• Pilihan

    Penyempurnaan Pengabdian Dengan Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Keprajuritan

    Penyempurnaan Pengabdian Dengan Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Keprajuritan

    Oleh: Danu Septyanto Ahmad

    Komandan Satuan 018 Skomen Sultan Thaha Jambi

    Mahasiswa STIA-NUSA Sungai Penuh Kerinci


    Resimen Mahasiswa (MENWA) sebagai sebuah organisasi kepemudaan telah banyak memberikan sumbangsih terhadap kemajuan bangsa dan negara Indonesia secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung banyak rekan-rekan didalam Resimen Mahasiswa terlibat diberbagai misi kemanusiaan di seluruh Indonesia dalam mendukung tugas dan peran Pemerintah seperti di Timor-timur.


    Peran aktif menwa dalam menjadi tenaga pendukung di daerah-daerah seperti Timor-timur telah meringankan tugas Pemerintah dan membantu mendidik sesama saudara bangsa di daerah yang mungkin orang-orang biasa enggan atau sungkan untuk bekerja disana. Dilingkungan kampus, peran menwa juga sangat terasa, disetiap kesempatan Menwa terlibat sebagai organisasi yang mampu menjaga keamanan dan ketertiban.


    Disaat negara dalam keadaan gawat ataupun perang, menwa berfungsi sebagai komponen cadangan apabila diperlukan oleh negara. Secara langsung Menwa sebagai organisasi kepemudaan memiliki peran dan fungsi yang strategis dalam menunjang pertahanan dan ketahanan bangsa Indonesia. Disisi lain, diusianya yang ke lima puluh banyak sekali suara-suara yang menyerukan untuk pembubaran menwa sebagai sebuah organisasi. Suara-suara yang menyerukan ini kadang menpunyai persepsi yang salah dan masih terbelenggu oleh euporia reformasi.


    Hingga saat ini masih banyak yang sedang melakukan misi kampanye gelap terhadap segala hal yang berbau orde baru dan militer gaya lama. Persepsi masyarakat yang seperti ini memang dapat dimaklumi karena memang dulu menwa bekerjasama erat dengan militer dan di perparah dengan perilaku segelintir oknum yang mencemarkan nama baik menwa secara menyeluruh. Akan tetapi sekarang kita tahu bahwa seiring dengan reformasi, menwa pun juga telah mengikuti arus perubahan yang disertai dengan perbaikan diri secara intens di dalam organisasi mereka.


    Wacana pembubaran menwa yang dihembuskan oleh elemen-elemen masyarakat tertentu sangatlah tidak tepat. Disadari ataupun tidak, Menwa sebagai sebuah organisasi kepemudaan memiliki fungsi dan peran yang lebih penting secara strategis untuk ketahanan bangsa Indonesia saat ini dan di masa selanjutnya. Menwa sebagai organisasi adalah sebuah platform yang baik untuk membentuk perangkat lunak calon-calon pemimpin bangsa kita kedepanya.


    Pengertian pertahanan di abad ke dua puluh satu sekarang ini telah meluas bukan hanya sekedar dalam pengertian pertahanan konvensional yang mempertahanankan negara dari invasi negara asing.


    Di abad ke dua puluh satu, konsep ketahanan negara mencakup ketahanan ekonomi, politik, energi, pangan dan masih banyak lagi dimensi yang lainya. Untuk suatu negara menguasai negara lain sekarang ini lebih banyak dipergunakan cara-cara rahasia dan bawah tanah. Sekarang ini sangatlah jarang sebuah negara mau menginvasi secara langsung dengan mengirimkan pasukan-pasukanya ke negara tertentu untuk mendudukinya seperti zaman kolonial dulu.


    Perang konvensional seperti perang di Irak dan Afghanistan memerlukan biaya yang sangat tinggi sehinga dapat mengguncangkan ekonomi negara sekelas Amerika Serikat sekalipun. Pada zaman sekarang ini, negara-negara yang mau mengusai negara tertentu lebih suka mengunakan cara adu domba yang lebih murah. Dengan membuat suatu negara menjadi tidak stabil dan tidak kuat, negara-negara adidaya tersebut dapat menguasai sumber daya negara yang dituju. Libya dan Mesir adalah contoh negara yang menjadi korban oleh cara-cara seperti itu.


    Hosni Mubarak dan Muamar Qadafi diadu domba dengan rakyatnya sendiri yang dimodali oleh pihak asing sehingga mereka yang sudah berkuasa dengan tangan besi sekian lamapun dapat digulingkan. Sesuatu yang mirip terjadi kepada negara kita pada jaman Pak Harto di tahun ‘98. Hal–hal tersebut akan sangat lebih mudah terjadi di negara-negara dengan sistem demokrasi yang belum matang seperti Indonesia.


    Apa penyebab semua itu? kenapa negara-negara tersebut dapat dengan mudah diadu domba? jawabanya adalah karena banyaknya pemuda-pemuda negara tersebut yang sudah dipengaruhi oleh agen-agen asing dan telah melupakan ajaran dasar negaranya dan hilanganya rasa kebangsaan dan nasionalisme pemuda di negara-negara tersebut.


    Bukannya menjadi pelopor pembangunan tetapi mereka malah menjadi agen asing dalam mengeksploitasi bangsanya sendiri. Secara sistematis negara-negara adidaya juga aktif merekrut pemuda-pemuda di negara yang mereka ingin kuasai. Berbagai cara yang mereka lakukan dari memberi beasiswa, pertukaran pelajar dan bahkan secara langsung mendekati pemuda-pemuda tersebut dengan iming-iming uang kerap dilakukan. Semua ini dapat dengan mudah terjadi di negara yang dimana pemudanya mempunyai semagat nasionalisme yang rendah.


    Realitas tersebutlah yang membuat peran Menwa dalam menunjang ketahanan Negara menjadi lebih penting dan strategis lagi. Ini semua seperti apa yang telah kita perhatikan akhir-akhir ini bahwa Indonesia sudah memasuki tahap pengkondisian adu domba ditengah masyarakat untuk memecah-belah negara ini.


    Pada dasarnya kesatuan bangsa kita memang rawan perpecahan karena faktor–faktor yang berbau SARA dan bahkan sekarang ditambah dimensi pertentangan politik, kesenjangan sosial, dll. Masalah ini diperparah dengan kondisi sosial masyarakat yang dimana masih banyaknya masyarakat yang memiliki pendidikan rendah dan tingginya jurang kesenjangan sosial di masyarakat kita. Kondisi masyarakat yang seperti ini sangatlah mudah menjadi ajang permainan pihak asing.


    Tanpa pemimpin-pemimpin di masyarakat yang mampu menjelaskan dan menetralisir kondisi ini dimasyarakat, kita hanya tinggal menunggu waktu untuk negara kita mengalami nasib yang sama seperti Libya dan Mesir, bahkan seperti Yugoslavia.


    Realitas ini sangatlah nyata di negara kita sekarang ini. Indonesia yang terletak di jalur perdagangan internasional yang strategis ditambah sumber daya alam dan pasar yang besar selalu menjadi rebutan banyak negara dari dulu hingga sekarang. Ini membuat negara kita menghadapi gangguan-gangguan dari negara-negara asing yang mencoba menguasai sumber daya alam kita. Fungsi strategis Menwa disini adalah membantu membentuk perangkat lunak dari calon-calon pemimpin masa depan kita.


    Resimen Mahasiswa yang merupakan suatu organisasi yang semi militer membantu membentuk karakter para mahasiswa-mahasiswa kita yang notabennya calon–calon pemimpin masa depan kita. Disana mereka diajarkan untuk menjadi pribadi-pribadi yang disiplin, berjiwa ksatria, pantang menyerah yang perduli pada bangsa dan negaranya.


    Menwa membantu membentuk cendikawan-cendikawan yang diperlukan untuk membangun bangsa dan negara ini. Cendekiawan–cendekiawan sangatlah diperlukan di bangsa ini karena berbeda dengan hanya sekedar pintar, cendikiawan adalah orang pintar yang perduli akan sekitarnya. Dan menwa sangat mampu untuk membentuk pemuda-pemuda Indonesia untuk menjadi cendikiawan-cendikiawan Indonesia.


    Setiap anggota Menwa akan mendapatkan pelatihan semi militer yang dapat memperkuat karakter mereka. Karakter yang kuat yang melatih mereka untuk tahan atas kesulitan yang dialami melalui latihan–latihan seperti itu akan membuat mereka menjadi pemuda-pemuda yang tidak gampang menyerah dan cengeng.


    Karakter yang sangat diperlukan untuk memimpin negara seperti Indonesia. Disini mereka juga dilatih untuk menjadi pemimpin–pemimpin melalui berbagai kegiatan-kegiatan pelatihan kepemimpinan dan juga melalui penempatan–penempatan di berbagai unsur kepemimpinan dalam struktur organisasi menwa itu sendiri.


    Sturuktur yang jelas dan aturan–aturan yang ada akan membuat mereka menjadi terbiasa untuk mengikuti peraturan apabila nanti mereka ditempatkan menjadi pemimpin dimasyarakat. Mahasiswa-mahasiswa yang notabennya memiliki kelebihan secara intelektual akan menjadi pribadi yang lebih baik lagi karena merekapun akan memiliki karakter pejuang yang tidak gampang menyerah karena mereka mendapat pelatihan-pelatihan tersebut di dalam Resimen Mahasiswa.


    Pemuda–pemuda yang tangguh pintar dan berkarakter sangatlah kita butuhkan karena mereka yang akan menjadi pemimpin-pemimpin kita di masa depan. Resimen mahasiswa sangatlah diperlukan sebagai garda terakhir untuk mendapatkan dan melatih calon-calon pemimpin yang berkarakter karena sekarang ini dari kota hingga desa para pemuda kita sudah dipengaruhi oleh gaya hidup hedonistik yang lebih mementingkan kepuasan material.


    Resimen Mahasiswa sebagai penyaluran kegiatan yang positif akan juga menghindarkan pemuda-mahasiwa dari tindakan-tindakan yang negatif seperti penyalahgunaan narkoba, tawuran dan demonstrasi bayaran di jalan-jalan. Menwa juga merupakan pengalihan yang baik agar mahasiswa-mahasiswa menghabiskan waktu senggang mereka secara positif.


    Didalam Menwa wawasan kebangsaan dan cinta tanah airpun sangat kental diajarkan kepada anggota-anggotanya. Hasilnya ini menciptakan pemuda-pemuda yang nasionalis yang paham atas dasar-dasar negara dan cinta terhadap tanah airnya.


    Bilamana mereka menjadi seorang pemimpin dimasa depan jiwa nasionalisme yang mereka miliki akan sangat berguna untuk melawan upaya-upaya pihak luar yang ingin menggunakan dan mengadu domba masyarakat kita. Selain itu, pengetahuan dan antusiasme nasionalisme yang mereka dapati selama pelatihan keresimenan dapat mereka tularkan ke lingkungan mereka dan teman-teman mereka sehingga mereka menjadi agen-agen penular semangat nasionalis yang efektif.

    Selain itu juga, kegiatan Resimen Mahasiswa dapat menumbuhkan rasa persatuan diantara pemuda-pemuda Indonesia yang berasal dari berbagai macam latar belakang. Ini karena didalam pelatihan yang berat, kesusahan yang mereka rasakan bersama akan menimbulkan rasa persaudaraan yang kental yang disebabkan oleh latihan berat yang mereka lalui bersama-sama.

    Sehingga sewaktu mereka terjun dimasyarakat menjadi pemimpin dilingkungan mereka dapat menjadi contoh yang mempromosikan toleransi antar sesama saudara sebangsa yang sudah sangat berkurang saat ini. Walaupun terlihat sebagai organisasi kepemudaan biasa tapi apabila kita melihat lebih dalam dan cermati, kita jelas-jelas dapat melihat betapa pentingnya menwa untuk kepentingan bangsa dan negara ini.

    Menwa membantu melatih pemuda-pemuda kita yang terbaik secara intelektual untuk memiliki karakter dan pola tindak yang nasionalis. Menwa secara sadar ataupun tidak telah berkontribusi secara langsung dan tidak langsung dalam membangun ketahanan bangsa kita. Langsung sebagai rekan dan komponen cadangan dalam keadaan sulit. Dan tidak langsung karena menwa dapat menjadi wadah untuk membentuk calon-calon pemimpin yang memiliki karakter.

    Jadi sangatlah tidak rasional bilamana ada suara-suara yang menyerukan pembubaran menwa sebagai suatu organisasi kepemudaan. Walalupun menwa memiliki beberapa kelemahan tapi kita bisa memperbaiki kekurangan itu daripada membubarkan organisasi menwa secara menyeluruh. Ini karena apabila kita melakukan hal tersebut bukan hanya saja konyol tapi kita malah mengambil langkah mundur. Dibanyak negara maju mereka malah memperluas pendirian organisasi semacam menwa hingga tingkat SMP dan SMA. Sebagai contoh banyak saya lihat dari media sosial dan juga hasil diskusi dengan senior disuatu  negara-negara lain telah lama seperti di negara tetanga Malaysia dan singapura sangat meyakini pembentukan organisasi semi militer seperti menwa. Mereka bahkan telah membentuk organisasi semacam menwa dari tingkat SMP hingga SMA yang disebut NCC (National Cadet Corps). 

    Di Malaysia dan Singapura selain pendidikan intelektual yang digalakan merekapun berinvestasi banyak ke dalam mekanisme perkembangan karakter. Apabila banyak yang takut kalau Menwa akan menjadi organisasi yang terlalu militeristik dan arogan kita bisa mencontoh Singapura. Di Singapura organisasi seperti NCC bukan saja semi militer tetapi malah seratus persen mengadopsi cara-cara dan artribut militer lengkap dengan kepangkatannya. Selain itu, mereka memiliki wajib militer yang diharuskan untuk semua pemudanya. Hasilnya, Singapura negara kecil yang tidak mempunyai kelebihan sumber daya alam yang seperti dimiliki Indonesia dapat menjadi negara termakmur di Asia Tenggara. 

    Ini semua bisa terjadi karena mereka memiliki pemuda-pemuda yang pintar dan berkarakter kuat dan nasionalis. Singapura negara kecil yang relatif damai bahkan telah mengambil langkah menggunakan jalur militer untuk membentuk karakter pemudanya. Di Indonesia apabila kita tidak mampu melakukan wajib militer karena masalah biaya dan lain-lain setidaknya kita harus mempertahankan menwa sehingga kita masih bisa membentuk karakter calon-calon pemimpin masa depan kita.

    Untuk mendapatkan hasil yang maksimal Menwa sebagai sebuah organisasi harus menanggapi kritikan dengan bijaksana. Menwa harus memperbaiki doktrin sehingga masyarakat tidak melihat menwa sebagai suatu organisasi yang terlalu militeristik. Pendidikan demokrasi dan wawasan kebangsaan harus lebih ditingkatkan. Seleksi calon anggotapun harus seketat mungkin sehingga berkurangnya insiden-insiden yang mencoreng nama Menwa yang melibatkan oknum Menwa yang kurang baik. 

    Pendekatan ke masyarakatpun harus ditingkatkan sehingga dengan meningkatnya komunikasi akan mengurangi kesalahpahaman dan memperbaiki citra menwa. Menwa sebagai kumpulan para intelektual muda Indonesia harus lebih sering lagi menunjukan buah pemikiran mereka di dalam masyarakat. Tunjukan bahwa Menwa itu adalah calon-calon pemimpin bangsa yang demokratis dan nasionalis.
    Strategi public relation harus diubah yang menunjukan karakter humanis nasioanalis menwa dibandingkan sosok militeristiknya. Ini karena bagaimanapun juga kita sudah terlanjur berkomitmen terhadap reformasi dan mengadopsi cara-cara demokratis. Bilamana menwa mau lebih lama lagi berperan dalam pembangunan bangsa maka menwapun harus melakukan perubahan-perubahan yang sesuai dengan tuntutan jaman tapi tetap tanpa mengkompromikan karakter dasar Menwa yang menjunjung intelektualitas dan nasioanalisme.

    Menwa memiliki peran yang sangat strategis dalam ketahanan bangsa. Selama lima puluh tahun Menwa indonesia telah berkontribusi secara langsung dalam mengisi kemerdekaan bangsa Indonesia. Menwa telah menjadi partner negara dalam melakukan pembangunan di seluruh tanah air. Akan tetapi fungsi mereka yang lebih penting adalah pembentukan calon-calon pemimpin bangsa yang berjiwa nasionalis dan perduli akan bangsanya. 

    Untuk menghindari negara ini dari perpecahan yang dikondisikan oleh bangsa lain kita perlu pemimpin-pemimpin yang pintar, berkarakter kuat dan cinta akan tanah airnya. Ini adalah sesuatu yang dapat dicapai oleh menwa sebagai sebuah organisasi. Walaupun Menwa memiliki beberapa kelemahan akan tetapi fungsi dan kontribusi strategisnya lebih banyak daripada kelemahan-kelemahan tersebut.

    Bijaksanalah dalam mengambil keputusan karena apabila kita membubarkan menwa bukan saja kita salah tetapi kita mengambil langkah mundur dalam perkembangan bangsa ini. Lebih baik kita bersama-sama mencari solusi untuk menjadikan menwa sebuah organisasi yang lebih matang. Itu dikarenakan Menwa memiliki fungsi strategis jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Di sisi lain, Menwapun harus mau berubah untuk menjadi lebih lebih baik lagi sehingga Menwa dapat berperan lagi dalam pembangunan bangsa untuk lima puluh tahun ke depan dan bahkan lima ratus tahun ke depan.

    SALAM KOMANDO RESIMEN MAHASISWA INDONESIA. 


    Editor: AFT
    • Komentar G+
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Penyempurnaan Pengabdian Dengan Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Keprajuritan Rating: 5 Reviewed By: Afyan tori
    Scroll to Top
    //add jQuery library