• Pilihan

    WHAT DO YOU THINK ABOUT HATE SPEECH?

    Oleh : Moni Juwita 
    Mahasiswa Semester 2 STIA NUSA

    KERINCINEWS.COM, KERINCI - Saya tidak tahu apakah artikel tentang Hate Speech ini dapat mengubah penilaian orang-orang tentang orang.

    lain atau tidak. Namun, saya berharap ini menjadi batu loncatan pemikiran kita di masa yangakan datang tentang orang lain.

    Sebenarnya hate speech itu apa?

    Hate speech adalah suatu ungkapan kebencian yang membuat jiwa seseorang bisa terguncang atas ungkapan judgement dari orang lain, yang disampaikan baik secara langsung maupun melalui media sosial.

    Bagaimana sih wujud dari hate speech itu sendiri?

    Dalam dunia nyata maupun dunia maya, hate speech memang selalu menjadi tradisi bagi kalangan manusia dari jaman kuno hingga jaman sekarang. Bagaimana wujud Hate Speech? Saya mempunyai sedikit cerita yang saya lihat di kehidupan nyata. Begini ceritanya:

    Beberapa tahun yang lalu saya bertemu dengan rombongan pertemanan. Mereka menikmati pertemanan itu sebagaimana layaknya. Melakukan apapun yang mereka sukai. Bersenang-senang, Hura-hura, tertawa terbahak-bahak seolah dunia bisa mereka atur semaunya. Hingga pada suatu ketika, salah satu seorang dari mereka mendapati sebuah mimpi telah meninggal dunia. Di mimpi tersebut ia sudah di mandikan, di kafani bahkan akan dikubur. Tersentaklah manusia itu. Menangis dibalut takut sejadi-jadinya. Betapa tertamparnya ia saat mengetahui teman-temannya hanya bisa menangis, bukan sampai mati bersamanya. Kemudian, beberapa hari kemudian ia memutuskan memperbaiki akhlak dan pakaian secara perlahan. Mulai dari memakai pakaian yang membungkus sampai ke pakaian yang menutupi.

    Sontak, teman-temannya terkejut kemudian tertawa mencemooh. “hey? Ini kamu? Kok sekarang beda gini? Kok sok suci gini?” ada juga yang berkata “udahlah, buka aja jilbabnya. Udah tau gerah, jangan nyiksa diri”. Ia berusaha tidak menanggapi atas yang mereka katakan. Hingga pada suatu ketika, di depan mata saya sendiri saya melihat perempuan itu di perbudak oleh teman-temannya yang tadi. “eh ambil lap dong”. “eh beli kertas double folio tuh di depan”. Astagfirullah, mungkin teman-teman sekalian bisa lah ya ngebayangkan bagaimana intonasi orang lain memperbudak kita.

    Hal yang saya sadar kembali adalah, kita seharusnya bersyukur bahwa di atas langit masih ada langit. Barangkali, perempuan itu merasakan jenuh dan lelah atas ungkapan buruk yang ia terima bahkan dari orang terdekat. Namun, untuk menuju jalan kebaikan, kamu perlu melatih sabar dan ikhlas di hati. Mempasrahkan diri kepada Allah SWT agar diberi kekuatan lebih.

    Sebenarnya saya menelusuri secara diam-diam atas Hijrah yang dilaluinya. Bukan sebagai teroris, tetapi saya menelusuri secara diam-diam untuk menjadikan batu loncatan bahwa berharap pada dunia hanya akan membawa kepedihan. Berharaplah pada Yang Maha Kuasa. Karena sungguh, kamu akan merasakan perbedaan yang luar biasa saat berharap kepada Allah SWT.

    Apakah Hate Speech juga terjadi di kehidupan dunia maya?

    Makin berkembangnya suatu teknologi, maka berkembang pula informasi yang kita gali baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Mudah saja, bahkan di kehidupan suku pedalaman saja bisa kita kuak. Mungkin teman-teman sekalian juga sudah mengetahui apa saja ungkapan kebencian yang terjadi di media sosial. Salah satu contoh yang saya ambil dari Kompas.com :

    “KOMPAS.com — "Sekola saya korupsi looh! Pengen saya basmi!" Fresta (17) sungguh sedang kesal ketika menulis kalimat itu di status Facebook-nya. Namun, ia tidak pernah menyangka, kalimat itu bakal membuatnya dikeluarkan dari sekolah. Malah bukan hanya dia, melainkan juga dua temannya yang ikut nimbrung di status itu.”

    Juga terdapat beberapa kasus yang terjadi yang di angkat ke media sosial. Seperti kasus pelakor lah, pebinor, korupsi dan sebagainya. Mungkin sangkin kesalnya, kita secara tidak sadar ikut berkomentar sambil geram yang mungkin sudah diluar batas kesopanan. Tanpa menggali lebih jelas lagi bagaimana sebenarnya kasus tersebut, kadang hanya karena banyak yang membuat kasus itu menjadi viral, tanpa sadar kita telah menjadi profokator atas kasus itu.

    Bagaimana jika orang yang kita judgement tersebut sedang bersimpuh sujud kepada Allah SWT. Betapa beratnya ujian yang ia lalui. Harus menampung malu dari penilaian orang banyak tentang dirinya. Bagaimana jika kita yang di posisi itu? Bagaimana jika cerita yang sebenarnya bukanlah seperti hal negatif yang kita pikirkan? Bagaimana jika orang tersebut di dzolimi oleh orang yang tidak menyukainya kemudian membuat cerita bahkan gambar editan yang mencemari nama baiknya. Alangkah terpukulnya orang itu. Apakah kita tidak menganalisa sejauh itu sebelum mengkritik?

    Beberapa tindakan yang bisa di sebut sebagai Hate Speech :

    1). Membuat akun haters, secara sengaja membuat golongan untuk mencurahkan cacian dan hinaan atas orang lain.

    2). Share berita yang sumbernya belum jelas

    3). Screen capture sembarangan lalu disebarkan

    4). Memprofokasi

    Bagaimana cara menghadapi para penebar kebencian di dunia nyata?

    Menurut saya, dalam kehidupan nyata hal yang wajar terjadi jika kita menerima ungkapan kebencian dari orang-orang. Namun, yang perlu kita lakukan adalah tetap berusaha menjadi diri sendiri, mencintai diri sendiri, berusaha sebaik mungkin, mencari lingkungan yang baik agar dapat membantu memotivasi diri karena sejatinya lingkungan merupakan hal yang cepat mempengaruhi pribadi kita, mempasrahkan diri kepada Allah SWT. Karena, ia yang mendapat ujian itulah yang Allah anggap paling kuat. Bagaimana cara menghadapi para penebar kebencian di dunia maya?

    Terlepas dari masalah hukum, para penebar kebencian perlu diberikan hukuman sosial karena itu merupakan musuh besar kebebasan berekspresi, kata para aktivis. Damar Juniarto dari Forum Demokrasi Digital mengatakan ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan ketika menemukan konten semacan itu di lini masa Anda.

    Pertama, berikan informasi pada orang yang bersangkutan bahwa konten yang dia tulis itu mengandung kebencian yang akan menyulut kemarahan dan tidak menyelesaikan persoalan," jelasnya.

    Kedua, kamu bisa mengingatkan bahwa selain bisa dijerat UU ITE, dia juga bisa dijerat dengan UU 40 tahun 2008 tentang diskriminasi rasial.

    Ketiga, jika tidak digubris kita wajib melaporkan dan memastikan bahwa orang lain tahu bahwa akun itu adalah akun penyebar kebencian," lanjut Damar.

    Caranya bisa bermacam-macam, misalnya dengan melakukan screenshot dan menyebarkan ke teman-teman.

    Pada dasarnya semua orang itu terlahir baik. Barangkali, mereka mengkritik karena ingin memperbaiki apa yang mereka lihat menjadi baik dengan versinya masing-masing. Maka dari itulah lahir dua macam kritik yakni kritik yang membangun dan kritik hate speech. Saat memberi penilaian terhadap orang lain, perlu menggali lebih dalam lagi agar penilaian kita tidak menimbulkan goncangan bagi mental orang yang kita kritik. Ada yang perlu kita kulik untuk mengetahui kebenarannya.
    • Komentar G+
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: WHAT DO YOU THINK ABOUT HATE SPEECH? Rating: 5 Reviewed By: Afyan tori
    Scroll to Top
    //add jQuery library