• Pilihan

    Dibutuhkan Pemimpin Kota Sungai Penuh yang Memiliki Rasa Malu

    KERINCINEWS.COM, SUNGAIPENUH - Insya Allah jika tidak ada perobahan yang mendasar jelang akhir tahun ini Kota Sungai Penuh akan melaksanakan Pilkada untuk melanjutkan pembangunan lima tahun kedepan,meski KPU belum membuka masa pendaftaran,akan tetapi para calon calon kandidat Walikota termasuk kandidat incumben telah mulai melakukan sosialisasi yang dikemas dalam bingkai “silaturahmi”.

    Diantara kandidat yang melakukan sosialisai,belum ada yang mampu menyaingi kandidat Incumben yang gencar turun kelapangan,para calon kandidat yang lain pada umumnya masih mengkalkulasi peluang untuk maju dan menang, bahkan di wilayah adat depati nan bertujuh saat ini jumlah calon peminat untuk ikut berlaga pada Pilwako semakin bertambah,dan hingga saat ini belum terlihat figur tokoh yang menyatakan diri sebagai balon kandidat nomor 2 atau wakil walikota, kendati mereka tahu bahwa kecap yang nomor satu (1) adalah kecap ABC, kecap yang lain adalah kecap cap bangau.

    Menyikapi euforia jelang pelaksanaan Pemilihan walikota Sungai Penuh Periode 2016-2021, wartawan dan korespondence media ini kemaren 4/4 melakukan wawancara khusus dengan Hamdan Manan,B.Sc Gelar Depati Sungai Penuh Terawang Lidah sosok tokoh adat dan cendekiawan Kota Sugai Penuh.

    Menurut Hamdan Manan,B.Sc- masyarakat Kota Sungai Penuh pada umumnya menghendaki adanya perubahan arah pembangunan, dan masyarakat sangat mendambakan sosok pemimpin yang melekat dengan mereka dan sosok pemimpin yang Tut wuri handayani,dan masyarakat berharap pemimpin Kota Sungai Penuh kedepan dapat melakukan perubahan kearah yang lebih baik.

    Untuk melakukan sebuah perubahan kearah yang lebih baik,maka siapapun yang akan tampil sebagai pemimpin(walikota) harus memiliki rasa malu(adab) dan kedepan dibutuhkan pemimpin yang mampu untuk memberikan ketauladan bagi lingkungan dan masyarakatnya.

    Menjawab pertanyaan media ini tentang sikap yang harus dilakukan oleh anak jantan dan anak betino yang ada di wilayah adat Depati nan Bertujuh dalam menyikapi Pilwako yang akan digelar Desember 2015, Hamdan Manan menyebutkan” Semsou Ayang baleik ka Lesong,Semsou Itek baleik ka Kaye( maksudnya:Ibarat ayam pulang ke Lesung,ibarat itik(bebek)kembali ke air) dimana saja mereka berada pada gilirannya mereka anak jantan dan anak betino itu mereka pasti akan kebali kepada Lingkungan( habitat) induknya di dalam wilayah adat Depati nan bertujuh Sungai Penuh.

    Setiap pribadi warga dimana saja mereka berada mereka memiliki kewajiban untuk kembali ke asalnya,dan jika mereka “mbalelo” akan ada sangsi hukum, namun saya sangat yaqin hal ini tidak akan terjadi,hal yang demikian disebabkan manakala ada pertemuan besar di Tanah Mendapo,semua warga masyarakat adat dilingkungan depati nan bertujuh di undang atau tidak di undang sekalipun mereka akan hadir untuk mendengar perintah dan titah raja (depati) tetua adatnya, disaat itulah tetua adat akan menyampaikan pesan pesan adat yang termaktub dalam ”Purbayo”.

    Masyarakat adat di wilayah Depati nan Bertujuh sejak turun temurun telah memiliki filsafat/kata adat “Sahille, Sahulou Ayi Bungkal Pandan” yang menggambarkan sikap dan komitmen masyarakat adat yang menggambarkan semangat persatuan dan kesatuan, Semangat Solidaritas dan menggambarkan antara satu dengan yang lain tidak dapat saling dipisah pisahkan antara satu dengan yang lain( Simbiosis mutualisma,bukan simbiosis parasitisma).

    Masyarakat khsusnya para pemangku adat seharusnya tidak boleh pepat di dalam,Incung di luar dan tidak boleh menggunting kain dalam lipatan,pertanyaannya apakah semua pemangku adat sudah menjalankan kandungan yang ada di dalam Purbayo itu? Jika jawabannya sudah maka tidak akan pernah terjadi kejadian seperti ini”ungkap Hamdan Manan,B.Sc”.

    Menanggapi pertanyaan media ini tentang pernyataan Incumben yang menyatakan bahwa untuk pasangannya selaku wakil walikota,sudah dapat dipastikan adalah Depati Satmar Lendan, karena itulah yang terbaik buat incumben, karena incumben melakukan pendekatan wilayah (Geo Politik),dengan nada diplomatis Hamdan Manan menyebutkan,Masyarakat di Wilayah Adat Depati Nan Bertujuh itu ibarat Tekuyung dengan Batang, Jika terendam sama sama basah,kalau terampai sama sama panas, dan inilah salah satu nilai nilai filosofis yang terkandung di Tanah Mendapo Kata Hamdan Manan”.

    Menjawab pertanyaan tentang sikap masyarakat terhadap sosok yang bakal di usung dari tanah mendapo, pada prinsipnya sesuai dengan komitmen dari wilayah adat depati nan bertujuh hanya akan mengusung satu orang kandidat untuk nomor satu,Siapapun putra Depati Nan Bertujuh yang terbaik diantara semua yang baik itulah yang akan di dukung di arak dari Tanah Mendapo bersama sama segenap para depati dan para pemangku adat se wilayah adat depati nan bertujuh.

    Adanya segelintir informasi yang mengatakan bahwa Pondok Tinggi adalah AJB dan AJB adalah Pondok Tinggi itu adalah sangat keliru,soal incumben yang meng claim , dalam politik itu adalah hal biasa,kitapun mungkin juga akan demikian juga ,namanya juga politik yang harus dimiliki setiap mereka yang akan menjadi petarung pada Pilkada mendatang.”Kata Hamdan Manan”.

    Terus terang saja, jika kita bicara dalam kontek adat, 3 dusun di wilayah Depati Nan Bertujuh memiliki hubungan emosional dan hubungan tali darah yang tidak mungkin untuk dipisah pisahkan antara satu dengan yang lain, yang jelas saya menghimbau agar setiap pemangku adat dan masyarakat adat di wilayah Depati Nan bertujuh untuk kembali pada”Khitah Parbayo” dan kita harus menggali dan memetik nila nilai kearifan lokal yang ada di dalam Purbayo itu”Ujar Hamdan Manan,B.Sc”.

    Selaku orang tua saya menghimbau agar kita semua untuk tetap menjaga dan memegang kokoh kokoh kata adat “Sahile Sahulu Ayei Bungkal Pandan, Makna kata adat ini harus di tanam didalam lubuk hati sanubari yang paling dalam,”Jangan Sampai kita mau di adu domba dan di pecah belah oleh pihak pihak manapun juga.”Pungkas Hamdan Manan”


    Kerincinews.com Email : kerincinews@gmail.com Twitter : @kerincinews1 Terima kasih telah membaca :Dibutuhkan Pemimpin Kota Sungai Penuh yang Memiliki Rasa Malu
    • Komentar G+
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Dibutuhkan Pemimpin Kota Sungai Penuh yang Memiliki Rasa Malu Rating: 5 Reviewed By: Adminn Kerincinews
    Scroll to Top
    //add jQuery library