• Pilihan

    Evaluasi Status Level II Waspada Gunung Kerinci

    I. Pendahuluan

    Gunungapi Kerinci adalah gunung api strato tipe A, secara geografis berada pada posisi 1°41,5’ LS dan 101°16’ BT dengan tinggi puncaknya 3.800 m dpl, sedangkan secara administratif terletak di dua provinsi dan dua kabupaten, yaitu: Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi dan Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat.

    Gunung Api Kerinci pada status Normal hampir selalu mengeluarkan asap dari kawah, dengan warna putih tipis-tebal dengan tinggi ± 300 m dari puncak. Sejak 9 September 2007 status kegiatan G. Kerinci dinaikkan menjadi Level II (Waspada) karena asap hitam pekat teramati keluar dari kawah dengan ketinggian ± 800 m. Letusan terakhir terjadi pada 15 Desember 2011, tinggi abu letusan ± 600 m dari puncak G. Kerinci. Status kegiatan G. Kerinci masih dipertahankan pada Level II (Waspada) hingga saat ini karena Gempa-Gempa Hembusan masih tinggi, dan secara visual ketinggian asap bervariasi. Pada 2 Juni 2013 pukul 8.43 – 8.48 WIB terjadi letusan abu, ketinggian asap ± 1000 m. Abu letusan mengarah ke Timur hingga ke Desa Tangkil dengan ketebalan abu maksimum 5 mm.

    II. Visual

    Pemantauan secara visual dilakukan dari Pos Pengamatan Gunungapi. Hasil pemantauan secara visual sejak Februari 2015 adalah sebagai berikut:
    1. Tanggal 1 – 28 Februari 2015; pagi hingga siang hari teramati hembusan asap putih tipis-tebal, hembusan asap lemah – kuat, tinggi asap antara 50 m - 150 m dari puncak, umumnya condong ke arah Timur dan Barat.
    2. Tanggal 1 – 31 Maret 2015; pagi hingga siang hari teramati hembusan asap putih tipis-tebal, hembusan asap lemah – kuat, tinggi asap antara 50 m - 100 m dari puncak, umumnya condong ke arah Timur.
    3. Tanggal 1 – 13 April 2015; pagi hingga siang hari teramati hembusan asap putih tipis-tebal, hembusan asap lemah – kuat, tinggi asap antara 50 m - 100 m dari puncak, umumnya condong ke arah Timur dan Barat.

    III. Kegempaan

    Hasil pemantauan kegempaan sejak Februari 2015, sebagai berikut:
    1. Tanggal 1 – 28 Februari 2015; 5138 kali kejadian Gempa Hembusan (Hbs), 10 kali kejadian Gempa Vulkanik Dalam (VA), 59 kali kejadian Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 4 kali kejadian Gempa Tektonik Lokal (TL), dan 17 kali kejadian Gempa Tektonik Jauh (TJ).
    2. Tanggal 1 – 31 Maret 2015; 4047 kali kejadian Gempa Hembusan (Hbs), 9 kali kejadian Gempa Vulkanik Dalam (VA), 60 kali kejadian Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 2 kali kejadian Gempa Tektonik Lokal (TL), dan 12 kali kejadian Gempa Tektonik Jauh (TJ).
    3. Tanggal 1 – 13 April 2015; 1465 kali kejadian Gempa Hembusan (Hbs), 1 kali kejadian Gempa Vulkanik Dalam (VA), 30 kali kejadian Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 0 kali kejadian Gempa Tektonik Lokal (TL), dan 3 kali kejadian Gempa Tektonik Jauh (TJ).

    IV. Potensi Bahaya

    Potensi bahaya letusan G. Kerinci berasal dari adanya sumbat kubah lava di kawah, yang dapat berakibat terjadinya akumulasi gas vulkanik di bawah sumbat lava, dan dapat mengakibatkan letusan yang disertai hujan abu (lebat), dan lontaran batu (pijar) yang didalam radius 3 km dari kawah.

    IV. Kesimpulan
    • Kegempaan di G. Kerinci pada rentang waktu 1 – 13 April 2015 didominasi oleh Gempa Hembusan dengan rata-rata 110 - 120 kali kejadian/hari dan Gempa Vulkanik Dangkal (VB) dengan rata-rata 2-3 kejadian/hari.
    • Berdasarkan data pemantauan visual dan instrumental serta potensi ancaman bahaya G. Kerincihingga tanggal 13 April 2015 pukul 24.00 Wib maka tingkat aktivitas kegiatan G. Kerinci masih tetap Level II (Waspada).

    V. Rekomendasi

    Sehubungan dengan status kegiatan G. Kerinci Level II (Waspada), maka kami rekomendasikan:
    • Masyarakat di sekitar G. Kerinci dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah yang ada di puncak G. Kerinci dalam radius 3 km dari kawah aktif, mengingat kawah sebagai pusat letusan dan sewaktu-waktu bisa terjadi letusan serta terdapat gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan bagi kehidupan.
    • Masyarakat yang ada di sekitar G. Kerinci diharapkan tenang tidak terpancing isu-isu tentang letusan G. Kerinci dan harap selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat.
    • Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melalui Pos Pengamatan G Kerinci selalu berkoordinasi dengan BNPB, Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, BPBD pemerintah Kabupaten Kerinci, dan BPBD Kabupaten Solok Selatan tentang aktivitas G. Kerinci. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat.

    Lampiran : Grafik kegempaan vulkanik G. Kerinci sampai 15 Februari 2015
    Grafik Gempa Gunung Kerinci

    sumber : Badan Geologi Republik Indonesia
    • Komentar G+
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Evaluasi Status Level II Waspada Gunung Kerinci Rating: 5 Reviewed By: Adminn Kerincinews
    Scroll to Top
    //add jQuery library