• Pilihan

    Survei Keok, Adirozal Ditinggal Parpol, Kok Bisa?


    KERINCINEWS.COM, KERINCI - Peta Politik jelang Pilkada Kerinci masih dinamis. Hingga kini, belum ada satu parpol pun yang menyatakan dukungan kepada kandidat. Termasuk calon petahana, Adi Rozal yang hingga saat ini belum ada satupun parpol yang menyatakan dukungan terhadapnya. Padahal, di daerah lain, seperti Merangin dan Kota Jambi, calon petahana sudah jauh hari mendeklarasikan diri mendapat perahu.

    Peniliti  IndoBarometer, Hadi Suprapto Rusli mengatakan, dinamisnya Pilkada di Kabupaten Kerinci, berdasarkan hasil survei terakhir disebabkan banyak faktor.

    Pertama, kepercayaan masyarakat terhadap incumbent itu rendah, dibawah 50 persen. Warga yang menginginkan Adi Rozal kembali memimpin dibawah 50 persen.

    “Juga dari survei masyarakat yang belum menentukan sikap juga sangat tinggi diatas 50 persen. Jadi semuanya masih dapat berubah, dalam hitungan perdetik untuk Kabupaten Kerinci,” ujar Hadi, saat dihubungi Seru Jambi, Selasa (31/10/2017).

    Faktor-faktor diatas jugalah, yang membuat partai-partai politik dirundung keraguan dalam menentukan dukungan untuk Pilkada Kerinci.

    “Karena belum ada sosok yang kuat, bahkan petahana Adi Rozal maupun Monadi Murasman, yang dikatakan saat ini adalah yang terkuat berpotensi untuk kalah juga,” ungkap Hadi.

    Memang sambung Hadi, untuk Monadi dari survei memiliki tingkat elektabilitas paling tinggi dari pada kandidat lainnya. Tapi itu tidak akan menjamin posisi Monadi, karena masyarakatnya masih banyak yang belum menentukan sikap.

    “Apalagi kontestasi Pilkada Kerinci ini tergolong sangat sengit, banyak bakal calon yang maju, baik wajah lama ataupun para pendatang baru, yang sangat berpotensi untuk naik,” jelas Hadi.

    Berbicara sosok lama, Hadi juga mengulas Ami Taher. Menurut Hadi, Ami Taher sangat berpotensi menyalip elektabilitas Monadi. Jika dilihat dari hasil survei, Ami Taher berada di peringkat ke empat.

    “Tapi secara popularitas Ami Taher berada di peringkat pertama. Mungkin itu disebabkan Ami Taher ini sudah beberapa kali terjun di Pilkada Kerinci,” ujar Hadi.

    Faktor lainnya yang menyebabkan sulitnya membaca peta politik untuk Kabupaten Kerinci, adalah Kerinci terkenal dengan pembagian wilayah, Kerinci Hilir, Tengah dan Mudik. Dari tiga wilayah ini, masing-masing memiliki jagoannya, yang tentunya memiliki para pendukung fanatik.

    “Jadi memang kita akui hingga detik ini Pilkada Kabupaten Kerinci sulit terbaca,” ujar Hadi.

    Sementara itu, terkait dukungan parpol di Pilkada Kerinci, Ketua DPD Golkar Provinsi Jambi, Zoerman Manaf, saat dikonfirmasi Seru Jambi mengatakan, hingga saat ini Golkar belum sama sekali memutuskan dukungan.

    “Nama masih digodok di DPP, mudah-mudahan dalam waktu dekat kita sudah bisa memunculkan nama itu,” ujar Zoerman.

    Kata Zoerman, di DPP, ada tiga nama untuk Pilkada Kerinci. Mereka adalah Monadi, Tafyani dan Zainal Abidin.

    “Ketiganya ini adalah tokoh kuat di Kerinci,” kata Zoerman.’

    Tapi, dari DPD Golkar Provinsi Jambi, memang dari jauh hari mendukung Monadi, putra kandung dari Murasman. Menurut Zoerman semua keputusan tetap ada di DPP.

    “Kita serahkan penuh kepada DPP,” pungkasnya.

    Pengamat Politik Jafar Ahmad menilai, jika benar Ami Taher maju dan mendapatkan rekomendasi dari PPP, itu menunjukan bahwa peta politik Kerinci akan segera berubah dan terpolarisasi kembali. Sebab beberapa waktu lalu, Ami Taher belum menunjukkan keseriusan untuk ikut dalam kontestasi pemilihan Bupati Kerinci.

    “Kerinci yang dalam politik pemilihan langsung selalu menunjukkan keterbelahan teritorial antara tiga wilayah, telah menghadirkan beberapa calon dari masing-masing wilayah,”ujarnya.

    Dosen IAIN Kerinci ini menjelaskan, dari wilayah Mudik (Kerinci Hulu) ada dua nama yakni Monadi dan Adi Rozal. Sedangkan, dari Kerinci Tengah ada Ami Taher, dan Kerinci Hilir ada Zainal Abidin dan Tafyani. Menurutnya keberadaan Ami Taher cenderung akan mengganggu pemilih dari Kerinci Hilir.

    Sebab, sebagian penduduk Kerinci Hilir yang bekerja sebagai Pegawai Negeri SIpil, terutama guru, memiliki hubungan dengan ayah Ami Taher, yakni H Taher.

    “Pada masanya, ayah Ami Taher inilah yang sangat banyak membantu warga Kerinci. Baik yang berada di Kerinci mapun wilayah lain di Provinsi Jambi, menjadi PNS,”ujarnya.

    Sampai saat ini hubungan mereka dengan keluarga besar H Taher masih terjalin, meskipun tidak secara langsung. Beberapa kali pemilihan Ami Taher hampir selalu mendapatkan suara signifikan di Kerinci. Mulai dari Pemilu 2004 Ami Taher terpilih sebagai anggota DPR RI dari Partai Keadilan. Suaranya banyak dari Kerinci. Demikian juga pada Pilkada langsung 2008, meskipun kalah pada putaran kedua, suara Ami Taher sangat signifikan.

    “Terakhir pada Pemilu 2014, Ami Taher memperoleh suara tertinggi untuk anggota DPR RI di Kerinci,”katanya.

    Jika ada pertanyaan bagaimana pengaruh Ami Taher dalam Pilkada, maka jawabannya dia akan mengubah peta politik Kerinci. dan, yang paling harus waspada adalah pemilih dari Kerinci Hilir.

    “Zainal Abidin dan Tafyani harus cermat menghitung gerakan Ami Taher di wilayah mereka,”katanya.



    Sumber : Serujambi.com



    • Komentar G+
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Survei Keok, Adirozal Ditinggal Parpol, Kok Bisa? Rating: 5 Reviewed By: Kerinci Zone
    Scroll to Top
    //add jQuery library