• Pilihan

    Alasan Kompolnas Merekomendasi Pemberhentian Kapolri Jenderal Sutarman

    kompolnas
    KERINCINEWS.COM, JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) memberikan rekomendasi pemberhentian Kapolri Jenderal Sutarman dari jabatannya. Padahal, jenderal bintang empat itu baru memasuki masa pensiun pada Oktober 2015 nanti. Lalu, dasar apa sehingga lembaga negara yang bertugas mengawasi kepolisian itu memberikan rekomendasi pemberhentian Sutarman?

    "Mungkin Pak Presiden melihat kinerja Kapolri belum maksimal. Masih sering terjadi konflik antar instansi, dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri juga masih belum sepenuhnya bagus. Saya kira masalah pergantian itu kewenangan bapak presiden," kata anggota Kompolnas Edi Hasibuan saat berbincang dengan detikcom, Jumat (16/1/2015).

    Edi menampik adanya kesan Kompolnas terburu-buru mengusulkan calon pengganti Jenderal Sutarman kepada presiden. Bahkan dia menyebut, pengajuan 9 nama perwira tinggi Polri itu sudah melalui proses panjang.

    "Menurut kami tidak ada yang terburu-buru, karena sudah melewati proses panjang," sebut Edi.

    Edi menambahkan, dalam pertemuan antara Kompolnas dan Presiden diketahui bahwa Jokowi ingin melakukan reformasi total terhadap Polri. "Dia butuh figur yang sejalan dengan programnya. Menghentikan pencurian ikan dan melakukan revolusi mental terhadap internal Polri," ujarnya.

    Selama kepemimpinannya, Jenderal Sutarman, Komjen Suhardi Alius, serta Wakapolri Komjen Badrodin Haiti banyak memberikan gebrakan. Salah satunya dengan melakukan bersih-bersih perilaku ke dalam instansi kepolisian dari perilaku korup.

    Contoh kasusnya adalah, 'menyikat' beberapa perwira yang terlibat suap, Salah satunya AKBP MB yang diduga menerima Rp 7 miliar dari tersangka judi online

    Adalah Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja yang menyoal sikap Kompolnas yang memberi rekomendasi pemberhentian Jenderal Sutarman sebagai Kapolri. Padahal seharusnya, seorang Kapolri berhenti karena pensiun atau ada masalah lain.

    "Soal pemberhentian kami ingin tahu pertimbangan Kompolnas memberhentikan Kapolri sekarang. Yang kami tahu hanya pensiun, pidana, dan masalah lain," urai Pandu di KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (15/1/2015).

    "Kedua, saya 6 tahun menjabat sekretaris Kompolnas, semua calon Kapolri kami surati. Kompolnas menyurati KPK, Komnas HAM dan lain-lain terkait integritas calon Kapolri. Pertanyaannya, apakah Kompolnas mengirim itu? Ini penting supaya Kapolri ke depan tidak seperti ini? Tradisi harus dijaga terus," urai dia.

    Hal lain yang disesali Adnan dalam pemilihan Budi Gunawan sebagai Kapolri ini, umumnya para calon presiden (capres) setelah terpilih seolah melupakan komitmen pemberantasan korupsi.

    "KPK mempunyai buku putih. Seringkali KPK hanya jadi bahan kampanye para capres. Ini Jokowi tanda tangan di buku putih berarti dia terikat secara pribadi. Apa persepsi dia terhadap tanda tangan ini. 7 Poin ini kalau dilanggar bisa terlihat akan jadi apa pemerintahan 5 tahun ke depan," tutup dia.


    Kerincinews.com Email : kerincinews@gmail.com Twitter : @kerincinews1 Terima kasih telah membaca :Alasan Kompolnas Merekomendasi Pemberhentian Kapolri Jenderal Sutarman



    sumber ;detik.com
    • Komentar G+
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Alasan Kompolnas Merekomendasi Pemberhentian Kapolri Jenderal Sutarman Rating: 5 Reviewed By: Adminn Kerincinews
    Scroll to Top
    //add jQuery library