• Pilihan

    Pembangunan RS Stroke Sungai Penuh Terindikasi Korupsi

    Pembangunan Rumah Sakit Stoke Sungaipenuh, dok. jambi independent

    KERINCINEWS.COM, SUNGAIPENUH - Pembangunan Rumah Sakit Khusus Stroke yang sedang dibangun Pemerintah Kota Sungaipenuh diduga ada indikasi korupsi dalam pembangunannya.

    Indikasi korupsi tersebut sudah disampaikan dewan kepada Polres kerinci beberapa bulan lalu.

    Ketua Komisi III DPRD Kota Sungaipenuh, Hardizal, mengatakan, dana APBD Kota Sungaipenuh yang sudah digelontorkan untuk pembangunan RS Khusus tersebut kurang lebih sudah 21 miliar sampai 2016.

    "Namun dilihat dari fisik bangunan tersebut tidak sesuai dengan anggaran yang dihabiskan. Kami melihat ada indikasi kecurangan korupsi dalam pembangunan tersebut, paling tidak dengan dana 21 miliar dan  itu setidaknya masyarakat sudah bisa menikmati tapi kenyataannya masih terbangkalai," katanya kepada wartawan kemarin.

    Politisi PDIP Kota Sungaipenuh ini menambahkan bahkan dewan sudah menyampaikan temuan tersebut kepada Polres Kerinci. Pihaknya meminta kepolisian mengusutnya. "Kami sudah sampaikan kepada Polres Kerinci untuk diusut tapi sampai sekarang sepertinya belum ada gerakan," ujarnya.

    Hardizal menyayangkan pembangunan proyek rumah sakit Khusus Stroke tersebut tidak di multiyears-kan. Menurutnya,  seharusnya kalau butuh dana besar  harus dimultiyearskan. "Kalau dananya besar seharusnya Pemerintah Kota Sungaipenuh bisa mengajukan multy year, sehingga masyarakat bisa lebih cepat bisa menikmatinya," katanya

    Dewan juga menyayangkan sampai saat ini dewan belum menerima laporan dari Pemerintah Kota Sungaipenuh sudah berapa persen pekerjaan fisik dengan dana yang sudah digunakan. "Kita tidak tahu sudah berapa persen realisasi fisik pembangunan tersebut, karena PU tidak pernah menyampai kedewan realisasi pekerjaannya," terangnya.

    Melihat kondisi seperti itu dewan akan mempertimbangkan apakah dianggarkan kembali atau tidak. "Saya belum tahu apakah dilanjutkan atau bagaimana," pungkasnya.

    Sementara itu, Martin, pjs Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Sungaipenuh, ketika dikonfirmasi Jambi Independent, mengatakan pembangunan rumah sakit Khusus Kota Sungaipenuh sedang dalam pekerjaan.

    Saat ditanya sudah berapa persen pekerjaannya, Martin mengaku kurang hapal kalau persentasenya. "Saya kurang hapal, nanti saya cek lagi,"jelasnya

    Dikatakan Martin, anggaran yang sudah digelontorkan untuk pembangunan rumah sakit khusus tersebut masuk tahun ketiga dan sudah mencapai 21 miliar. "Sudah 21 miliar, sekitar itulah,"terangnya

    Dia mengatakan pembangunan rumas sakit khusus stroke tersebut akan menelan dana 130 miliar yang dikerjakan PT Torino. "2017 akan dianggarkan lagi, tapi belum tahu berapa dianggarkan,"jelasnya

    Dia menjelaskan diharapkan 2018 rumah sakit khusus tersebut sudah berjalan seperti personel dan di 2019 sudah berjalan pelayanannya.

    Martin mengakui sampai tahun ketiga pembangunan rumah sakit Khusus tersebut belum disampaikan ke dewan, sudah sejauh mana perkembangan dan persentase. "Belum dilaporkan ke dewan, kalau pemkot sudah dilaporkan setiap triwulan," jelasnya

    Disinggung soal adanya informasi dewan sudah menyampaikan ke polres terkait dengan dugaan adanya indikasi ada ketidakberesan pembangunan tersebut, Martin mengatakan, besarnya dana itu relatif. Membangun rumah sakit itu tidak bisa diukurkan berapa besar dananya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sungaipenuh, Edi Juliadi kepada Jambi Independent mengatakan Rumah sakit Khusus yang sedang dikerjakan sudah berganti nama menjadi rumah sakit umum pratama Kota Sungaipenuh. "Namanya sudah diganti bukan lagi pembangunan rumah sakit khusus tapi sudah menjadi rumah sakit umum pratama Kota Sungaipenuh hanya saja nanti pelayanannya saja yang akan di khususkan," katanya.

    Perubahan nama tersebut karena ada perubahan peraturan menteri kesehatan tidak boleh lagi ada nama rumah sakit khusus maka dirubah. "Kalau soal dana itu Dinas PU, Dinkes nantinya akan menyiapkan peralatanan alat kesehatan dan dokternya," ungkapnya.

    Sementara itu pihak PT Torino sebagai PT pelaksana dalam pembangunan rumah sakit Khusus tersebut belum berhasil dikonfirmasi. Sampai berita ini diturunkan belum dapat dimintai komentarnya.(sap/dar/jambiindependent.com)
    • Komentar G+
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Pembangunan RS Stroke Sungai Penuh Terindikasi Korupsi Rating: 5 Reviewed By: Zaliya Kreatif
    Scroll to Top
    //add jQuery library