• Pilihan

    Puluhan Warga Kerinci Juga Tertipu Umrah First Travel

    Kantor Pusat First Travel

    KERINCINEWS.COM, KERINCIPuluhan warga Kerinci dan Sungaipenuh disebut jadi korban penipuan umrah First Travel.

    Satu diantara warga menuturkan, korban mungkin puluhan orang, bahkan bisa lebih.

    “Di satu kecamatan saja ada 36 warga yang menjadi korban First Travel,” terang sumber yang enggan namanya disebut, Senin (14/8).

    Menurut sumber Tribun, korban penipuan kebanyakan warga Tanjung Pauh, Kecamatan Keliling Danau.

    Bahkan ada yang sudah memberikan uang Rp14 juta perorang, tetapi belum berangkat sampai saat ini.

    "Saat ini sedang hangat dibicarakan di Tanjung Pauh, puluhan yang mendaftar, tapi tak berangkat dan belum jelas sampai sekarang," jelasnya

    Selain itu warga yang sudah mendaftar tersebut, meminta ganti uangnya dikembalikan.

    Namun sampai saat ini belum jelas pergantiannya. "Uang yang Rp 14 juta itu belum dikembalikan," kata Edi warga Tanjung Pauh.

    Dia mengaku, umumnya semua warga yang mendaftar memang tidak melalui biro resmi yang ada di Kerinci, namun melalui perorangan.

    Sehingga datanya tidak jelas. Sedangkan pengurus First Travel di Kerinci, sampai saat ini belum berhasil ditemui, sehingga tidak diketahui sejauh mana keterlibatan mereka.

    Jika korbannya harus menanggung kerugian, namun tidak bagi bos First Travel. Lihat rumah dan asetnya di Bogor, bikin geleng-geleng kepala.

    Rumah Direktur Utama PT First Travel Andika Surachman yang berlokasi di kawasan Perumahan Sentul City, Kabupaten Bogor sangat mewah.

    Sebuah mobil mewah juga terparkir di depan garasi rumah tersebut.

    Pantauan TribunnewsBogor.com, Senin (14/8/2017) rumah mewah yang berlokasi di Jalan Taman Venesia Selatan, Sentul City, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor itu tampak sudah terpasang garis polisi.

    Menurut warga sekitar, Marbun (42), sebelum terdengar ramai pemilik rumah ditangkap polisi warga sering melihat berbagai jenis mobil mewah parkir.

    "Dia (pemilik rumah, red) punya petugas keamanan khusus yang berjaga selama 24 jam," kata Marbun warga yang rumahnya masih satu komplek dengan Dirut Fisrt Travel itu, Senin (14/8/2017).

    Tak hanya itu, kata dia, berbagai mobil mewah seperti Mercedes Benz sport, Hammer, Rubicon, hingga Pajero kerap kali keluar masuk dari rumah yang memiliki tiga garasi berukuran besar itu.

    "Mobilnya banyak, mewah-mewah semua. Saya kira dia itu pejabat, soalnya rumahnya mewah banget," ujarnya.

    Warga juga mengaku belum pernah sekali pun melihat tampang Andika yang saat sudah ditahan Bareskrim Polri.

    "Saya belum pernah lihat orangnya yang mana, lagian dirumah itu juga yang jaga banyak waktu itu," katanya
    Belum Lapor Kanwil Kemenag
    Kepala Kantor Kementerian Agama Kerinci, Hardiman, memalui Kasi Haji dan Umrah, Amri, saat dikonfirmasi Tribun mengaku sejauh ini belum ada laporan warga Kerinci yang menjadi korban First Travel.

    “Tidak ada First Travel di Kerinci. Karena selama ini tak ada laporan yang masuk ke Kemenag Kerinci,” ungkapnya.

    Jika memang ada warga Kerinci yang ikut menjadi korban, kemungkinan yang bersangkutan langsung berhubungan dengan biro tanpa sepengetahuan kemenag.

    “Sejak Januari 2017, sesuai edaran Mendagri, jemaah umrah harus melapor ke kemenang daerah masing-masing. Dengan demikian, banyak pihak yang ikut mengawasi, termasuk kemenkumham,” beberanya.

    Lantas apa yang menjadi penyebab banyak warga yang tergiur ikut First Travel, Amri menyebutkan karena harga yang murah.

    “Namun bagi kita ini tidak masuk akal. Masa umrah hanya Rp 14 juta. Untuk tiket pesawat saja tidak cukup,” tambahnya lagi.

    Amri menyarankan, agar korban First Travel segera melapor ke pihak terkait, jika tidak ingin uang mereka hilang begitu saja. “Kalau melapor ke kemenag, hanya sebatas pendataan saja,” tandasnya

    Dia menambahkan sejauh ini di Kabupaten Kerinci hanya ada empat biro travel atau umrah yang sudah mendaftar atau melaporkan.

    Dengan memenuhi peraturannya. Dia mengatakan selain dari empat biro tersebut, bisa dipastikan yang laib ilegal.

    "Di kerinci cuma 4 biro yang melapor, kalau fisrt travel dak melapor. Jadi kita tak bisa pantau. Selain 4 biro itu, maka pasti ilegal. Ini himbauan kita ke masyarakat, agar jangan sembaranggan memilih hasa biro travel umrah," jelasnya lagj.

    Untuk diketahui, polisi sudah menangkap pemilik sekaligus pemimpin penyelenggara perjalanan umrah PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel , yakni Andika Surachman dan istrinya Anniesa Desvitasari Hasibuan.

    Andika dan Anniesa ditangkap atas dugaan penipuan dan pemberian janji pemberangkatan ibadah umrah dengan biaya murah, yang tidak kunjung terlaksana. Keduanya dikenai Pasal 55 jo Pasal 378, 372 KUHP dan UU Nomor 19/2016 tentang ITE.

    Sebelumnya telah dikeluarkan keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 589 Tahun 2107 pada 1 Agustus 2017. Isinya, izin PT First Travel sebagai penyelenggara ibadah umrah dicabut.

    Sumber: Tribun Jambi



    • Komentar G+
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Puluhan Warga Kerinci Juga Tertipu Umrah First Travel Rating: 5 Reviewed By: Zaliya Kreatif
    Scroll to Top
    //add jQuery library