana desa sebesar Rp140 miliar meningkat 30 persen dari sebelumnya Rp94 miliar.

    Untuk pola pembagian ADD maupun dana desa, dengan porsi 90 persen dibagi rata setiap desa dan 10 persen dihitung berdasarkan jumlah penduduk, luas wilayah, dan tingkat kemiskinan.

    Sehingga kata Adli, rata-rata setiap desa menerima ADD sebesar Rp150juta sampai Rp250 juta. Sedangkan Dana Desa yang diterima desa berkisar Rp600 juta sampai Rp700 juta. (tribunjambi)
    • Komentar G+
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Pencairan Dana Desa di Kerinci Terhambat Rating: 5 Reviewed By: Zaliya Kreatif
    Scroll to Top
    //add jQuery library