• Pilihan

    Aparat Bersenjata Lengkap Berjaga 24 Jam di Perbatasan

    KERINCINEWS.COM, KERINCI - Dua hari pascabentrok, kemarin (4/12) kondisi keamanan di Kerinci mulai kondusif. Meski demikian, aparat keamanan dari Brimob, Polres dan Kodim 0417 Kerinci masih siaga di daerah perbatasan dua desa yang terlibat bentrok, Tanjung Pauh Mudik, Kabupaten Kerinci dan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh.
    Berbeda dari sebelumnya, kali ini penjagaan di perbatasan dua desa bertikai itu lebih ekstra ketat. Bahkan, petugas siaga selama 24 jam dengan sejata lengkap. Aparat keamanan juga lebih tegas. Warga dari dua desa tersebut dilarang mendekati wilayah perbatasan dan berkumpul di malam hari.

    “Penjagaan di wilayah ini (perbatasan) berlangsung 24 jam, siang dan malam hari,” kata Ipda Supardi, Kapolsek Air Hangat dan Ipda Rahmandadi, Kanit Lantas Polres Kerinci ditemui di daerah perbatasan, kemarin.

    Menurut mereka, kondisi Kumun Debai dan Tanjung Pauh saat ini sudah kembali kondusif. Ini ditunjukkan dengan arus lalu lintas dari Kumun  dan Tanjung Pauh kembali lancar.

    Seperti diberitakan, akibat bentrok pada Selasa malam hingga Rabu dini hari lalu, dua warga dan seorang perwira TNI dilaporkan terluka akibat tembakan senapan angin. Dua warga yang tertembak itu diketahui bernama M. Arkom Ariandi (18) dan Rahman,  keduanya warga Desa Kumun. Kedua korban mengalami luka cukup serius dan dini hari itu juga dilarikan ke RSU M Jamil, Padang (Sumbar). M. Arkom mengalami luka tembak pada bagian mata, sedangkan Rahman tertembak pada bagian leher.

    Sementara perwira TNI yang terluka adalah Kapten Nur Efendi, yang menjabat sebagai Pasi Ops Kodim 0417 Kerinci.  Nur Efendi mengalami luka tembak di bagian kaki kanan. Selain korban luka tembak, pos TPR Perhubungan juga nyaris dibakar massa dan belasan warga dilaporkan terluka akibat lemparan batu.

    Pantauan Jambi Independent kemarin, situasi Desa Tanjung Pauh dan Kumun Debai, kondisi sudah normal. Masyarakat kembali beraktivitas seperti biasanya. Namun, arus kendaraan yang melewati ke dua Desa tersebut tidak seramai saat kedua daerah tersebut berdamai.

    “Arus lalu lintas lancar dan kondisi normal. Tapi, setelah adanya bentrok memang kendaraan yang melewati jalan ini (jalan Kumun) tidak seramai dulu. Sekarang kendaraan sepi,” ujar warga Kumun yang berdagang di pertokoan Desa Kumun. “Kejadian ini sangat berdampak dengan kami. Di mana pendapatan kami jauh berkurang, karena jalan di sini hanya sedikit kendaraan yang lewat,” katanya.

    Sementara itu, sejumlah warga Tanjung Pauh yang hendak ke Kota Sungai Penuh, menghindari melewati jalan Kumun. Mereka, lebih memilih memutar lewat jalan Tanah Kampung. “Kalau ke Pasar, kami lebih memilih lewat Tanah Kampung. Walaupun jauh tidak menjadi persoalan, karena kami merasa aman,” ujar salah seorang PNS yang bertugas di UPTD salah satu instansi Pemprov Jambi.

    Sebelumnya, saat pertemuan dengan Bupati Kerinci, Wali Kota Sungai Penuh, Wakil Bupati Kerinci, Kasdim, tokoh masyarakat Kumun Debai dan Tanjung Pauh, Waka Polres Kerinci, Kompol Katino mengungkapkan, saat ini ada tiga laporan yang telah masuk ke Polres Kerinci terkait perselisihan antara Kumun dan Tanjung Pauh. Laporan pertama adalah penganiayaan terhadap Iskandar, warga Kumun yang dianiaya oleh tujuh orang Tanjung Pauh. Kedua adalah laporan penganiayaan terhadap  Junaidi yang merupakan korban tewas saat pertikaian kedua. Ketiga adalah laporan masyarakat terhadap pembakaran 4 rumah warga yang berada di perbatasan.

    Menurutnya, untuk laporan penganiayaan terhadap korban Iskandar sudah masuk pada tahap satu dan sudah ditetapkan tiga orang tersangka. Sedangkan, empat tersangka lainnya sudah ditetapkan sebagai DPO. Terhadap empat orang DPO ini, dirinya minta supaya menyerahkan diri. Pasalnya, cepat atau lambat pasti akan tertangkap juga.

    Sedangkan untuk korban Junaidi, pihaknya baru memiliki hasil visum dari RSU May Jend HA Thalib. Untuk pembakaran, personel kepolisian kesulitan melakukan peyidikan, karena beberapa orang yang dianggap mengetahui kejadian tidak datang memenuhi panggilan penyidik.

    Untuk mempercepat proses hukum, Katino mengimbau kepada masyarakat yang sudah dilayangkan surat panggilan untuk memberikan keterangan kepada penyidik. “Untuk kasus pembakaran inilah menjadi kendala kita. Setiap orang yang kita surati tidak mau datang ke polres,” katanya.

    Menurut dia, kasus kebakaran empat buah rumah yang berada di perbatasan sudah dilakukan indentifikasi oleh puslabfor. Dari hasil identifikasi diketahui bahwa empat rumah tersebut sengaja dibakar. “Berdasarkan hasil identifikasi puslabfor, keempat rumah itu bukan ter...bakar. Tapi,. pembakaran,” tegasnya


    Kerincinews.com Email : kerincinews@gmail.com Twitter : @kerincinews1 Terima kasih telah membaca :
    • Komentar G+
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Aparat Bersenjata Lengkap Berjaga 24 Jam di Perbatasan Rating: 5 Reviewed By: Adminn Kerincinews
    Scroll to Top
    //add jQuery library