• Pilihan

    Mahasiswa Kerinci-Sungai Penuh: Dalam Sebuah Catatan Kritis

    Oleh: Afyantori 
    (Ketua Umum HMI Komisariat STIE SAK-STIA NUSA) 

    KERINCINEWS.COM, KERINCI - Mahasiswa merupakan sosok pemuda yang identik dengan manusia intelektual, pembelajar, idealisme, semangat, kritis terhadap permasalahan, kegairahan dan lain sebagainya.

    Mahasiswa selalu berpihak kepada kepentingan masyarakat. Kumandang perubahan selalu dikedepakanya. Semangat perubahan dari kalangan mahasiswa membahana bagaikan petir yang menggelegar di angkasa. "Teriak hidup mahasiswa, hidup rakyat dan hidup bangsa Indonesia" pun bagaikan untaian syair yang keluar dari mulut mahasiswa. Namun, hal ini seperti sebuah syair yang tanpa makna seakan hilang begitu saja jika mahasiswa telah mendapatkan popularitas belaka. Mereka tidak tahu bagaimana seharausnya sikap yang diambil dalam menghadapi situasi kepopuleran mereka dengan menyandang status agent of change (agen perubahan).

    Saat ini, sejujurnya mahasiswa kehilangan jati dirinya yang semakin kabur bahkan abu-abu. Jika dulunya mahasiswa terlihat garang terhadap birokrasi dan pernah menjadi momok menakutkan bagi aparat birokrasi yang berkuasa saat itu, gerakan mahasiswa saat ini menjadi mandul. Idealisme yang diagung-agungkan sejak masa lampau akhirnya dengan sendirinya tergerus oleh zaman yang menghadirkan persaingan yang tidak sehat. Mahasiswa tidak berdaya lagi di hadapan para birokrasi.

    Mahasiswa sekarang telah diwarnai oleh kemilau kepentingan semu. Idealisme mereka terpecah menjadi dua bagian. Pertama, mereka yang terus mengusung pergerakan. Pada kenyataannya, mereka yang seperti itu juga terpecah lagi menjadi dua golongan, yaitu mereka yang dirinya untuk pergerakan, dan mereka yang pergerakan untuk dirinya. Mereka yang dirinya untuk pergerakan. Merekalah orang yang jujur, tidak munafik, memegang prinsip, dan istiqomah. Benar tetap benar, dan salah tetap salah. Merekalah mahasiswa yang dirindukan kehadirannya oleh negara ini, guna memperbaiki keterpurukan bangsa ini. Kedua, mereka yang pergerakan untuk dirinya. Inilah yang membuat kita patut bersedih. Menganggap dirinya idealis, padahal hanyalah kemunafikan. Mereka berani memperjualbelikan harga dirinya, lebih parahnya, menginjak-injak perjuanganya sendiri. Itulah realitas yang sesunggunya.

    Terkhusus mahasiswa di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh di mana semua organisasi mahasiswa membungkam suara, menutup kuping dan menutup mata apa yang terjadi saat ini.
    Mungkin mereka lebih memilih untuk tidak bersuara agar mereka dapat langsung disambut ke birokrasi pasca dunia kemahasiswaannya.

    Mereka sekarang sedang disibukkan dengan semua kepentingan Pilkada Kerinci 2018 dan dengan mengedepankan kepentingan pribadi, golongan, kelompok di atas kepentingan masyarakat. Secara sadar tidak sadar, sesungguhnya mereka terlena dengan konsep yang ditawarkan pelatihan-pelatihan kepemimpinan dan bergerak di jalanan. Sesungguhnya itu adalah sebuah sandiwara semata  karena semua itu tidak terlepas dari kepentingan-kepentingan sekolompok orang.

    Entah mereka menyadari atau tidak semuanya adalah konsep mengelabui pemikiran mahasiswa saat ini agar merekalah yang nanti menjadi ujung tombak bola permainan politik Pilkada Kerinci 2018.

    Teruntuk rekan-rekan petinggi organisasi kepemudaan mahasiswa jangan gadaikan idealisme dan selalu tetap bergerak dan berjuang atas nama kebenaran dan kepentingan orang banyak dan buang jauh-jauh kepentingan pribadi ataupun kelompok. 
    • Komentar G+
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Mahasiswa Kerinci-Sungai Penuh: Dalam Sebuah Catatan Kritis Rating: 5 Reviewed By: Afyan tori
    Scroll to Top
    //add jQuery library